གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Tantowi Jauhari

AKM A2025 -> Diskusi

Tantowi Jauhari གིས-
Nama : Tantowi Jauhari
NPM : 2413031008

Nilai waktu dari uang adalah prinsip dasar dalam ilmu keuangan yang menyatakan bahwa nilai sejumlah uang saat ini lebih besar daripada nilai uang yang sama di masa mendatang. Hal ini terjadi karena uang yang dimiliki sekarang dapat digunakan untuk investasi, disimpan di bank, atau dimanfaatkan dalam kegiatan ekonomi sehingga menghasilkan tambahan keuntungan (bunga, dividen, atau laba).
Konsep ini muncul karena adanya faktor bunga, inflasi, dan peluang investasi. Semakin cepat uang dimanfaatkan, semakin besar pula potensi pertambahan nilainya. Sebaliknya, jika uang baru diterima di masa depan, maka nilainya akan berkurang dibandingkan uang yang diterima sekarang.

TA2025 -> CASE STUDY

Tantowi Jauhari གིས-
Nama : Tantowi Jauhari
NPM : 2413031008

1. Basis Pengukuran
Dalam kasus mesin produksi PT Surya Terang, terdapat dua basis pengukuran yang relevan, yaitu biaya historis dan nilai wajar. Biaya historis berarti aset dicatat sebesar harga beli awal Rp1 miliar dikurangi penyusutan, sehingga nilai tercatat pada 2025 adalah Rp600 juta. Kelebihan biaya historis adalah mudah diverifikasi, stabil, dan berbasis bukti transaksi, namun kelemahannya tidak lagi mencerminkan kondisi ekonomi terkini. Sementara itu, nilai wajar adalah harga pasar aset saat ini, yaitu Rp400 juta berdasarkan penilaian independen. Kelebihan nilai wajar adalah lebih relevan karena mencerminkan keadaan pasar saat ini, tetapi kelemahannya adalah sifatnya yang fluktuatif dan sangat bergantung pada estimasi penilai.

2. Implikasi Model Revaluasi
Jika PT Surya Terang menggunakan model revaluasi, maka laporan posisi keuangan akan menunjukkan penurunan nilai mesin dari Rp600 juta menjadi Rp400 juta, sehingga aset perusahaan berkurang Rp200 juta. Penurunan ini bisa dicatat sebagai kerugian revaluasi di laporan laba rugi apabila tidak ada saldo surplus revaluasi sebelumnya, atau dibebankan ke ekuitas melalui laba rugi komprehensif lain jika surplus tersedia. Selain itu, beban penyusutan di periode berikutnya akan berkurang karena nilai tercatat aset menjadi lebih rendah setelah revaluasi.

3. Relevansi vs Keandalan
Penggunaan nilai wajar dalam kasus ini lebih memenuhi aspek relevansi karena menggambarkan nilai ekonomi aset yang sesungguhnya di pasar, sehingga lebih bermanfaat bagi investor dan kreditor dalam pengambilan keputusan. Namun, dari sisi keandalan, biaya historis lebih unggul karena objektif dan mudah diverifikasi. Dalam situasi PT Surya Terang, adanya penilaian independen membuat nilai wajar cukup andal untuk digunakan. Dengan demikian, meskipun biaya historis tetap penting, nilai wajar lebih tepat dipilih agar laporan keuangan mencerminkan realitas ekonomi yang ada.