Nama : Alya Khoirun Nisa
Npm : 2413031019
1. Kelebihan dan Kekurangan Fair Value vs Historical Cost
Penggunaan fair value membuat laporan keuangan PT Nusantara Properti lebih relevan karena mencerminkan kondisi pasar terkini. Investor dapat menilai potensi nilai aset dan risiko dengan lebih akurat, apalagi di industri properti yang harganya fluktuatif. Namun, kelemahannya adalah sifatnya yang subjektif karena bergantung pada asumsi penilai, biaya
penilaian yang mahal, serta potensi membuat laporan menjadi lebih volatil. Sebaliknya, historical cost lebih stabil dan objektif, tetapi kurang relevan karena tidak mencerminkan nilai riil saat ini.
2. Relevansi dan Keandalan Fair Value di Indonesia dan IFRS
Dalam IFRS, fair value meningkatkan relevansi karena menunjukkan nilai aset yang sebenarnya di pasar, bukan sekadar biaya perolehan lama. Namun, di Indonesia, masalah muncul pada keandalan. Pasar properti sering tidak transparan, sehingga
penilaian rentan subjektif. Jadi, meskipun fair value lebih relevan, keandalannya bisa berkurang jika tanpa pengawasan dan pengungkapan memadai.
3. Rekomendasi Kebijakan Jika di DSAK IAI
Jika menjadi anggota DSAK IAI, saya merekomendasikan penggunaan fair value tetap dipertahankan untuk sektor properti, tetapi harus diikuti dengan pengungkapan rinci tentang metode, asumsi, dan tingkat input yang digunakan. Selain itu,
penilaian perlu diaudit independen dan ada standar nasional bagi profesi penilai agar hasil lebih konsisten. Dengan begitu, laporan tetap relevan sekaligus andal, sesuai prinsip akuntansi: relevansi dan representasi jujur.