Kiriman dibuat oleh Dera Lediana

AKM A2025 -> Diskusi

oleh Dera Lediana -
Instrumen keuangan adalah aset yang dapat diperdagangkan atau dipertukarkan, dibagi menjadi instrumen ekuitas (seperti saham) dan instrumen utang (seperti obligasi), serta derivatif. Kas adalah alat pembayaran yang siap digunakan untuk kegiatan umum perusahaan, sementara pengendalian internal kas meliputi kebijakan dan prosedur untuk mencegah kerugian dan penyalahgunaan. Kas disajikan sebagai aset lancar di neraca, dengan pengungkapan yang merinci komponennya (uang tunai, bank) dan transaksi terkait. Piutang adalah klaim atas pembayaran di masa depan, yang diakui saat barang atau jasa telah diserahkan.
1. Pengertian dan jenis instrumen keuangan
Pengertian: Instrumen keuangan adalah aset yang dapat diperdagangkan atau dipertukarkan, yang nilai serta kepemilikannya terikat pada suatu kontrak. Ini bisa berupa aset utang atau aset ekuitas.
Jenis:
Ekuitas: Mewakili kepemilikan dalam suatu perusahaan, contohnya saham.
Utang: Mewakili pinjaman yang diberikan kepada pihak lain, seperti obligasi dan sertifikat deposito.
Derivatif: Instrumen yang nilainya berasal dari aset dasar (underlying asset), contohnya kontrak berjangka atau opsi.
2. Kas dan pengendalian internal terhadap kas
Pengertian Kas: Kas adalah alat pembayaran yang siap dan bebas digunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan. Ini termasuk uang tunai di tangan dan saldo rekening giro di bank.
Pengendalian Internal Kas: Merupakan seperangkat kebijakan dan prosedur untuk menjaga keamanan kas dan mencegah penyalahgunaan.
Pemisahan tugas: Memisahkan fungsi penerimaan dan pengeluaran kas untuk mencegah penipuan.
Pengendalian fisik: Mengunci kas di brankas dan bank, serta membatasi akses ke uang tunai.
Rekonsiliasi bank: Membandingkan catatan perusahaan dengan laporan bank secara rutin untuk mengidentifikasi perbedaan.
Pembatasan otorisasi: Mengharuskan persetujuan dari pihak yang berwenang untuk transaksi kas tertentu.
3. Penyajian dan pengungkapan kas dalam laporan keuangan
Penyajian: Kas dan setara kas disajikan sebagai aset lancar dalam neraca perusahaan. Setara kas adalah investasi jangka pendek yang sangat likuid dan siap dicairkan dengan risiko perubahan nilai yang minimal.
Pengungkapan:
Catatan atas Laporan Keuangan (CALK): harus mengungkapkan komponen kas (misalnya, uang tunai di tangan, saldo bank) dan setiap pembatasan terhadap penggunaan kas.
Jika ada investasi jangka pendek yang diklasifikasikan sebagai setara kas, jenis investasi tersebut harus diungkapkan.
4. Pengertian dan pengakuan piutang
Pengertian Piutang: Piutang adalah hak perusahaan untuk menagih sejumlah uang dari pelanggan atau pihak lain atas barang atau jasa yang telah diberikan secara kredit.
Pengakuan: Piutang diakui pada saat perusahaan telah menyerahkan barang atau jasa kepada pelanggan dan memiliki hak untuk menerima pembayaran. Ini biasanya terjadi ketika perusahaan telah mengirimkan faktur kepada pelanggan.
5. Penilaian, perhitungan penurunan nilai, penyajian, dan pengungkapan piutang
Penilaian: Piutang dinilai berdasarkan nilai bersih yang dapat direalisasi (net realizable value). Ini adalah jumlah piutang yang diharapkan akan diterima, setelah dikurangi estimasi piutang tak tertagih.
Perhitungan Penurunan Nilai (Impairment): Penilaian penurunan nilai dilakukan secara berkala untuk mengestimasi kerugian yang mungkin terjadi dari piutang yang tidak dapat ditagih. Penurunan nilai ini dicatat dalam akun penyisihan piutang tak tertagih.
Penyajian: Piutang disajikan dalam neraca sebagai aset lancar. Jumlah yang dilaporkan adalah nilai bersih, yaitu piutang kotor dikurangi penyisihan piutang tak tertagih.
Pengungkapan: Perusahaan harus mengungkapkan kebijakan akuntansi yang digunakan untuk piutang, termasuk metode penilaian dan metode yang digunakan untuk menentukan piutang yang tidak dapat ditagih

AKM A2025 -> Diskusi

oleh Dera Lediana -
metode LIFO akan menghasilkan laba bersih yang lebih rendah dibandingkan FIFO karena biaya persediaan yang terjual lebih tinggi. Sebaliknya, selama periode penurunan harga, LIFO akan menghasilkan laba bersih yang lebih tinggi dibandingkan FIFO.
Periode harga meningkat (inflasi)
LIFO: Menghasilkan laba bersih yang lebih rendah.
Alasan: Persediaan terbaru yang dibeli dengan harga lebih mahal dikeluarkan terlebih dahulu sebagai Harga Pokok Penjualan (HPP).
Dampak: HPP yang lebih tinggi akan mengurangi laba, yang juga berarti beban pajak yang lebih rendah.
FIFO: Menghasilkan laba bersih yang lebih tinggi.
Alasan: Persediaan terlama yang dibeli dengan harga lebih murah dikeluarkan terlebih dahulu sebagai HPP.
Dampak: HPP yang lebih rendah akan menghasilkan laba yang lebih tinggi, yang juga berarti beban pajak yang lebih tinggi.
Periode harga menurun (deflasi)
LIFO: Menghasilkan laba bersih yang lebih tinggi.
Alasan: Persediaan terbaru yang dibeli dengan harga lebih murah dikeluarkan terlebih dahulu sebagai HPP.
Dampak: HPP yang lebih rendah akan meningkatkan laba bersih.
FIFO: Menghasilkan laba bersih yang lebih rendah.
Alasan: Persediaan terlama yang dibeli dengan harga lebih mahal dikeluarkan terlebih dahulu sebagai HPP.
Dampak: HPP yang lebih tinggi akan mengurangi laba bersih.