གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Maya Khoyrotun Nisa

AKM B2025 -> Diskusi

Maya Khoyrotun Nisa གིས-
Nama: Maya Khoyrotun Nisa
NPM: 2413031045

Aset tetap adalah barang berwujud yang dimiliki perusahaan untuk digunakan dalam kegiatan operasional jangka panjang, seperti mesin, kendaraan, dan gedung pabrik. Aset ini mendukung proses produksi atau aktivitas bisnis utama dan biasanya mengalami penyusutan karena pemakaiannya. Fungsi utama aset tetap adalah membantu perusahaan menjalankan usahanya dan menghasilkan pendapatan dari operasional.
Sebaliknya, properti investasi adalah properti yang dimiliki bukan untuk kebutuhan operasional, melainkan untuk mendapatkan keuntungan melalui pendapatan sewa atau kenaikan nilai properti di masa depan. Contohnya adalah tanah atau bangunan yang disewakan kepada pihak lain, atau yang disimpan sebagai investasi dengan harapan harga akan naik. Properti investasi tidak mengalami penyusutan seperti aset tetap dan lebih berfokus pada strategi investasi dan pengelolaan aset.
Jika harus memilih, properti investasi lebih cocok untuk yang menginginkan pendapatan pasif dan keuntungan jangka panjang dari apresiasi nilai properti. Sedangkan aset tetap lebih tepat apabila fokus pada pemenuhan kebutuhan operasional perusahaan.
Keputusan membeli aset tetap atau properti investasi tergantung pada tujuan penggunaan: apakah untuk mendukung aktivitas bisnis secara langsung atau untuk investasi dan pendapatan pasif di kemudian hari.

AKM B2025 -> Diskusi

Maya Khoyrotun Nisa གིས-
Nama: Maya Khoyrotun Nisa
NPM: 2413031045

Aset tak berwujud adalah aset nonfisik yang memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan, seperti hak paten, merek dagang, dan lisensi. Pencatatan aset tak berwujud dilakukan pada saat diperoleh, sebesar biaya perolehannya yang dapat diukur dengan andal, termasuk harga pembelian dan biaya yang terkait langsung agar aset siap digunakan. Penilaian aset tak berwujud umumnya menggunakan metode biaya perolehan, dan aset ini diamortisasi selama masa manfaat ekonomisnya dengan metode garis lurus, artinya biaya aset dialokasikan secara merata selama masa manfaat tersebut. Penyajian aset tak berwujud dalam laporan keuangan biasanya dicatat di kolom aktiva dan disajikan setelah dikurangi akumulasi amortisasi. Pengungkapan tambahan terkait karakteristik, masa manfaat, dan metode amortisasi juga wajib dilakukan untuk transparansi laporan keuangan.