གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Maya Khoyrotun Nisa

TA B 2025 -> ACTIVITY: RESUME

Maya Khoyrotun Nisa གིས-
Nama: Maya Khoyrotun Nisa
NPM: 2413031045
Kelas: 2024 B

Berdasarkan video YouTube “Earnings Management” dan artikel jurnal Debbianita et al. (2024), dapat disimpulkan bahwa earnings management merupakan praktik yang dilakukan manajer untuk memengaruhi laporan keuangan sesuai dengan kepentingan tertentu. Dalam video, dijelaskan bahwa praktik ini sering muncul karena adanya information asymmetry, di mana manajer memiliki informasi lebih dibanding pihak eksternal. Hal ini memungkinkan mereka untuk menyesuaikan laba demi mencapai target tertentu, misalnya untuk memperoleh bonus, memenuhi persyaratan hutang, atau memberikan sinyal positif kepada investor.

Kemudian dijelaskan dua pendekatan utama dalam memahami earnings management:

1. Accrual-based earnings management: manipulasi melalui kebijakan akuntansi seperti pengakuan pendapatan, penyisihan biaya, pengaturan akrual dan beban yang dapat mempengaruhi laba tanpa perubahan nyata dalam arus kas.

2. Real activities manipulation: pengaturan langsung kegiatan operasional seperti menunda atau mempercepat produksi, mengubah investasi, atau mengatur pengeluaran agar laba tercapai.

Artikel jurnal menekankan dua perspektif utama dalam earnings management: perspektif oportunistik dan perspektif sinyal. Perspektif oportunistik melihat praktik ini sebagai upaya manajer untuk memaksimalkan keuntungan pribadi atau memanipulasi kontrak, misalnya bonus atau perjanjian hutang, yang bisa menyesatkan pemangku kepentingan. Sementara perspektif sinyal menganggap earnings management sebagai alat komunikasi bagi manajer untuk menyampaikan informasi internal mengenai prospek perusahaan kepada investor, sehingga membantu investor dalam membuat prediksi dan keputusan investasi. Studi literatur dari 50 artikel internasional menunjukkan bahwa mayoritas penelitian kuantitatif masih menggunakan pendekatan accrual-based, dengan sekitar 75% melihat earnings management secara oportunistik dan 13% mengadopsi perspektif sinyal.

Secara pribadi, saya berpendapat bahwa earnings management tidak selalu negatif. Jika digunakan dalam batas wajar, praktik ini dapat meningkatkan relevansi informasi dan membantu pengambilan keputusan ekonomi yang lebih efisien. Namun, risiko manipulasi tetap ada, terutama bila praktik ini digunakan untuk kepentingan manajer semata, sehingga diperlukan pengawasan yang ketat dan transparansi yang memadai agar informasi keuangan tetap dapat dipercaya. Praktik ini menunjukkan dilema antara fleksibilitas akuntansi dan tanggung jawab etis dalam pelaporan keuangan, menekankan pentingnya keseimbangan antara efisiensi informasi dan integritas laporan.


TA B 2025 -> DISKUSI

Maya Khoyrotun Nisa གིས-
Nama: Maya Khoyrotun Nisa
NPM: 2413031045
Kelas: 2024 B

Video “Reporting on SDGs” menjelaskan bahwa pelaporan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan menjadi cara bagi organisasi untuk menunjukkan kontribusi mereka terhadap dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan. Pelaporan ini membantu perusahaan memahami kemajuan, meningkatkan transparansi, serta membangun kepercayaan publik dan investor. Namun, video juga menyoroti tantangan seperti sulitnya mengukur kontribusi secara tepat, perbedaan standar pelaporan, dan risiko greenwashing. Karena itu, organisasi perlu menggunakan kerangka pelaporan yang jelas dan mengumpulkan data yang akurat. Secara keseluruhan, video menegaskan bahwa pelaporan SDGs hanya akan efektif jika dilakukan dengan komitmen dan analisis yang nyata, sehingga benar-benar mendukung keberlanjutan dan peningkatan kinerja organisasi.
Nama: Maya Khoyrotun Nisa
NPM: 2413031045
Kelas: 2024 B

Saya sudah membaca jurnal yang membahas terkait aspek perilaku dalam akutansi dan menjelaskan proses standard-setting dan ekonomi politiknya, jurnal yang saya baca adalah "Hubungan Proses Politik Dan Konsekuensi Ekonomi Mempengaruhi Pembentukan Standar Akuntansi Oleh Fasb" yang ditulis oleh Melinda, N. (2024).
Jurnal tersebut menjelaskan bahwa proses pembentukan standar akuntansi oleh FASB (Financial Accounting Standards Board) adalah proses yang kompleks dan melibatkan berbagai aspek politik, bisnis, sosial, dan budaya. Standar akuntansi menurut FASB merupakan metode seragam untuk menyajikan informasi keuangan agar laporan keuangan dari berbagai perusahaan bisa dibandingkan secara mudah dan transparan. Proses standar setting ini melibatkan riset yang mendalam, konsultasi publik, dan musyawarah dengan berbagai pihak yang berkepentingan. Selain aspek teknis, proses ini juga dipengaruhi oleh lobbying dan kompromi dari berbagai kepentingan, baik dari pemerintah, sektor swasta, maupun profesi akuntansi. Oleh karena itu, FASB harus menjaga kredibilitasnya dengan memperhatikan pengaruh politik dalam penyusunan standar agar standar yang dihasilkan tetap relevan dan dipercaya. Standar yang dibentuk terdiri dari kumpulan konsep, prinsip, dan praktik yang diterima secara umum dan terus berkembang sesuai tuntutan masyarakat dan kondisi ekonomi.