Nama : Maya Khoyrotun Nisa
NPM : 2413031045
Kelas : 2024 B
1. Pengertian dan Jenis Instrumen Keuangan
Instrumen keuangan adalah aset keuangan atau dokumen permodalan yang bisa diperdagangkan, memberikan hak kepada pemiliknya untuk memperoleh manfaat finansial seperti uang tunai atau klaim atas asset lain. Contoh sederhana adalah cek, di mana pemilik bisa menagih jumlah yang tertulis kepada bank. Berdasarkan nilainya, instrumen keuangan dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu instrumen kas yang nilainya langsung ditentukan pasar atau kesepakatan pihak-pihak terkait, seperti deposito, saham, dan reksa dana; serta instrumen derivatif yang nilainya bergantung pada performa aset lain seperti kontrak futures atau opsi.
2. Kas dan Pengendalian Internal terhadap Kas
Kas merupakan aset paling likuid dan utama dalam aktivitas operasional perusahaan. Pengendalian internal kas bertujuan untuk mencegah pencurian, kesalahan, dan penyalahgunaan, serta memastikan pencatatan yang tepat. Langkah utama pengendalian kas meliputi pemisahan tugas antara yang menerima kas dan yang mencatatnya, otorisasi pengeluaran kas, penggunaan dokumen bukti transaksi yang lengkap, pengawasan fisik seperti brankas, dan rekonsiliasi kas secara rutin.
3. Penyajian dan Pengungkapan Kas dalam Laporan Keuangan
Kas disajikan sebagai aset lancar dalam laporan posisi keuangan (neraca) dengan nilai saldo akhir kas yang tersedia. Selain itu, laporan keuangan harus mengungkapkan kebijakan manajemen terkait pengelolaan kas dan setara kas, kriteria keduanya, serta saldo kas yang dimiliki. Pengungkapan yang transparan membantu pengguna laporan memahami likuiditas dan posisi kas perusahaan.
4. Pengertian dan Pengakuan Piutang
Piutang adalah hak perusahaan untuk menerima pembayaran dari pihak lain akibat transaksi kredit. Pengakuan piutang dilakukan jika manfaat ekonomi masa depan diperkirakan akan diperoleh dan nilai piutang dapat diukur secara andal. Pada saat itu, piutang dicatat sebesar nilai wajar atau nilai kontraktual yang telah disepakati.
5. Penilaian, Penurunan Nilai, Penyajian dan Pengungkapan Piutang
Piutang dinilai sebesar nilai tercatat dikurangi cadangan penurunan nilai untuk risiko kredit. Penurunan nilai dihitung berdasarkan bukti objektif seperti tunggakan lama atau ketidakmampuan debitur membayar. Piutang disajikan sebagai aset lancar di neraca, dengan penyajian nilai bersih setelah cadangan. Pengungkapan meliputi kebijakan penilaian dan metode pencadangan yang digunakan, serta nilai piutang bruto dan cadangan penurunan nilai.
6. Analisis Kas dan Piutang
Analisis kas dilakukan untuk menilai likuiditas dan efektivitas pengelolaan kas agar operasional lancar. Ini meliputi pengujian kesesuaian pengendalian internal dan kecukupan