Nama: Shafa Djiana Wardani
NPM: 2413031080
Kelas: 24C
Jika dibandingkan dengan metode FIFO, metode LIFO menghasilkan laba bersih yang lebih rendah pada periode harga meningkat. Hal ini terjadi karena LIFO membebankan biaya persediaan yang paling baru, yang harganya lebih tinggi, ke harga pokok penjualan. Akibatnya, harga pokok penjualan menjadi lebih besar dan laba bersih menjadi lebih kecil dibandingkan FIFO.
Sebaliknya, FIFO menggunakan biaya persediaan yang lebih lama dan lebih rendah sebagai harga pokok penjualan pada saat harga meningkat. Dampaknya, harga pokok penjualan lebih kecil dan laba bersih yang dilaporkan menjadi lebih tinggi.
Pada periode penurunan harga, pengaruhnya berbalik. LIFO menghasilkan laba bersih yang lebih tinggi dibandingkan FIFO, karena biaya persediaan terbaru yang lebih rendah dibebankan ke harga pokok penjualan. Sementara itu, FIFO akan membebankan biaya persediaan lama yang lebih tinggi, sehingga harga pokok penjualan lebih besar dan laba bersih lebih rendah. Analisis ini menjelaskan bahwa perbedaan metode penilaian persediaan memengaruhi waktu pengakuan laba, bukan arus kas aktual perusahaan.
NPM: 2413031080
Kelas: 24C
Jika dibandingkan dengan metode FIFO, metode LIFO menghasilkan laba bersih yang lebih rendah pada periode harga meningkat. Hal ini terjadi karena LIFO membebankan biaya persediaan yang paling baru, yang harganya lebih tinggi, ke harga pokok penjualan. Akibatnya, harga pokok penjualan menjadi lebih besar dan laba bersih menjadi lebih kecil dibandingkan FIFO.
Sebaliknya, FIFO menggunakan biaya persediaan yang lebih lama dan lebih rendah sebagai harga pokok penjualan pada saat harga meningkat. Dampaknya, harga pokok penjualan lebih kecil dan laba bersih yang dilaporkan menjadi lebih tinggi.
Pada periode penurunan harga, pengaruhnya berbalik. LIFO menghasilkan laba bersih yang lebih tinggi dibandingkan FIFO, karena biaya persediaan terbaru yang lebih rendah dibebankan ke harga pokok penjualan. Sementara itu, FIFO akan membebankan biaya persediaan lama yang lebih tinggi, sehingga harga pokok penjualan lebih besar dan laba bersih lebih rendah. Analisis ini menjelaskan bahwa perbedaan metode penilaian persediaan memengaruhi waktu pengakuan laba, bukan arus kas aktual perusahaan.