Kiriman dibuat oleh Tiara Vita Loka

AKM A2025 -> Diskusi

oleh Tiara Vita Loka -
Nama: Tiara Vita Loka
NPM: 2413031022

Nilai waktu dari uang adalah konsep yang menyatakan bahwa nilai uang saat ini lebih berharga dibandingkan dengan nilai uang yang akan diterima di masa depan. Hal ini terjadi karena uang yang dimiliki sekarang bisa digunakan untuk investasi atau kegiatan produktif lain yang dapat menghasilkan keuntungan. Dengan kata lain, satu rupiah hari ini memiliki daya beli dan potensi yang lebih besar dibanding satu rupiah yang akan diterima nanti.

Konsep ini juga berkaitan dengan adanya faktor bunga, inflasi, dan risiko. Uang yang disimpan atau diinvestasikan akan berkembang karena bunga, sedangkan nilai uang di masa depan bisa menurun akibat inflasi. Oleh karena itu, dalam pengambilan keputusan keuangan, seperti investasi, pinjaman, atau tabungan, perlu diperhitungkan nilai waktu dari uang agar dapat menentukan apakah suatu keputusan menguntungkan atau tidak.

AKM A2025 -> Diskusi

oleh Tiara Vita Loka -
Nama: Tiara Vita Loka
NPM: 2413031022


1. Pengertian dan Jenis Instrumen Keuangan
Instrumen keuangan merupakan kontrak yang menimbulkan aset keuangan bagi satu pihak dan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas bagi pihak lainnya. Contohnya seperti kas, piutang, investasi saham, obligasi, utang usaha, serta instrumen derivatif seperti opsi dan kontrak berjangka. Berdasarkan bentuknya, instrumen keuangan dapat dibedakan menjadi instrumen primer seperti saham dan obligasi, serta instrumen derivatif yang nilainya bergantung pada instrumen lainnya.

2. Kas dan Pengendalian Internal terhadap Kas
Kas adalah aset yang paling likuid dan mencakup uang tunai yang ada di tangan maupun di bank, serta setara kas seperti deposito jangka pendek. Karena kas mudah disalahgunakan, maka diperlukan sistem pengendalian internal yang baik. Pengendalian tersebut meliputi pemisahan tugas antara penerimaan dan pengeluaran kas, penggunaan bukti transaksi yang sah, pembatasan akses terhadap kas, serta rekonsiliasi bank secara rutin untuk memastikan kesesuaian antara catatan perusahaan dan saldo rekening.

3. Penyajian dan Pengungkapan Kas dalam Laporan Keuangan
Kas disajikan dalam laporan posisi keuangan sebagai bagian dari aset lancar. Dalam laporan arus kas, kas dan setara kas digunakan untuk mengukur arus masuk dan keluar selama periode tertentu. Pengungkapan kas mencakup informasi mengenai kebijakan perusahaan dalam mengelola kas, jenis setara kas yang dimiliki, serta pembatasan penggunaan kas apabila ada, misalnya kas yang dibatasi penggunaannya untuk tujuan tertentu.

4. Pengertian dan Pengakuan Piutang
Piutang adalah hak perusahaan untuk menerima kas atau aset lain dari pihak lain sebagai akibat dari penjualan barang atau jasa secara kredit. Pengakuan piutang dilakukan ketika hak atas kas atau aset tersebut telah muncul, biasanya saat barang atau jasa telah diserahkan kepada pelanggan meskipun pembayaran belum diterima.

5. Penilaian, Penurunan Nilai, Penyajian dan Pengungkapan Piutang
Piutang dinilai sebesar jumlah yang diharapkan dapat diterima, yaitu nilai nominal dikurangi dengan cadangan kerugian piutang tak tertagih. Jika terdapat indikasi bahwa piutang tidak akan tertagih, maka dilakukan perhitungan penurunan nilai dengan membentuk penyisihan piutang ragu-ragu. Dalam laporan keuangan, piutang disajikan pada bagian aset lancar setelah dikurangi cadangan kerugian, dan perusahaan perlu mengungkapkan kebijakan penilaian piutang, metode pencadangan, serta faktor risiko yang memengaruhi penagihan piutang.

6. Analisis Kas dan Piutang
Analisis kas dan piutang dilakukan untuk menilai likuiditas serta kemampuan perusahaan dalam mengelola arus kas dan menagih piutang. Analisis kas dapat dilakukan melalui laporan arus kas untuk melihat bagaimana perusahaan menghasilkan dan menggunakan kas. Sementara analisis piutang dapat dilakukan dengan menghitung rasio perputaran piutang dan rata-rata periode penagihan, guna menilai seberapa efisien perusahaan mengelola piutang dan menjaga kelancaran arus kasnya.