Kiriman dibuat oleh Najwa Denita Syafitri

TA B 2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Najwa Denita Syafitri -
Assalamu'alaikum wr, wb.
Nama : Najwa Denita Syafitri
Npm : 2413031065

Jurnal diatas menjelaskan bahwa akuntansi selama ini sering disebut sebagai ilmu pengukuran karena tujuannya adalah mengukur dan melaporkan informasi keuangan. Dalam teori pengukuran sosial (representational measurement theory), setiap proses pengukuran harus memenuhi beberapa syarat penting. Pertama, harus jelas apa yang diukur. Kedua, harus ada skala pengukuran yang digunakan secara konsisten. Ketiga, hasil pengukuran harus benar-benar menggambarkan kenyataan yang ada. Sayangnya, praktik akuntansi sering kali tidak memenuhi ketiga hal ini. Misalnya, nilai “value” atau “cost” dalam laporan keuangan tidak selalu memiliki dasar nyata yang pasti dan lebih banyak bergantung pada asumsi atau perkiraan.
Laporan keuangan juga disebut sebagai hasil proses pengukuran, tetapi banyak isinya yang tidak bisa disebut pengukuran sejati karena bersifat subjektif dan tidak dapat diverifikasi secara ilmiah. Contohnya, nilai aset atau laba sering ditentukan berdasarkan estimasi masa depan, bukan hasil pengamatan langsung.
Musvoto juga meninjau dua belas tujuan laporan keuangan yang pernah ditetapkan oleh Trueblood Committee (1971). Setelah dianalisis, ia menyimpulkan bahwa tidak satu pun dari tujuan tersebut benar-benar sejalan dengan prinsip teori pengukuran yang representasional. Alasannya karena informasi akuntansi sering tidak pasti, tidak objektif, dan berbeda antarperusahaan, sehingga tidak bisa dikatakan sebagai hasil pengukuran yang sah.

TA B 2025 -> DISKUSI

oleh Najwa Denita Syafitri -
Assalamu'alaikum wr, wb.
Nama : Najwa Denita Syafitri
Npm : 2413031065

Video diatas menjelaskan tentang measurement (pengukuran) dalam Conceptual Framework akuntansi (ACCA FR). (Measurement) Pengukuran adalah cara menetapkan nilai aset, kewajiban, pendapatan, atau beban agar bisa dilaporkan dalam laporan keuangan. Tujuannya agar laporan keuangan tetap relevan dan sesuai dengan kondisi nyata. Historical cost (biaya historis), yaitu nilai berdasarkan saat perolehan awal, current value / nilai kini, yaitu menyesuaikan dengan kondisi pasar sekarang. Contohnya fair value, value in use, dan current cost. Saat memilih cara pengukuran, harus memperhatikan karakteristik dari aset atau kewajiban, seberapa besar manfaat ekonomi yang akan dihasilkan, tingkat ketidakpastian dalam estimasi, biaya untuk mengukur, konsistensi agar bisa dibandingkan antar periode. Kelebihan dan kekurangan setiap basis yaitu, historical cost mudah diverifikasi tapi mungkin kurang relevan kalau nilai pasar berubah, current / fair / value in use lebih relevan dengan kondisi nyata, namun bisa subjektif dan membutuhkan estimasi.

AKM B2025 -> Diskusi

oleh Najwa Denita Syafitri -
Nama: Najwa Denita syafitri
NPM: 2413031065

1. Instrumen keuangan, perjanjian antara dua pihak tentang uang atau hak keuangan.
Jenis: a. Aset keuangan: uang tunai, tabungan di bank, piutang, dan surat berharga.
b. Kewajiban keuangan: utang dan pinjaman.
c. ekuitas: saham yang menunjukkan kepemilikan di perusahaan.

2. Kas dan pengendalian internal terhadap kas
a. Kas: uang tunai yang dimiliki perusahaan, baik di tangan maupun di rekening bank.
b. Pengendalian internal:
⦁ Pisahkan tugas orang yang menerima dan mencatat uang.
⦁ Gunakan bukti transaksi seperti kwitansi.
⦁ Cocokkan catatan kas dengan rekening koran bank secara rutin.
⦁ Simpan uang di tempat aman seperti brankas.

3. Penyajian dan pengungkapan kas dalam laporan keuangan
a. Penyajian: Kas ditampilkan di bagian aset lancar pada neraca.
b. Pengungkapan: Jelaskan isi kas dan setara kas, apakah ada yang dibatasi penggunaannya, serta bagaimana perusahaan mengelola kasnya.

4. Pengertian dan pengakuan piutang
a. Pengertian: Piutang adalah uang yang belum dibayar oleh pelanggan karena pembelian barang atau jasa secara kredit.
b. Pengakuan: Dicatat saat barang atau jasa dijual, meskipun uangnya belum diterima.

5. Penilaian, penurunan nilai, penyajian, dan pengungkapan piutang
a. Penilaian: Piutang dicatat sesuai jumlah yang kemungkinan bisa diterima.
b. Penurunan nilai: Dicatat jika ada tanda pelanggan sulit membayar, misalnya karena bangkrut.
c. Penyajian: Ditampilkan di neraca pada aset lancar setelah dikurangi cadangan piutang tak tertagih.
d. Pengungkapan: Di catatan laporan keuangan, dijelaskan cara menghitung cadangan piutang dan rincian saldo piutang.

6. Analisis kas dan piutang
a. Analisis kas: Melihat seberapa baik perusahaan mengelola dan menghasilkan uang tunai dari kegiatan usahanya. Bisa dilihat dari laporan arus kas atau rasio likuiditas.
b. Analisis piutang: Melihat seberapa cepat pelanggan membayar. Jika piutang sering menumpuk, berarti sistemtang penagihan perlu diperbaiki.