Kiriman dibuat oleh Maya Khoyrotun Nisa

TA B 2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Maya Khoyrotun Nisa -
Assalamualaikum wr wb ibuu
Nama : Maya Khoyrotun Nisa
NpM : 2413031045

Berikut resume singkat mengenai esensi artikel "Historical Costs versus Fair Value Measurement in Financial Accounting" oleh Dana Dvořáková:
Artikel ini membahas dua pendekatan utama dalam pengukuran aset dan kewajiban dalam akuntansi keuangan, yaitu pengukuran berdasarkan biaya historis dan pengukuran nilai wajar. Biaya historis mencatat nilai aset berdasarkan harga perolehan awal dan hanya menyesuaikan bila terjadi penurunan nilai (impairment). Sementara itu, nilai wajar mencerminkan nilai pasar saat ini, yaitu harga yang disepakati antara pihak-pihak yang memahami dan bersedia dalam transaksi wajar.

IASB (International Accounting Standards Board) saat ini lebih mengedepankan penggunaan nilai wajar terutama saat penyajian laporan keuangan pada tanggal neraca, karena nilai wajar dianggap memberikan informasi yang lebih relevan dan objektif. Namun, pada saat pengakuan awal, aset biasanya diukur berdasarkan biaya historis kecuali standar tertentu seperti IAS 39 dan IAS 41 yang mewajibkan nilai wajar saat pengakuan awal.

Artikel juga menyoroti isu risiko dan tantangan terkait nilai wajar, terutama selama krisis keuangan ketika pasar tidak aktif sehingga sulit menentukan nilai pasar yang andal. Dalam kondisi seperti itu, penggunaan biaya historis atau pengukuran berbasis entitas (entity-specific) menjadi lebih dipertimbangkan. Akhirnya, penulis menyimpulkan bahwa kedua metode pengukuran perlu digunakan secara komplementer untuk memberikan informasi yang seimbang dan akurat bagi pengguna laporan keuangan.

Dengan demikian, artikel ini menguraikan perdebatan dan potensi kompromi antara biaya historis yang konservatif dan nilai wajar yang dinamis dalam konteks akuntansi dan pelaporan keuangan.

AKM B2025 -> Diskusi

oleh Maya Khoyrotun Nisa -
Nama : Maya Khoyrotun Nisa
NPM : 2413031045
Kelas : 2024 B

1. Pengertian dan Jenis Instrumen Keuangan
Instrumen keuangan adalah aset keuangan atau dokumen permodalan yang bisa diperdagangkan, memberikan hak kepada pemiliknya untuk memperoleh manfaat finansial seperti uang tunai atau klaim atas asset lain. Contoh sederhana adalah cek, di mana pemilik bisa menagih jumlah yang tertulis kepada bank. Berdasarkan nilainya, instrumen keuangan dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu instrumen kas yang nilainya langsung ditentukan pasar atau kesepakatan pihak-pihak terkait, seperti deposito, saham, dan reksa dana; serta instrumen derivatif yang nilainya bergantung pada performa aset lain seperti kontrak futures atau opsi.

2. Kas dan Pengendalian Internal terhadap Kas
Kas merupakan aset paling likuid dan utama dalam aktivitas operasional perusahaan. Pengendalian internal kas bertujuan untuk mencegah pencurian, kesalahan, dan penyalahgunaan, serta memastikan pencatatan yang tepat. Langkah utama pengendalian kas meliputi pemisahan tugas antara yang menerima kas dan yang mencatatnya, otorisasi pengeluaran kas, penggunaan dokumen bukti transaksi yang lengkap, pengawasan fisik seperti brankas, dan rekonsiliasi kas secara rutin.

3. Penyajian dan Pengungkapan Kas dalam Laporan Keuangan
Kas disajikan sebagai aset lancar dalam laporan posisi keuangan (neraca) dengan nilai saldo akhir kas yang tersedia. Selain itu, laporan keuangan harus mengungkapkan kebijakan manajemen terkait pengelolaan kas dan setara kas, kriteria keduanya, serta saldo kas yang dimiliki. Pengungkapan yang transparan membantu pengguna laporan memahami likuiditas dan posisi kas perusahaan.

4. Pengertian dan Pengakuan Piutang
Piutang adalah hak perusahaan untuk menerima pembayaran dari pihak lain akibat transaksi kredit. Pengakuan piutang dilakukan jika manfaat ekonomi masa depan diperkirakan akan diperoleh dan nilai piutang dapat diukur secara andal. Pada saat itu, piutang dicatat sebesar nilai wajar atau nilai kontraktual yang telah disepakati.

5. Penilaian, Penurunan Nilai, Penyajian dan Pengungkapan Piutang
Piutang dinilai sebesar nilai tercatat dikurangi cadangan penurunan nilai untuk risiko kredit. Penurunan nilai dihitung berdasarkan bukti objektif seperti tunggakan lama atau ketidakmampuan debitur membayar. Piutang disajikan sebagai aset lancar di neraca, dengan penyajian nilai bersih setelah cadangan. Pengungkapan meliputi kebijakan penilaian dan metode pencadangan yang digunakan, serta nilai piutang bruto dan cadangan penurunan nilai.

6. Analisis Kas dan Piutang
Analisis kas dilakukan untuk menilai likuiditas dan efektivitas pengelolaan kas agar operasional lancar. Ini meliputi pengujian kesesuaian pengendalian internal dan kecukupan