Nama : Anggit Yunizar
NPM : 2413031046
Perbedaan utama antara aset tetap dan properti investasi terletak pada tujuan kepemilikannya. Aset tetap digunakan untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan, seperti mesin, kendaraan, atau gedung kantor yang dipakai dalam proses produksi atau pelayanan. Sementara itu, properti investasi dimiliki bukan untuk digunakan, melainkan untuk menghasilkan pendapatan, seperti disewakan atau ditahan karena nilai jualnya yang berpotensi meningkat di masa depan. Secara akuntansi, aset tetap diatur dalam PSAK 16 dan disusutkan sesuai umur manfaatnya, sedangkan properti investasi mengikuti PSAK 13 dengan pengukuran yang bisa berdasarkan biaya atau nilai wajar.
Jika saya diminta memilih, saya akan lebih memilih membeli properti investasi. Alasannya, properti investasi dapat memberikan dua keuntungan sekaligus, yaitu pendapatan pasif dari sewa dan potensi kenaikan nilai aset dari waktu ke waktu. Selain itu, properti cenderung lebih tahan terhadap inflasi dan bisa dijadikan diversifikasi aset ketika bisnis utama mengalami penurunan. Nilainya juga relatif stabil dan mudah dijual kembali dibandingkan aset tetap seperti mesin atau kendaraan yang cepat mengalami penyusutan. Dengan demikian, properti investasi menjadi pilihan yang lebih menguntungkan untuk jangka panjang karena mampu menjaga nilai kekayaan sekaligus memberikan aliran pendapatan yang berkelanjutan.
NPM : 2413031046
Perbedaan utama antara aset tetap dan properti investasi terletak pada tujuan kepemilikannya. Aset tetap digunakan untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan, seperti mesin, kendaraan, atau gedung kantor yang dipakai dalam proses produksi atau pelayanan. Sementara itu, properti investasi dimiliki bukan untuk digunakan, melainkan untuk menghasilkan pendapatan, seperti disewakan atau ditahan karena nilai jualnya yang berpotensi meningkat di masa depan. Secara akuntansi, aset tetap diatur dalam PSAK 16 dan disusutkan sesuai umur manfaatnya, sedangkan properti investasi mengikuti PSAK 13 dengan pengukuran yang bisa berdasarkan biaya atau nilai wajar.
Jika saya diminta memilih, saya akan lebih memilih membeli properti investasi. Alasannya, properti investasi dapat memberikan dua keuntungan sekaligus, yaitu pendapatan pasif dari sewa dan potensi kenaikan nilai aset dari waktu ke waktu. Selain itu, properti cenderung lebih tahan terhadap inflasi dan bisa dijadikan diversifikasi aset ketika bisnis utama mengalami penurunan. Nilainya juga relatif stabil dan mudah dijual kembali dibandingkan aset tetap seperti mesin atau kendaraan yang cepat mengalami penyusutan. Dengan demikian, properti investasi menjadi pilihan yang lebih menguntungkan untuk jangka panjang karena mampu menjaga nilai kekayaan sekaligus memberikan aliran pendapatan yang berkelanjutan.