Kiriman dibuat oleh Shoffiyah Najwa Azimah

AKM B2025 -> Diskusi

oleh Shoffiyah Najwa Azimah -
Nama: Soffiyah Njawa Azimah
Npm: 2413031050

Aset tak berwujud diakui ketika diyakini dapat memberi manfaat ekonomi di masa depan dan biayanya bisa diukur dengan jelas. Aset ini awalnya dicatat sebesar biaya perolehan, lalu selanjutnya dihitung dengan mengurangi amortisasi dan penurunan nilai. Dalam laporan keuangan, aset tak berwujud disajikan sebagai aset tidak lancar disertai informasi dasar seperti umur manfaat dan metode amortisasinya.

AKM B2025 -> Diskusi

oleh Shoffiyah Najwa Azimah -
Nama: Shoffiyah Najwa Azimah
NPM: 2413031050

Aset tetap merupakan aset berwujud yang digunakan langsung untuk menunjang aktivitas perusahaan.
Properti investasi adalah tanah atau bangunan yang dimiliki untuk memperoleh pendapatan, misalnya melalui penyewaan atau penjualan saat nilainya meningkat.
saya memilih properti investasi, karena cenderung lebih menarik dan juga dapat menghasilkan pendapatan berkala dan biasanya mengalami kenaikan nilai. Meski demikian, aset tetap tetap diperlukan ketika perusahaan membutuhkan sarana fisik agar kegiatan operasional dapat berjalan dengan lancar.

AKM B2025 -> Diskusi

oleh Shoffiyah Najwa Azimah -
Nama: Shoffiyah Najwa Azimah
NPM: 2413031050

menurut pendapat saya, metode LIFO dan FIFO menghasilkan laba yang berbeda ketika harga berubah. Pada saat inflasi, LIFO memakai biaya persediaan terbaru yang lebih tinggi sebagai HPP, sehingga laba kotor dan laba bersih menjadi lebih rendah dibandingkan FIFO. Kondisi ini bisa menguntungkan perusahaan tertentu karena beban pajaknya ikut turun. Sebaliknya, ketika harga menurun, LIFO menghitung HPP dari biaya terbaru yang lebih rendah, sehingga labanya justru lebih tinggi. Sementara itu, FIFO menggunakan biaya lama yang lebih tinggi saat deflasi, membuat laba bersihnya lebih kecil. Secara keseluruhan, penggunaan biaya terakhir pada LIFO menyebabkan laba turun di masa inflasi dan meningkat di masa deflasi.