Nama: Eka Saryuni
Npm: 2413031030
Jurnal di atas membahas tentang Teori Akuntansi Positif (PAT), sebuah pendekatan yang muncul sebagai alternatif dari Teori Akuntansi Normatif. PAT tidak berfokus pada apa yang seharusnya dilakukan dalam akuntansi, melainkan berusaha menjelaskan dan memprediksi praktik akuntansi yang terjadi di dunia nyata.
Perbedaan Antara Teori Akuntansi Positif dan Normatif.
- Teori Normatif berupaya menjelaskan informasi apa yang harus dikomunikasikan kepada pengguna informasi akuntansi dan bagaimana informasi tersebut harus disajikan. Pendekatan ini tidak dihasilkan dari penelitian empiris.
- Teori Positif berusaha untuk menjelaskan mengapa praktik akuntansi mencapai bentuknya yang sekarang. Pendekatan ini menekankan perlunya penelitian empiris untuk menguji apakah teori akuntansi dapat menjelaskan praktik yang berlaku.
Alasan Pergeseran ke Pendekatan Positif
Menurut Watts dan Zimmerman, ada tiga alasan utama mengapa penelitian akuntansi beralih dari pendekatan normatif ke pendekatan positif:
Pengujian Empiris: Pendekatan normatif tidak dapat diuji secara empiris karena didasarkan pada asumsi yang tidak valid.
Fokus Kesejahteraan: Pendekatan normatif lebih berfokus pada kesejahteraan investor individu daripada kesejahteraan masyarakat secara umum.
Alokasi Sumber Daya: Pendekatan normatif dianggap menyebabkan alokasi sumber daya ekonomi yang suboptimal.
Tiga Hipotesis Utama PAT
PAT memiliki tiga hipotesis yang menjadi dasar penelitian akuntansi saat ini, yang dikembangkan oleh Watts dan Zimmerman pada tahun 1990:
Hipotesis Rencana Bonus: Manajer cenderung menggunakan kebijakan akuntansi, seperti akuntansi akrual, untuk memaksimalkan bonus yang mereka terima.
Hipotesis Perjanjian Utang: Manajer berupaya meningkatkan laba dan aset untuk mengurangi biaya negosiasi ulang utang, sehingga pelaporan laba menjadi kurang konservatif.
Hipotesis Biaya Politik: Perusahaan yang lebih besar cenderung lebih sensitif terhadap biaya politik. Untuk menghindari pajak yang tinggi, manajemen akan melaporkan laba yang rendah, yang mengarah pada pelaporan laba yang konservatif.