གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Fadhilah Izdihar

Nama : Fadhilah Izdihar
NPM : 2413031068

Saya sudah membaca materi terkait Teori Positif Kebijakan Akuntansi. Jurnal yang saya baca berjudul “Konservatisme Akuntansi: Telaah Mendalam Dalam Kerangka Teori Akuntansi Positif” oleh Lia Dwi Martika, Teti Rahmawati, dan Salehudin Yunus (2021). Jurnal ini membahas penerapan teori akuntansi positif dalam menjelaskan perilaku manajer terhadap kebijakan konservatisme akuntansi, khususnya pengaruh debt covenant, bonus plan, political cost, dan growth opportunity pada perusahaan manufaktur di BEI

AKM B2025 -> Diskusi

Fadhilah Izdihar གིས-
Nama : Fadhilah Izdihar
NPM : 2413030168

1. Instrumen keuangan adalah kontrak atau perjanjian yang menimbulkan hak dan kewajiban keuangan antara dua pihak. Artinya, satu pihak punya hak untuk menerima uang (aset keuangan), dan pihak lain punya kewajiban untuk membayar (liabilitas keuangan).
Menurut PSAK 50 dan PSAK 55, instrumen keuangan dibagi menjadi beberapa jenis:
a. Aset keuangan, contohnya kas, piutang, investasi, atau surat berharga.
b. Liabilitas keuangan, contohnya utang usaha, wesel bayar, atau obligasi
c. Instrumen ekuitas, seperti saham

2. Kas adalah aset paling likuid, artinya paling mudah digunakan untuk transaksi. Karena kas mudah dipakai dan rawan disalahgunakan, perusahaan perlu sistem pengendalian internal yang baik supaya aman dan tercatat dengan benar.

Beberapa cara pengendaliannya antara lain:

a. Pisahkan tugas antara penerima, penyimpan, dan pencatat kas.
b. Simpan uang di brankas atau tempat aman.
c. Gunakan rekening berbeda untuk penerimaan dan pengeluaran.
d. Lakukan pembayaran melalui bank atau cek agar ada bukti resmi.
e. Gunakan sistem kas kecil (imprest) untuk kebutuhan kecil dan rutin.
f. Lakukan rekonsiliasi bank secara berkala supaya catatan cocok dengan saldo rekening

3. Dalam laporan keuangan, kas ditampilkan di laporan posisi keuangan (neraca) sebagai bagian dari aset lancar.
Biasanya dibedakan menjadi:
a. Kas di tangan, seperti uang tunai atau kas kecil.
b. Kas di bank, yaitu saldo rekening perusahaan.
Di catatan atas laporan keuangan, perusahaan harus menjelaskan rincian saldo kas, sumbernya, dan jika ada pembatasan penggunaannya. Tujuannya supaya informasi keuangannya jelas dan transparan

4. Piutang adalah hak perusahaan untuk menerima pembayaran dari pelanggan atau pihak lain karena adanya transaksi penjualan barang atau jasa secara kredit.

Piutang diakui saat perusahaan telah memberikan barang/jasa dan berhak menerima uangnya, meskipun pembayarannya belum diterima. Jadi, piutang mencerminkan nilai yang akan diterima di masa depan.

5. Piutang dinilai sebesar jumlah yang bisa ditagih secara realistis (nilai bersih yang dapat direalisasi). Jika ada kemungkinan sebagian piutang tidak tertagih, perusahaan perlu membuat cadangan kerugian piutang sebagai bentuk antisipasi.

Dalam laporan keuangan:

Piutang disajikan sebagai aset lancar. Nilainya dikurangi dengan cadangan kerugian piutang agar mencerminkan jumlah bersih yang bisa diterima. Di catatan laporan keuangan, perusahaan menjelaskan rincian piutang dan kebijakan penilaiannya.

Langkah ini penting agar laporan keuangan tetap mencerminkan kondisi sebenarnya

6. Analisis kas dan piutang dilakukan untuk melihat seberapa efektif perusahaan mengelola uang dan penagihan kreditnya. Dari sisi kas, analisis membantu menilai likuiditas, yaitu kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek. Dari sisi piutang, analisis menunjukkan kecepatan penagihan dan seberapa baik perusahaan menjaga arus kas dari pelanggan. Semakin baik perusahaan mengatur kas dan piutangnya, semakin sehat pula kondisi keuangannya.