Kiriman dibuat oleh Anggit Yunizar

AKM B2025 -> Diskusi

oleh Anggit Yunizar -
Nama : Anggit Yunizar
NPM : 2413031046
1. instrumen keuangan

merupakan kontrak yang menimbulkan timbulnya aset keuangan,
liabilitas keuangan, maupun instrumen ekuitas pada entitas lain. Jenis- jenis instrumen keuangan Instrumen kas, Saham, Obligasi, Pinjaman, Obligasi Konversi, Konversi Utang, dll
2. Kas adalah uang yang dimiliki perusahaan, baik dalam bentuk tunai maupun yang ada di bank, dan bisa langsung dipakai untuk kegiatan sehari-hari. Pengendalian internal terhadap kas berarti upaya untuk menjaga agar uang perusahaan aman, tidak disalahgunakan, dan tercatat dengan benar.
3. Kas ditampilkan di neraca bagian aset lancar, yaitu uang tunai dan saldo di bank yang bisa langsung dipakai. Dalam catatan laporan keuangan, dijelaskan lebih detail seperti jenis kas yang dimiliki, saldo di tiap rekening, serta apakah ada kas yang penggunaannya dibatasi.
4. Piutang adalah uang yang belum dibayar oleh pelanggan karena perusahaan sudah memberikan barang atau jasa secara kredit. Piutang diakui saat perusahaan sudah menyerahkan barang atau jasa, dan punya hak untuk menagih pembayaran dari pelanggan.
5. Piutang dinilai berdasarkan jumlah yang bisa benar-benar ditagih. Kalau ada yang kemungkinan tidak dibayar, dibuat cadangan kerugian piutang. Di laporan keuangan, piutang ditampilkan di aset lancar setelah dikurangi cadangan kerugian tadi. Dalam catatan laporan keuangan, dijelaskan total piutang, jumlah yang diperkirakan tak tertagih, dan cara perusahaan menilainya.
6. Analisis kas dan piutang dilakukan untuk melihat seberapa baik perusahaan mengelola uang dan menagih utang dari pelanggan. Caranya bisa dengan:
a. Melihat perputaran kas, apakah uang cepat berputar atau tidak.

b. Melihat perputaran piutang, seberapa cepat pelanggan membayar.
c. Mengecek umur piutang, mana yang sudah lama belum dibayar.
Tujuannya supaya perusahaan tahu kondisi keuangannya sehat atau tidak.

TA B 2025 -> DISKUSI

oleh Anggit Yunizar -
Nama : Anggit Yunizar
NPM : 2413031046
Setelah menonton video yang membahas mengenai “Kerangka Pengukuran Laporan Keuangan ACCA (FR)”, dapat disimpulkan bahwa video tersebut menjelaskan tentang kerangka konseptual dalam akuntansi, khususnya yang berkaitan dengan pengukuran aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban setelah pengakuan awal. Kerangka ini berfungsi sebagai fondasi dalam penyusunan dan penerapan standar akuntansi untuk meningkatkan konsistensi, transparansi, serta kemampuan membandingkan laporan keuangan. Tujuan utama dari pengukuran adalah menetapkan nilai yang relevan dan andal agar informasi dalam laporan keuangan dapat dengan mudah dipahami oleh pengguna. Terdapat beberapa basis pengukuran utama, yaitu biaya historis, biaya saat ini, nilai wajar, dan nilai guna atau nilai pemenuhan. Biaya historis mencatat nilai berdasarkan harga pembelian awal yang sederhana dan objektif, tetapi kurang relevan saat terjadi inflasi tinggi. Biaya saat ini mencerminkan biaya pengganti yang berlaku saat ini, relevan untuk pengambilan keputusan ekonomi, namun sulit diukur. Nilai wajar didasarkan pada harga pasar dari transaksi yang adil, relevan dan mencerminkan kondisi pasar, tetapi berisiko subjektif jika pasar tidak aktif. Sementara itu, nilai guna atau nilai pemenuhan menggambarkan manfaat ekonomi di masa depan yang didiskontokan, sehingga mencerminkan aliran kas mendatang, tetapi sangat bergantung pada asumsi. Dalam praktiknya, tidak ada satu basis pengukuran yang sesuai untuk semua akun, sehingga standar akuntansi biasanya menggunakan pendekatan campuran. Misalnya, aset keuangan sering diukur menggunakan nilai wajar, sedangkan properti dicatat berdasarkan biaya historis. Pemilihan basis pengukuran dipengaruhi oleh pertimbangan relevansi, representasi yang akurat, kemampuan membandingkan antarperiode, serta keseimbangan antara biaya dan manfaat. Implikasinya, pengukuran dapat memengaruhi laporan laba rugi maupun posisi keuangan, bahkan menimbulkan volatilitas apabila menggunakan nilai wajar saat pasar berfluktuasi. Kondisi ini juga menjadi perhatian penting bagi auditor dalam menilai kewajaran laporan keuangan.

TA B 2025 -> DISKUSI

oleh Anggit Yunizar -
Nama : Anggit Yunizar
NPM : 2413031046

Kerangka Konseptual FASB (Financial Accounting Standards Board) bisa dibilang sebagai panduan dasar yang dipakai untuk membuat aturan dan standar akuntansi. Tujuannya supaya laporan keuangan bisa memberikan informasi yang jelas, akurat, dan berguna buat orang yang butuh, seperti investor atau kreditur, ketika mereka mau ambil keputusan keuangan. Di dalamnya ada beberapa bagian penting, misalnya tentang tujuan pelaporan keuangan, ciri-ciri informasi yang bagus (harus relevan, bisa dipercaya, dan mudah dibandingkan), serta unsur laporan keuangan seperti aset, utang, modal, pendapatan, dan beban. Kerangka ini juga ngatur kapan dan gimana suatu hal dicatat di laporan keuangan, termasuk nilai pengukurannya. FASB juga menambahkan batasan seperti keseimbangan antara biaya dan manfaat, supaya laporan tetap efisien tapi tetap informatif. Menariknya, di tahun 2024 FASB nambahin bab baru, Chapter 6: Measurement, yang bahas soal cara mengukur nilai dalam laporan keuangan. Secara keseluruhan, kerangka ini jadi pegangan penting biar aturan akuntansi tetap konsisten dan bisa dipercaya, meskipun masih ada beberapa kritik soal penerapannya di dunia nyata.