གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Anggit Yunizar

TA B 2025 -> DISKUSI

Anggit Yunizar གིས-
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Nama : Anggit Yunizar
NPM : 2413031046
Kelas : 24B
Izin mengirimkan kesimpulan yang saya dapat dari video Histoty Of Accounting di atas
Video “History of Accounting and Interesting Current Trends in Accounting up till 2024” menceritakan bagaimana akuntansi berkembang dari masa lalu hingga sekarang. Awalnya, akuntansi hanya berupa catatan sederhana untuk mencatat transaksi di peradaban kuno. Seiring berkembangnya perdagangan, muncullah sistem pembukuan berpasangan (debit-kredit) yang kemudian menjadi dasar laporan keuangan modern.
Dulu akuntansi hanya dianggap sebagai alat pencatat, tapi sekarang perannya jauh lebih luas. Akuntansi menjadi sarana penting dalam membantu manajemen, investor, maupun pihak lain dalam mengambil keputusan. Tidak lagi hanya melaporkan angka masa lalu, akuntansi kini juga digunakan untuk menganalisis kondisi bisnis dan memprediksi masa depan.
Di era modern, akuntansi semakin terhubung dengan teknologi. Banyak perusahaan sudah menggunakan software akuntansi berbasis cloud, otomatisasi, bahkan kecerdasan buatan untuk mempercepat analisis. Big data juga membantu akuntan membaca pola keuangan dengan lebih akurat. Selain itu, pelaporan keuangan kini mulai memasukkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), sehingga akuntansi tidak hanya soal uang, tetapi juga keberlanjutan.
Intinya, video ini menekankan bahwa akuntansi adalah bahasa bisnis yang terus berevolusi. Dari sekadar catatan sederhana, kini akuntansi menjadi alat strategis yang bukan hanya mencatat, tapi juga memberi arah dalam pengambilan keputusan dan menjaga transparansi bisnis di tengah dunia yang terus berubah.

AKM B2025 -> Diskusi

Anggit Yunizar གིས-
Nama : Anggit Yunizar
NPM : 2413031046
Kelas : 24B

Menurut saya pengembangan kerangka kerja definisional untuk unsur-unsur dasar dari akuntansi diperlukan karena  untuk memberikan panduan sistematis, meningkatkan konsistensi, dan mempermudah pemahaman dalam penetapan standar akuntansi. Hal ini memungkinkan penyusunan laporan keuangan yang lebih relevan, dapat diandalkan, dan dapat dibandingkan oleh para pemangku kepentingan, serta menjadi referensi untuk menyelesaikan masalah akuntansi yang muncul dan mendorong praktik yang koheren. Berikut ini merupakan penjelasan secara jelasnya:
1. Panduan Sistematis untuk Penyusun Standar.
Kerangka kerja memberikan dasar teori yang koheren bagi badan penetapan standar (seperti IASB atau FASB) untuk mengembangkan dan merevisi standar akuntansi secara konsisten dan logis. 
2. Meningkatkan Konsistensi dan Keterbandingan.
Dengan adanya definisi yang jelas, praktik akuntansi menjadi lebih konsisten antar entitas dan antar periode, sehingga laporan keuangan lebih dapat dibandingkan oleh pengguna.
3. Mempermudah Pemahaman Pengguna Laporan Keuangan.
Kerangka kerja membantu pengguna informasi akuntansi (investor, kreditor, dll.) untuk memahami konsep-konsep dasar dan keterbatasan informasi yang disajikan, karena didasarkan pada prinsip yang jelas. 
4. Referensi dalam Penyelesaian Masalah Akuntansi Baru.
Ketika muncul transaksi atau situasi ekonomi baru yang belum diatur dalam standar yang ada, kerangka kerja konseptual menjadi acuan bagi akuntan untuk menganalisis dan memutuskan perlakuan yang tepat. 
5. Mendorong Kualitas Informasi Akuntansi.
Kerangka kerja mendorong penerapan karakteristik kualitas informasi, seperti relevansi, keandalan, objektivitas, dan verifiabilitas, yang penting untuk pengambilan keputusan ekonomi. 
6. Meningkatkan Kredibilitas Pelaporan Keuangan
Kredibilitas pelaporan keuangan meningkat karena laporan didasarkan pada serangkaian persyaratan akuntansi yang konsisten secara internal dan terstruktur dengan baik. 
7. Mempersiapkan Standar di Masa Depan
Kerangka kerja tidak hanya memberikan panduan untuk praktik saat ini, tetapi juga membantu dalam mengantisipasi dan menyediakan kerangka untuk praktik akuntansi di masa depan.

AKM B2025 -> Diskusi

Anggit Yunizar གིས-
Nama : Anggit Yunizar
NPM : 2413031046
Kelas : 24B

1. Jika saya harus menjelaskan atau mendefinisikan prinsip-prinsip atau standar akuntansi yang diterima umum, karakteristik dasar yang akan saya masukkan dalam penjelasan saya adalah informasi akuntansi harus relevan/memiliki nilai guna dalam pengambilan keputusan ekonomi oleh pengguna laporan keuangan. Salain itu, informasi harus dapat dipercaya, mencerminkan keadaan yang sebenarnya, bebas dari bias, dan dapat diverifikasi. Serta metode yang digunakan akuntansi harus sama dalam penggunaannya, kecuali apabila ada alasan yang cukup kuat untuk perubahannya.

2. Menurut saya, perbedaan antara "statement of financial accounting standards FASB" dengan "statement of financial accounting concept FASB" dapat kuta pahami melalui pengertiannya terlebih dahulu. Statement of Financial Accounting Standards (SFAS) merupakan standar akuntansi yang wajib diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan di Amerika Serikat (US GAAP). Sifatnya otoritatif (mandatory) dan menjadi bagian dari GAAP. Sementara itu Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC) merupakan konsep dan kerangka kerja teoretis yang digunakan FASB dalam mengembangkan standar akuntansi.
Sifatnya non-otoritatif (tidak wajib) dan tidak menjadi bagian dari GAAP.