Nama : Eris Ana Dita
Npm : 2413031017
1.Analisis Kritis :
- Tantangan teori akuntansi tradisional dengan otomatisasi dan blockchain di PT Delta Finansial adalah pengakuan dan verifikasi data yang otomatis sehingga kontrol manual dan judgement manusia berkurang, sehingga sulit mendeteksi manipulasi menggunakan algoritma atau delay beban. Selain itu, blockchain meningkatkan transparansi tapi menuntut audit real-time dan penyesuaian prosedur audit tradisional.
- Digitalisasi memberi peluang efisiensi dan akurasi pencatatan transaksi, tapi juga risiko manipulasi data dengan teknik canggih seperti mengubah algoritma atau menunda pengakuan beban untuk memperbaiki citra keuangan. Hal ini menuntut penguatan sistem keamanan dan pengawasan berbasis TI untuk cegah manipulasi.
2.Etika dan Transparansi :
- Risiko etika akuntan muncul ketika AI dan algoritma menggantikan judgement, terutama terkait bias algoritma, kurangnya transparansi proses, dan tekanan menyesuaikan angka demi kepentingan manajemen yang bisa mengorbankan objektivitas profesional.
- Akuntan profesional harus meneguhkan independensi dan integritas, menolak tekanan melakukan manipulasi laporan, serta mendorong penggunaan AI yang explainable dan audit berbasis teknologi guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
3.Respon Strategis:
- Rekomendasi audit dan pengawasan adalah menyesuaikan prosedur audit dengan teknologi blockchain dan AI, termasuk audit berkelanjutan (continuous audit), validasi algoritma oleh pihak independen, dan memperkuat kolaborasi IT dan audit. Perusahaan perlu membangun kontrol internal TI dan pelatihan akuntan digital guna adaptasi risiko teknologi tinggi.
- Standar pelaporan saat ini seperti IFRS dan PSAK sudah mulai adaptif dengan digitalisasi dan kompleksitas global, tapi perlu pengembangan lebih lanjut agar lebih responsif terhadap inovasi teknologi dan isu risiko seperti aset digital, serta peningkatan pedoman pengungkapan teknologi dan algoritma AI.