Nama : Anggit Yunizar
NPM : 2413031046
Setelah menonton video yang membahas mengenai “Kerangka Pengukuran Laporan Keuangan ACCA (FR)”, dapat disimpulkan bahwa video tersebut menjelaskan tentang kerangka konseptual dalam akuntansi, khususnya yang berkaitan dengan pengukuran aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban setelah pengakuan awal. Kerangka ini berfungsi sebagai fondasi dalam penyusunan dan penerapan standar akuntansi untuk meningkatkan konsistensi, transparansi, serta kemampuan membandingkan laporan keuangan. Tujuan utama dari pengukuran adalah menetapkan nilai yang relevan dan andal agar informasi dalam laporan keuangan dapat dengan mudah dipahami oleh pengguna. Terdapat beberapa basis pengukuran utama, yaitu biaya historis, biaya saat ini, nilai wajar, dan nilai guna atau nilai pemenuhan. Biaya historis mencatat nilai berdasarkan harga pembelian awal yang sederhana dan objektif, tetapi kurang relevan saat terjadi inflasi tinggi. Biaya saat ini mencerminkan biaya pengganti yang berlaku saat ini, relevan untuk pengambilan keputusan ekonomi, namun sulit diukur. Nilai wajar didasarkan pada harga pasar dari transaksi yang adil, relevan dan mencerminkan kondisi pasar, tetapi berisiko subjektif jika pasar tidak aktif. Sementara itu, nilai guna atau nilai pemenuhan menggambarkan manfaat ekonomi di masa depan yang didiskontokan, sehingga mencerminkan aliran kas mendatang, tetapi sangat bergantung pada asumsi. Dalam praktiknya, tidak ada satu basis pengukuran yang sesuai untuk semua akun, sehingga standar akuntansi biasanya menggunakan pendekatan campuran. Misalnya, aset keuangan sering diukur menggunakan nilai wajar, sedangkan properti dicatat berdasarkan biaya historis. Pemilihan basis pengukuran dipengaruhi oleh pertimbangan relevansi, representasi yang akurat, kemampuan membandingkan antarperiode, serta keseimbangan antara biaya dan manfaat. Implikasinya, pengukuran dapat memengaruhi laporan laba rugi maupun posisi keuangan, bahkan menimbulkan volatilitas apabila menggunakan nilai wajar saat pasar berfluktuasi. Kondisi ini juga menjadi perhatian penting bagi auditor dalam menilai kewajaran laporan keuangan.