Posts made by Eris Ana Dita

TA2025 -> CASE STUDY

by Eris Ana Dita -

Nama : Eris Ana Dita

Npm : 2413031017

1.Analisis Kritis : 

  • Tantangan teori akuntansi tradisional dengan otomatisasi dan blockchain di PT Delta Finansial adalah pengakuan dan verifikasi data yang otomatis sehingga kontrol manual dan judgement manusia berkurang, sehingga sulit mendeteksi manipulasi menggunakan algoritma atau delay beban. Selain itu, blockchain meningkatkan transparansi tapi menuntut audit real-time dan penyesuaian prosedur audit tradisional.
  • Digitalisasi memberi peluang efisiensi dan akurasi pencatatan transaksi, tapi juga risiko manipulasi data dengan teknik canggih seperti mengubah algoritma atau menunda pengakuan beban untuk memperbaiki citra keuangan. Hal ini menuntut penguatan sistem keamanan dan pengawasan berbasis TI untuk cegah manipulasi.

2.Etika dan Transparansi :

  • Risiko etika akuntan muncul ketika AI dan algoritma menggantikan judgement, terutama terkait bias algoritma, kurangnya transparansi proses, dan tekanan menyesuaikan angka demi kepentingan manajemen yang bisa mengorbankan objektivitas profesional.
  • Akuntan profesional harus meneguhkan independensi dan integritas, menolak tekanan melakukan manipulasi laporan, serta mendorong penggunaan AI yang explainable dan audit berbasis teknologi guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.

3.Respon Strategis:

  • Rekomendasi audit dan pengawasan adalah menyesuaikan prosedur audit dengan teknologi blockchain dan AI, termasuk audit berkelanjutan (continuous audit), validasi algoritma oleh pihak independen, dan memperkuat kolaborasi IT dan audit. Perusahaan perlu membangun kontrol internal TI dan pelatihan akuntan digital guna adaptasi risiko teknologi tinggi.
  • Standar pelaporan saat ini seperti IFRS dan PSAK sudah mulai adaptif dengan digitalisasi dan kompleksitas global, tapi perlu pengembangan lebih lanjut agar lebih responsif terhadap inovasi teknologi dan isu risiko seperti aset digital, serta peningkatan pedoman pengungkapan teknologi dan algoritma AI.

TA2025 -> CASE STUDY 2

by Eris Ana Dita -

Nama : Eris Ana Dita

Npm : 2413031017

1. Pendekatan tradisional penilaian fair value menggunakan data pasar yang dapat diperiksa dan metode penilaian yang transparan dari ahli manusia sesuai IFRS 13. Sedangkan pendekatan AI menggunakan analisis data besar dan algoritma untuk menentukan nilai harga pasar secara cepat, namun prosesnya sulit untuk dipahami dan dijelaskan secara transparan (dikenal sebagai "black box").

2. Implikasi epistemologis penggunaan AI adalah validitas pengetahuan menjadi bergantung pada akurasi hasil dan bukti historis, bukan proses yang jelas dan dapat dilacak. Hal ini menimbulkan keraguan auditor dan pengguna laporan mengenai reliabilitas dan objektivitas nilai wajar yang diberikan AI.

3. Strategi yang bisa digunakan adalah mengadopsi AI yang dapat dijelaskan (explainable AI) agar proses penilaian dapat dipahami, menyediakan informasi lengkap tentang metode dan asumsi yang digunakan, melakukan validasi dan audit independen terhadap model AI, serta mematuhi standar IFRS 13 dengan mengungkapkan tingkat hierarki input dan analisis sensitivitas nilai yang tidak pasti.

TA2025 -> CASE STUDY 1

by Eris Ana Dita -

Nama : Eris Ana Dita

Npm : 2413031017

1. Penggunaan teknologi blockchain

Penggunaan teknologi blockchain meningkatkan reliabilitas dan transparansi informasi akuntansi dalam sustainability reporting GRI melalui sifatnya yang immutable, desentralisasi, dan verifikasi real-time, yang selaras dengan teori akuntansi seperti triple-entry accounting (TEA) yang menggantikan double-entry rentan manipulasi. Dalam konteks jejak karbon dan rantai pasok PT Hijau Lestari, blockchain menciptakan audit trail lengkap yang mencegah greenwashing, mengurangi asimetri informasi, dan mendukung prinsip reliabilitas (verifiability dan representational faithfulness) serta transparansi sesuai GRI Standards. Hal ini memperkuat legitimasi laporan keberlanjutan bagi stakeholder dengan data yang tak terubah dan traceable dari sumber bahan baku hingga emisi.

2. Tantangan Regulasi dan Implementasi

PT Hijau Lestari menghadapi regulasi Indonesia yang sedang berkembang, seperti Sustainability Disclosure Standards (SPK) dari DSK IAI yang selaras IFRS S1/S2 efektif 2027 dan POJK 51/2017, di mana OJK belum punya pedoman khusus blockchain untuk sustainability reporting meski mendukung fintech via sandbox. Tantangan global termasuk interoperability antarplatform, konsumsi energi tinggi (meski PoS lebih efisien), serta kurangnya standar akuntansi untuk aset digital blockchain. Di Indonesia, disharmoni antarotoritas (OJK, BI) menimbulkan ketidakpastian hukum, ditambah keterbatasan SDM akuntansi dan infrastruktur digital pada agribisnis.

3Rekomendasi Strategis
Mulai dengan pilot project blockchain permissioned untuk jejak karbon dan
traceability bahan baku, integrasikan dengan IoT/AI untuk data real-time sesuai
institutional theory guna adaptasi regulasi OJK. Kolaborasi multi-stakeholder
(OJK sandbox, IAI, konsorsium industri) dan pelatihan akuntan digital untuk
compliance SPK/GRI, sambil pantau harmonisasi global ISSB. Adopsi bertahap:
asses materiality ESG, bangun kapasitas internal, dan ukur ROI via pengurangan
biaya audit untuk penerimaan stakeholder.
 

AKM A2025 -> Diskusi

by Eris Ana Dita -

Nama : Eris Ana Dita 

Npm : 2413031017

Perbedaan Aset Tetap dan Properti Investasi

  • Aset tetap adalah aset berwujud yang dimiliki dan digunakan oleh perusahaan untuk kegiatan operasional seperti produksi, penyediaan jasa, atau kegiatan administratif. Contohnya tanah, bangunan, peralatan, mesin, dan kendaraan yang dipakai dalam bisnis sehari-hari. 
  • Properti investasi adalah properti (tanah, bangunan, atau bagian bangunan) yang dikuasai untuk menghasilkan pendapatan sewa atau kenaikan nilai modal, bukan untuk digunakan dalam produksi atau operasional. Properti investasi dapat berupa properti yang disewakan atau yang diperkirakan akan mengalami apresiasi nilai dalam jangka panjang.

Jika harus memilih yaitu memilih aset tetap, karena cocok jika perusahaan atau individu membutuhkan aset untuk menunjang operasional langsung, seperti pabrik, kantor, atau peralatan kerja yang menghasilkan barang/jasa. Aset ini penting untuk kelangsungan bisnis dan menghindari ketergantungan eksternal.