Posts made by Arshella Cahya Yuniarti

AKM B2025 -> Diskusi

by Arshella Cahya Yuniarti -
Nama: Arshella Cahya Yuniarti
Npm: 2413031058
Kelas: B
Menurut saya, Metode penilaian persediaan LIFO (Last-In, First-Out) dan FIFO (First-In, First-Out) menghasilkan laporan laba yang sangat berbeda ketika harga berubah.
Saat harga persediaan naik (inflasi), LIFO mencocokkan biaya persediaan terbaru yang lebih tinggi dengan pendapatan penjualan, sehingga menghasilkan Harga Pokok Penjualan (HPP) yang lebih besar. HPP yang lebih tinggi ini otomatis menekan laba kotor dan menyebabkan laba bersih LIFO menjadi lebih rendah dibandingkan dengan FIFO. Laba bersih yang rendah ini secara strategis bermanfaat bagi beberapa perusahaan (terutama di AS) karena dapat mengurangi beban pajak.
Sebaliknya, jika harga persediaan turun (deflasi), situasinya terbalik: LIFO menggunakan biaya terbaru yang lebih rendah untuk HPP. HPP yang lebih rendah ini menghasilkan laba kotor yang lebih besar, membuat laba bersih LIFO menjadi lebih tinggi. Di sisi lain, FIFO membebankan biaya lama yang lebih mahal ke HPP selama deflasi, sehingga laba bersihnya menjadi lebih kecil. Intinya, LIFO secara konsisten menggunakan biaya paling akhir untuk menghitung HPP, yang akan menekan laba saat inflasi dan menaikkan laba saat deflasi.

AKM B2025 -> Diskusi

by Arshella Cahya Yuniarti -
Nama: Arshella Cahya Yuniarti
Npm: 2413031058

1. Pengertian dan Jenis Instrumen Keuangan
Instrumen keuangan adalah kontrak yang menimbulkan aset bagi satu pihak dan kewajiban atau ekuitas bagi pihak lain.
Jenisnya:
Aset keuangan: kas, piutang, investasi.
Liabilitas keuangan: utang usaha, obligasi.
Instrumen ekuitas: saham sebagai bukti kepemilikan.

2. Kas dan Pengendalian Internal terhadap Kas
Kas meliputi uang tunai dan saldo di bank yang siap digunakan.
Pengendalian kas bertujuan menjaga keamanan dan keakuratan, melalui:
Pemisahan tugas antara penerimaan, penyimpanan, dan pencatatan.
Rekonsiliasi bank rutin.
Penggunaan sistem kas kecil dengan bukti transaksi.
Pengeluaran kas melalui cek atau transfer.

3. Penyajian dan Pengungkapan Kas
Kas disajikan di aset lancar dalam neraca, meliputi kas kecil, kas di bank, dan setara kas.
Pengungkapan mencakup rincian jenis kas, pembatasan penggunaannya, serta kebijakan pengelolaannya dalam catatan laporan keuangan.

4. Pengertian dan Pengakuan Piutang
Piutang adalah hak perusahaan atas pembayaran dari pelanggan akibat penjualan kredit.
Diakui saat barang atau jasa telah diserahkan dan perusahaan memiliki hak untuk menerima pembayaran.

5. Penilaian, Penurunan Nilai, Penyajian, dan Pengungkapan Piutang
Penilaian: berdasarkan jumlah yang dapat diterima (setelah dikurangi cadangan kerugian).
Penurunan nilai: terjadi bila pelanggan diperkirakan tidak mampu membayar; perusahaan membentuk cadangan kerugian piutang.
Penyajian: ditampilkan neto di neraca.
Pengungkapan: berisi kebijakan penilaian, jumlah piutang yang dihapus, dan rincian saldo piutang.

6. Analisis Kas dan Piutang
Bertujuan menilai kemampuan likuiditas dan efektivitas penagihan.
Analisis kas: melalui rasio lancar, cash ratio, dan perputaran kas.
Analisis piutang: dengan perputaran piutang dan periode rata-rata penagihan