Posts made by Nayla Andara

EPE A2026 -> SUMMARY VIDEO

by Nayla Andara -
Nama: Nayla Andara
NPM: 2413031018

dalam video tersebut membahas konsep dasar evaluasi pembelajaran sebagai bagian penting dalam sistem pendidikan. Evaluasi tidak hanya dipahami sebagai kegiatan mengukur hasil belajar, tetapi juga sebagai proses sistematis untuk menilai ketercapaian tujuan pembelajaran. Dengan demikian, evaluasi berfungsi sebagai alat untuk mengetahui efektivitas proses pembelajaran sekaligus sebagai dasar pengambilan keputusan pendidikan.

Dalam penjelasannya, disampaikan bahwa evaluasi pembelajaran mencakup tiga komponen utama, yaitu input, proses, dan output pembelajaran. Fokus utama evaluasi terletak pada output, yaitu sejauh mana peserta didik mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, evaluasi harus dirancang secara terencana agar hasil yang diperoleh valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selanjutnya, dijelaskan berbagai jenis evaluasi, di antaranya evaluasi formatif dan sumatif. Evaluasi formatif dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dengan tujuan memperbaiki proses belajar, sedangkan evaluasi sumatif dilakukan di akhir pembelajaran untuk menentukan tingkat keberhasilan peserta didik. Selain itu, terdapat pula pendekatan penilaian acuan patokan dan acuan norma yang digunakan sesuai dengan tujuan evaluasi.

penjelsan pada video juga menekankan pentingnya penyusunan instrumen evaluasi yang baik, meliputi validitas, reliabilitas, dan objektivitas. Instrumen yang disusun harus sesuai dengan indikator kompetensi dan mampu mengukur aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik peserta didik.

EPE A2026 -> Diskusi

by Nayla Andara -
Nama: Nayla Andara
NPM: 2413031018

Dalam pendidikan, pengukuran, penilaian, dan evaluasi merupakan tiga konsep yang saling berkaitan tetapi memiliki perbedaan fungsi. Pengukuran adalah proses mengumpulkan data tentang kemampuan atau hasil belajar peserta didik secara kuantitatif yang biasanya dinyatakan dalam bentuk angka atau skor, misalnya nilai hasil tes. Data dari pengukuran kemudian digunakan dalam penilaian, yaitu proses menafsirkan atau memberi makna terhadap angka tersebut untuk mengetahui tingkat pencapaian belajar siswa. Sementara itu, evaluasi memiliki cakupan yang lebih luas karena merupakan proses pengambilan keputusan berdasarkan hasil penilaian, misalnya menentukan keberhasilan pembelajaran, kelulusan siswa, atau perbaikan metode pengajaran. Dengan demikian, pengukuran menyediakan data, penilaian memberikan interpretasi terhadap data tersebut, dan evaluasi digunakan untuk menentukan langkah atau keputusan dalam proses pendidikan.

AKL A2026 -> Case

by Nayla Andara -

Nama : Nayla Andara

NPM : 2413031018

a. Peran Kerangka Konseptual PSAK/IFRS dalam Pengambilan Keputusan Akuntansi

Kerangka Konseptual PSAK/IFRS berfungsi sebagai pedoman dasar ketika standar akuntansi spesifik belum mengatur suatu transaksi secara rinci. Perannya antara lain:

-Memberi arah tujuan pelaporan keuanganu. Tujuan utama laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang relevan, andal, dan berguna bagi pengambilan keputusan ekonomi oleh pengguna (investor, kreditor, dan pihak lain).

- Menentukan kriteria pengakuan dan pengukuranK. erangka Konseptual membantu menjawab: apakah suatu item dapat diakui sebagai aset atau liabilitas?, baaimana seharusnya item tersebut diukur?

- Menjadi dasar professional judgment. Saat tidak ada PSAK khusus, manajemen menggunakan prinsip umum dalam Kerangka Konseptual agar kebijakan akuntansi tetap konsisten dan rasional.

- Mencegah perlakuan yang sembarangan. Keputusan tetap harus mengarah pada penyajian substansi ekonomi, bukan sekadar mengikuti bentuk hukum.

b. Analisis Kritis: Apakah Pengakuan Goodwill dan Nilai Wajar Aset Tidak Berwujud Mencerminkan Substansi Ekonomi?

1. Pengakuan Goodwill

- Positif: goodwill mencerminkan manfaat ekonomi masa depan seperti reputasi, teknologi, dan potensi pertumbuhan pengguna. Dalam akuisisi, pengakuan goodwill memang lazim jika harga beli lebih besar dari nilai wajar aset bersih.

- Kritis: goodwill dihitung berdasarkan proyeksi masa depan, yang bersifat subjektif.nJika proyeksi terlalu optimistis, goodwill bisa terlalu besar (overstated).

2. Pengukuran Nilai Wajar Aset Tidak Berwujud Tanpa Pasar Aktif

- Positif: Platform digital dan basis data pengguna memang memiliki nilai ekonomi. Pendekatan nilai wajar bisa menggambarkan potensi manfaat ekonominya.

- Kritis: tanpa pasar aktif, nilai wajar sangat bergantung pada model dan asumsi. Risiko manipulasi atau bias manajemen menjadi lebih besar. Pengungkapan asumsi secara transparan,Pengujian penurunan nilai (impairment) secara rutin

c. Risiko dan Implikasi Etis Jika Professional Judgment Digunakan Tidak Tepat

Risiko:

-Laporan keuangan menyesatkan

-Keputusan investor menjadi salah

-Kehilangan kepercayaan publik

-Potensi sanksi hukum

Implikasi Etis:

-Melanggar prinsip integritas

-Tidak jujur dalam menyajikan kondisi perusahaan

- Mengutamakan kepentingan manajemen daripada pengguna laporan

Pada intinya, Professional judgment harus digunakan untuk mewakili kenyataan, bukan untuk “mempercantik” angka.

d. Pemanfaatan Kasus sebagai Contoh Pembelajaran bagi Peserta Didik

Sebagai calon pendidik ekonomi, kasus ini dapat digunakan untuk:

- Melatih berpikir kritis, siswa menganalisis apakah angka akuntansi mencerminkan realitas bisnis.

- Menanamkan pemahaman bahwa akuntansi bukan sekadar hitungan. Banyak keputusan membutuhkan pertimbangan profesional.

- Mengajarkan pentingnya etika. Tekankan bahwa kejujuran lebih penting daripada laba besar.

- simulasi diskusi kelas. Siswa berperan sebagai manajemen, auditor, dan investor.

-Menunjukkan keterkaitan teori dan praktik. Kerangka konseptual bukan hanya teori, tetapi alat nyata dalam praktik.