Posts made by Maya Khoyrotun Nisa

ASP B26 -> Summary

by Maya Khoyrotun Nisa -
Nama: Maya Khoyrotun Nisa
NPM: 2413031045

Menurut saya, analisis investasi sektor publik juga perlu mempertimbangkan ketidakpastian yang dapat terjadi selama suatu proyek berlangsung. Pemerintah tidak selalu dapat memperkirakan kondisi masa depan secara tepat karena adanya perubahan harga, teknologi, kebutuhan masyarakat, maupun kondisi ekonomi. Oleh sebab itu, sebelum menentukan investasi, pemerintah perlu membuat beberapa kemungkinan kondisi yang dapat terjadi dan menilai kesiapan proyek dalam menghadapi perubahan tersebut. Misalnya, pemerintah berencana membangun sistem transportasi umum berbasis teknologi digital. Selain menghitung biaya pembangunan, pemerintah perlu mempertimbangkan kemungkinan perubahan teknologi, biaya operasional, jumlah pengguna, serta kemampuan masyarakat dalam menggunakan layanan tersebut. Jika teknologi yang digunakan cepat mengalami perubahan, investasi yang awalnya dianggap sesuai dapat menjadi kurang efektif apabila tidak memiliki ruang untuk dikembangkan. Menurut saya, hal ini menunjukkan bahwa investasi sektor publik tidak cukup hanya dinilai berdasarkan kondisi saat proyek direncanakan, tetapi juga perlu melihat kemampuan proyek untuk menyesuaikan diri dengan perubahan. Pemerintah juga perlu menetapkan asumsi dan indikator yang dapat digunakan untuk memantau perkembangan investasi selama pelaksanaannya. Apabila ditemukan perubahan yang signifikan, pemerintah dapat melakukan penyesuaian berdasarkan aturan dan kondisi yang ada. Dengan cara tersebut, risiko penggunaan anggaran yang kurang tepat dapat dikurangi. Selain itu, evaluasi secara berkala diperlukan untuk mengetahui apakah investasi masih sesuai dengan tujuan awal dan kebutuhan masyarakat serta memberikan hasil yang diharapkan dalam jangka panjang. Jadi, analisis investasi sektor publik sebaiknya tidak hanya menjadi dasar untuk memutuskan apakah suatu proyek akan dilaksanakan, tetapi juga menjadi alat untuk mengantisipasi perubahan dan memastikan investasi tetap relevan selama memberikan pelayanan kepada masyarakat.

ASP B26 -> Diskusi

by Maya Khoyrotun Nisa -
Nama: Maya Khoyrotun Nisa
NPM: 2413031045

Menurut saya, jenis-jenis anggaran sektor publik meliputi anggaran tradisional, anggaran berbasis kinerja, Zero-Based Budgeting (ZBB), serta Planning, Programming, and Budgeting System (PPBS). Anggaran tradisional berfokus pada jumlah dana atau input yang digunakan dan biasanya mengacu pada anggaran tahun sebelumnya. Anggaran berbasis kinerja menghubungkan anggaran dengan target dan hasil yang ingin dicapai, sehingga penggunaan dana dapat dinilai berdasarkan kinerja program. ZBB menyusun anggaran dari awal dengan menilai kembali kebutuhan, biaya, dan manfaat setiap kegiatan, sedangkan PPBS menghubungkan perencanaan, program, dan anggaran untuk mencapai tujuan pemerintah secara lebih terarah.

Lingkup anggaran sektor publik mencakup perencanaan, penyusunan, pengalokasian, pelaksanaan, pengawasan, hingga evaluasi penggunaan dana publik. Menurut saya, penerapan berbagai jenis anggaran tersebut penting karena setiap pendekatan memiliki fungsi yang berbeda dalam mengelola keuangan pemerintah. Dengan penganggaran yang tepat, sumber daya publik dapat digunakan secara lebih efektif, efisien, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

ASP B26 -> Diskusi

by Maya Khoyrotun Nisa -
Nama : Maya Khoyrotun Nisa
NPM : 2413031045

1. Bagaimanakah paradigma anggaran tradisional dan anggaran berbasis NPM?
Menurut saya, anggaran tradisional lebih berfokus pada jumlah dana yang digunakan dan biasanya disusun berdasarkan anggaran tahun sebelumnya. Pendekatan ini menekankan pengendalian pengeluaran dan kepatuhan terhadap pos anggaran yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, keberhasilan kegiatan lebih banyak dilihat dari kesesuaian antara penggunaan dana dengan rencana anggaran. Sementara itu, anggaran berbasis New Public Management (NPM) lebih menekankan pada kinerja dan hasil yang diperoleh dari penggunaan anggaran. Pemerintah tidak hanya mempertimbangkan berapa besar dana yang dikeluarkan, tetapi juga manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat. Menurut saya, perbedaan utama keduanya terletak pada fokus penganggaran, yaitu anggaran tradisional lebih berorientasi pada input, sedangkan NPM lebih memperhatikan output, outcome, efisiensi, dan efektivitas.

2. Bagaimanakah proses implementasi ZBB dalam mengatasi kesenjangan anggaran tradisional dan anggaran berbasis NPM?
Menurut saya, Zero-Based Budgeting (ZBB) dapat membantu mengatasi kesenjangan antara anggaran tradisional dan anggaran berbasis NPM. Dalam ZBB, setiap program dan kegiatan harus dinilai kembali dari awal berdasarkan kebutuhan, biaya, manfaat, dan prioritasnya. Dengan cara ini, anggaran tidak hanya mengikuti anggaran tahun sebelumnya, tetapi disusun berdasarkan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai. Setiap kegiatan kemudian dibandingkan untuk menentukan kegiatan yang paling sesuai dengan prioritas organisasi. Setelah anggaran ditetapkan, penggunaannya dapat dipantau berdasarkan hasil yang dicapai. Menurut saya, penerapan ZBB dapat membantu pemerintah mengurangi pengeluaran yang kurang diperlukan sekaligus mendorong penggunaan anggaran yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada hasil.