Nama: Eka Saryuni
NPM: 2413031030
a. Kerangka Konseptual PSAK/IFRS berperan sebagai acuan ketika tidak ada standar khusus, dengan membantu manajemen menentukan pengakuan dan pengukuran berdasarkan prinsip dasar seperti relevansi dan penyajian yang jujur, sehingga tetap mencerminkan kondisi ekonomi sebenarnya.
b. Goodwill dapat diakui karena menggambarkan potensi manfaat di masa depan, tetapi jika didasarkan pada asumsi yang terlalu optimistis, nilainya bisa tidak mencerminkan realitas. Penilaian aset tidak berwujud dengan nilai wajar tanpa pasar aktif juga rawan subjektivitas, sehingga berpotensi bias.
c. Penggunaan professional judgment yang keliru dapat menyebabkan kesalahan material dalam laporan keuangan, menyesatkan pengguna, melanggar prinsip etika, dan menurunkan kepercayaan terhadap perusahaan.
d. Kasus ini dapat dijadikan contoh pembelajaran untuk melatih pola pikir kritis siswa serta menekankan bahwa akuntansi tidak hanya teknis, tetapi juga menuntut tanggung jawab dan etika.
NPM: 2413031030
a. Kerangka Konseptual PSAK/IFRS berperan sebagai acuan ketika tidak ada standar khusus, dengan membantu manajemen menentukan pengakuan dan pengukuran berdasarkan prinsip dasar seperti relevansi dan penyajian yang jujur, sehingga tetap mencerminkan kondisi ekonomi sebenarnya.
b. Goodwill dapat diakui karena menggambarkan potensi manfaat di masa depan, tetapi jika didasarkan pada asumsi yang terlalu optimistis, nilainya bisa tidak mencerminkan realitas. Penilaian aset tidak berwujud dengan nilai wajar tanpa pasar aktif juga rawan subjektivitas, sehingga berpotensi bias.
c. Penggunaan professional judgment yang keliru dapat menyebabkan kesalahan material dalam laporan keuangan, menyesatkan pengguna, melanggar prinsip etika, dan menurunkan kepercayaan terhadap perusahaan.
d. Kasus ini dapat dijadikan contoh pembelajaran untuk melatih pola pikir kritis siswa serta menekankan bahwa akuntansi tidak hanya teknis, tetapi juga menuntut tanggung jawab dan etika.