Nama : Eris Ana Dita
Npm : 2413031017
1. Tantangan Utama PT Sumber HijauPT Sumber Hijau menghadapi tantangan menyelaraskan ekspansi bisnis dengan prinsip keberlanjutan, yaitu: tekanan dari LSM lingkungan dan masyarakat adat terkait risiko kerusakan hutan hujan tropis dan gangguan ekosistem lokal.Kebutuhan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan sesuai SDG 8 (Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi), SDG 13 (Perubahan Iklim), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan).
2. Pendekatan Teori Akuntansi Positif dan NormatifTeori akuntansi positif menjelaskan pelaporan keberlanjutan sebagai respons adaptif perusahaan terhadap tekanan pasar, investor, dan kondisi bisnis yang dinamis, untuk mendukung pengambilan keputusan strategis (misalnya fleksibilitas dalam pelaporan ESG).Teori akuntansi normatif menekankan pelaporan sebagai kewajiban moral dan sosial perusahaan untuk memenuhi harapan normatif masyarakat dan menjaga legitimasi sosial (misalnya pelaporan CSR sebagai bagian dari strategi mempertahankan kepercayaan publik).Kedua teori ini dapat digunakan untuk memahami keputusan PT Sumber Hijau dalam pelaporan keberlanjutan, baik sebagai strategi memenuhi tuntutan stakeholder dan juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial yang mengikat secara moral.
3. Integrasi Pelaporan SDGs ke dalam Laporan Keuangan PSAKMeskipun PSAK belum sepenuhnya mengatur pelaporan ESG, PT Sumber Hijau dapat mengintegrasikan informasi keberlanjutan dengan menggunakan pendekatan terpisah namun terkait (seperti laporan keberlanjutan spesifik yang mengacu pada standar GRI).Menyusun laporan keberlanjutan yang berdampingan dengan laporan keuangan konvensional, dengan menautkan indikator kinerja ESG dan SDGs yang relevan serta menyajikan narasi dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan.
4. Standar dan Pendekatan PelaporanStandar GRI (Global Reporting Initiative) adalah acuan utama yang banyak dipakai perusahaan untuk menyusun laporan keberlanjutan sesuai dengan praktik global dan mengakomodasi kebutuhan pengukuran dampak non-keuangan.GRI memberikan struktur disclosure yang komprehensif, termasuk pengelolaan aspek sosial, lingkungan, dan tata kelola.Laporan keberlanjutan yang memuat indikator GRI yang paralel dengan SDGs dapat memudahkan pelaporan dan peningkatan reputasi perusahaan.
5. Saran Penyusunan Narasi Laporan KeberlanjutanNarasi laporan harus transparan dan mengakui dilema antara ekspansi ekonomi dan konservasi lingkungan, menjelaskan strategi mitigasi dan kontribusi positif terhadap SDGs.Menyajikan data dan cerita yang mudah dipahami serta relevan bagi stakeholder lokal (misalnya masyarakat adat dan LSM) dan global (investor dan regulator).Menggambarkan komitmen jangka panjang perusahaan dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.