Kiriman dibuat oleh Shafa Djiana Wardani

AKM C2025 -> Diskusi

oleh Shafa Djiana Wardani -
Nama: Shafa Djiana Wardani
NPM: 2413031080
Kelas: 24C

a. Bagaimana pengelolaan laba dapat mempengaruhi kualitas laba
Pengelolaan laba dapat mempengaruhi kualitas laba karena laba yang disajikan tidak selalu sepenuhnya mencerminkan kinerja ekonomi perusahaan yang sebenarnya. Ketika manajemen melakukan pengelolaan laba melalui pilihan metode akuntansi, penentuan estimasi, atau pengakuan pendapatan dan beban, angka laba bisa menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dari kondisi riil.
Jika pengelolaan laba dilakukan secara wajar dan masih dalam standar akuntansi, misalnya untuk mengurangi fluktuasi laba yang ekstrem, maka kualitas laba masih dapat diterima. Namun, apabila pengelolaan laba dilakukan secara agresif atau oportunistis, kualitas laba akan menurun karena laba menjadi kurang andal, kurang mencerminkan arus kas nyata, dan sulit digunakan untuk memprediksi kinerja perusahaan di masa depan. Dengan demikian, semakin besar praktik pengelolaan laba yang tidak mencerminkan kondisi ekonomi sesungguhnya, semakin rendah pula kualitas laba yang dihasilkan.

b. Mengapa kita harus berhati-hati dalam menggunakan angka laba dari laporan laba rugi dan tujuan penerapan prinsip akuntansi yang diterima umum
Kita harus berhati-hati dalam menggunakan angka laba dari laporan laba rugi karena angka laba sangat dipengaruhi oleh kebijakan akuntansi, estimasi manajemen, serta waktu pengakuan pendapatan dan beban. Laba tidak selalu mencerminkan kemampuan perusahaan menghasilkan kas, sehingga dapat menyesatkan apabila digunakan sebagai satu satunya dasar pengambilan keputusan. Selain itu, laba juga dapat dipengaruhi oleh kejadian non operasional atau pos luar biasa yang sifatnya tidak berulang, sehingga angka laba pada satu periode belum tentu menggambarkan kinerja jangka panjang perusahaan.
Tujuan penerapan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum pada laporan laba rugi adalah untuk memberikan pedoman yang seragam dan konsisten dalam pengakuan, pengukuran, dan penyajian pendapatan serta beban. Dengan adanya prinsip ini, laporan laba rugi diharapkan dapat disajikan secara wajar, dapat dibandingkan antar periode dan antar perusahaan, serta memiliki tingkat keandalan yang tinggi bagi para pengguna laporan keuangan. Dengan kata lain, prinsip akuntansi yang diterima umum bertujuan melindungi pengguna laporan keuangan dari informasi laba yang menyesatkan dan membantu menghasilkan informasi yang relevan serta dapat dipercaya dalam pengambilan keputusan ekonomi.