Posts made by Tantowi Jauhari

TA2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Tantowi Jauhari -
Nama : Tantowi Jauhari
NPM : 2413031008

Jurnal ke-1
Jurnal pertama karya Nasution dkk. (2020) menjelaskan secara teoritis mengenai Positive Accounting Theory (PAT) yang dikembangkan oleh Watts dan Zimmerman (1986). Teori ini berusaha menjelaskan dan memprediksi perilaku manajemen dalam memilih kebijakan akuntansi yang dapat memaksimalkan kepentingan mereka sendiri. PAT didasarkan pada tiga hipotesis utama, yaitu bonus plan hypothesis (manajer memilih metode akuntansi untuk meningkatkan laba demi bonus), debt covenant hypothesis (menghindari pelanggaran perjanjian utang dengan menaikkan laba), dan political cost hypothesis (menurunkan laba untuk mengurangi tekanan politik). Jurnal ini menegaskan bahwa teori akuntansi positif memberikan kontribusi besar terhadap penelitian empiris karena berfokus pada perilaku ekonomi manajer dan konsekuensi kebijakan akuntansi terhadap perusahaan, meskipun mendapat kritik karena terlalu pragmatis dan kurang memperhatikan aspek etika serta kepentingan publik.

Jurnal ke-2
Sementara itu, jurnal kedua karya Ahmad & Nawangsari (2025) membahas penerapan teori normatif dan positif dalam praktik akuntansi dua perusahaan besar di Indonesia, yakni PT Astra International Tbk (manufaktur) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (teknologi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Astra lebih menerapkan pendekatan normatif, yang menekankan kepatuhan terhadap standar akuntansi dan legitimasi sosial, sedangkan Telkom lebih condong ke teori positif, yang berorientasi pada fleksibilitas dan kepentingan manajerial dalam menghadapi dinamika pasar. Penelitian ini menegaskan bahwa pilihan kebijakan akuntansi dipengaruhi oleh karakteristik industri, regulasi, serta tekanan dari pemangku kepentingan. Dengan demikian, teori normatif dan positif bukanlah dua hal yang saling meniadakan, tetapi dapat diterapkan secara bersamaan tergantung pada konteks dan tujuan perusahaan.

Opini dari kedua jurnal :
Opini pribadi saya, kedua jurnal ini saling melengkapi dalam menjelaskan hubungan antara teori dan praktik akuntansi. Jurnal Nasution dkk. memberikan dasar teoritis yang kuat untuk memahami perilaku manajer dalam memilih metode akuntansi, sedangkan jurnal Ahmad & Nawangsari menunjukkan penerapan nyata teori tersebut dalam konteks perusahaan di Indonesia. Saya berpendapat bahwa dalam praktik modern, akuntansi tidak dapat hanya berorientasi pada satu pendekatan. Diperlukan keseimbangan antara relevansi (positif) dan keandalan serta etika (normatif) agar laporan keuangan tidak hanya memenuhi kepentingan ekonomi, tetapi juga menjamin transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik terhadap dunia usaha.

TA2025 -> CASE STUDY

by Tantowi Jauhari -
Nama : Tantowi Jauhari
NPM : 2413031008

1. Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Fair Value dibandingkan Historical Cost
Penggunaan fair value pada aset tetap memberikan informasi yang lebih relevan dan mencerminkan nilai pasar terkini, sehingga memudahkan investor menilai posisi keuangan perusahaan. Metode ini juga meningkatkan transparansi terhadap kondisi ekonomi yang dinamis, terutama di sektor properti yang nilai pasarnya sering berubah. Namun, kelemahannya adalah adanya subjektivitas tinggi dalam penilaian karena bergantung pada asumsi pihak ketiga, potensi fluktuasi besar dalam laporan keuangan, serta biaya tinggi untuk melakukan revaluasi berkala.

2. Relevansi dan Keandalan Nilai Wajar dalam Konteks Indonesia dan IFRS
Dalam konteks PSAK 16 dan IFRS, penggunaan fair value diakui dapat meningkatkan relevansi laporan keuangan karena mencerminkan nilai ekonomi saat ini. Namun, keandalan dapat terganggu jika pasar properti tidak likuid atau data penilaian sulit diverifikasi. Oleh karena itu, untuk menjaga keseimbangan antara relevansi dan keandalan, penilaian harus dilakukan oleh penilai independen bersertifikat, dengan metode dan asumsi yang diungkapkan secara transparan serta menggunakan data pasar yang dapat diuji keabsahannya.

3. Rekomendasi Kebijakan sebagai Anggota DSAK IAI
Sebagai anggota Komite Standar Akuntansi Keuangan (DSAK IAI), saya merekomendasikan agar penggunaan fair value dalam pelaporan aset tetap sektor properti diterapkan secara selektif. Entitas yang ingin menggunakan metode ini harus memiliki sistem pengendalian internal yang kuat serta didukung pasar properti yang aktif dan transparan. Selain itu, hasil revaluasi perlu diaudit secara independen dan disertai pengungkapan lengkap tentang metode dan asumsi penilaian. Kebijakan ini selaras dengan prinsip IFRS yang menekankan relevansi, keandalan, dan keterbandingan laporan keuangan bagi para pengguna.

TA2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Tantowi Jauhari -
Nama : Tantowi Jauhari
NPM : 2413031008

Jurnal “Historical Costs versus Fair Value Measurement in Financial Accounting” oleh Dana Dvořáková (2009) membahas secara mendalam perbedaan antara dua metode utama pengukuran akuntansi, yaitu biaya historis (historical cost) dan nilai wajar (fair value). Historical cost mengukur aset berdasarkan harga perolehan awal dan bersifat objektif, stabil, serta mudah diverifikasi, namun sering kali tidak mencerminkan nilai ekonomi terkini. Sementara itu, fair value mengukur aset berdasarkan harga pasar saat ini sehingga lebih relevan dan informatif bagi pengguna laporan keuangan, tetapi cenderung fluktuatif dan bisa subjektif bila tidak ada pasar aktif.

Penulis menjelaskan bahwa standar IFRS semakin mendorong penggunaan fair value, terutama pada instrumen keuangan dan aset tertentu seperti properti investasi (IAS 40) dan aset biologis (IAS 41). Namun, sebagian besar aset masih diukur menggunakan historical cost pada saat pengakuan awal. Dalam konteks krisis keuangan global, Dvořáková juga menyoroti bahwa penggunaan fair value menjadi kontroversial karena sulit menentukan nilai pasar yang realistis ketika pasar tidak stabil.

Jadi kesimpulannya, jurnal ini menegaskan bahwa tidak ada metode pengukuran yang sepenuhnya ideal. Penggabungan antara historical cost dan fair value dianggap paling tepat untuk menghasilkan laporan keuangan yang relevan, andal, serta mencerminkan kondisi ekonomi perusahaan secara lebih akurat dan seimbang.

TA2025 -> DISKUSI

by Tantowi Jauhari -
Nama : Tantowi Jauhari
NPM : 2413031008

Setelah menyimak video “Historical Cost vs Fair Value Accounting”, dapat dipahami bahwa video tersebut menjelaskan perbedaan antara dua metode pengukuran akuntansi, yaitu historical cost dan fair value. Historical cost mencatat aset berdasarkan harga perolehan awal, sedangkan fair value menilai aset sesuai nilai pasar saat ini. Metode historical cost bersifat objektif dan stabil, tetapi kurang relevan karena tidak mencerminkan nilai pasar sebenarnya. Sebaliknya, fair value lebih relevan dan informatif, namun dapat berubah-ubah dan terkadang subjektif. Secara keseluruhan, video ini menegaskan bahwa kedua metode memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dan penggunaannya bergantung pada jenis aset serta kondisi pasar.

AKM A2025 -> Diskusi

by Tantowi Jauhari -
Nama : Tantowi Jauhari
NPM : 2413031008

1. Pengertian dan Jenis Instrumen Keuangan
Instrumen keuangan adalah kontrak yang menimbulkan aset keuangan bagi satu pihak dan kewajiban keuangan atau instrumen ekuitas bagi pihak lain. Jenisnya terdiri dari:
- Aset keuangan seperti kas, piutang, investasi, dan obligasi.
- Liabilitas keuangan seperti utang usaha dan pinjaman bank.
- Instrumen ekuitas seperti saham biasa atau saham preferen.

2. Kas dan Pengendalian Internal terhadap Kas
Kas adalah aset yang paling likuid, meliputi uang tunai di tangan, saldo rekening bank, dan setara kas. Pengendalian internal terhadap kas bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan dan memastikan keakuratan catatan kas. Langkah-langkahnya meliputi pemisahan tugas, otorisasi transaksi kas, rekonsiliasi bank berkala, dan penggunaan dana kas kecil untuk pengeluaran rutin.

3. Penyajian dan Pengungkapan Kas
Kas disajikan dalam neraca pada bagian aset lancar, sedangkan perubahan kas disajikan dalam laporan arus kas berdasarkan tiga aktivitas: operasi, investasi, dan pendanaan. Pengungkapan biasanya mencakup kebijakan manajemen kas, saldo kas yang dibatasi, serta informasi rekonsiliasi bank.

4. Pengertian dan Pengakuan Piutang
Piutang adalah hak perusahaan untuk menerima pembayaran dari pelanggan akibat penjualan barang atau jasa secara kredit. Piutang diakui ketika perusahaan telah menyerahkan barang atau jasa dan memiliki hak hukum untuk menagih pembayaran meskipun uang belum diterima.

5. Penilaian, Penurunan Nilai, Penyajian, dan Pengungkapan Piutang
Piutang dicatat sebesar nilai yang dapat direalisasikan, yaitu jumlah yang kemungkinan dapat diterima. Bila ada risiko tidak tertagih, perusahaan membentuk cadangan kerugian piutang. Piutang disajikan di neraca setelah dikurangi cadangan tersebut, dan diungkapkan metode penilaian serta jumlah piutang yang dihapuskan.

6. Analisis Kas dan Piutang
Analisis kas dan piutang digunakan untuk menilai likuiditas serta efektivitas pengelolaan keuangan perusahaan. Beberapa ukuran yang digunakan antara lain rasio likuiditas, perputaran piutang, dan rata-rata periode penagihan. Hasil analisis membantu menilai kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek dan mengelola piutang secara efisien.