Nama: Shafa Djiana Wardani
NPM: 2413031080
Kelas: 24C
Jurnal ini membahas peran measurement theory dalam mendukung tujuan pelaporan keuangan, khususnya dalam menentukan bagaimana elemen laporan keuangan seharusnya diukur agar informasi yang dihasilkan bermanfaat bagi pengguna. Penulis menekankan bahwa pengukuran bukan sekadar proses teknis, melainkan fondasi konseptual yang menentukan kualitas informasi akuntansi. Tanpa dasar teori pengukuran yang jelas, angka dalam laporan keuangan berpotensi kehilangan makna ekonomi dan menurunkan keandalan pengambilan keputusan.
Jurnal ini menjelaskan bahwa tujuan utama pelaporan keuangan adalah menyediakan informasi yang relevan dan dapat diandalkan bagi investor dan kreditor. Oleh karena itu, basis pengukuran harus selaras dengan tujuan tersebut. Measurement theory membantu menjelaskan hubungan antara atribut ekonomi yang diukur dengan angka akuntansi yang disajikan, serta menyoroti keterbatasan masing-masing basis pengukuran seperti biaya historis dan nilai wajar. Biaya historis unggul dalam hal objektivitas dan verifiabilitas, sedangkan nilai wajar lebih relevan karena mencerminkan kondisi ekonomi terkini, tetapi mengandung tingkat ketidakpastian yang lebih tinggi. Dengan demikian, measurement theory berperan penting dalam mendukung kerangka konseptual akuntansi dan membantu standar akuntansi menghasilkan informasi keuangan yang lebih bermakna dan berguna bagi pengambilan keputusan ekonomi.
NPM: 2413031080
Kelas: 24C
Jurnal ini membahas peran measurement theory dalam mendukung tujuan pelaporan keuangan, khususnya dalam menentukan bagaimana elemen laporan keuangan seharusnya diukur agar informasi yang dihasilkan bermanfaat bagi pengguna. Penulis menekankan bahwa pengukuran bukan sekadar proses teknis, melainkan fondasi konseptual yang menentukan kualitas informasi akuntansi. Tanpa dasar teori pengukuran yang jelas, angka dalam laporan keuangan berpotensi kehilangan makna ekonomi dan menurunkan keandalan pengambilan keputusan.
Jurnal ini menjelaskan bahwa tujuan utama pelaporan keuangan adalah menyediakan informasi yang relevan dan dapat diandalkan bagi investor dan kreditor. Oleh karena itu, basis pengukuran harus selaras dengan tujuan tersebut. Measurement theory membantu menjelaskan hubungan antara atribut ekonomi yang diukur dengan angka akuntansi yang disajikan, serta menyoroti keterbatasan masing-masing basis pengukuran seperti biaya historis dan nilai wajar. Biaya historis unggul dalam hal objektivitas dan verifiabilitas, sedangkan nilai wajar lebih relevan karena mencerminkan kondisi ekonomi terkini, tetapi mengandung tingkat ketidakpastian yang lebih tinggi. Dengan demikian, measurement theory berperan penting dalam mendukung kerangka konseptual akuntansi dan membantu standar akuntansi menghasilkan informasi keuangan yang lebih bermakna dan berguna bagi pengambilan keputusan ekonomi.