Posts made by RIYAN INDRA JAYA

NAMA : RIYAN INDRA JAYA
NPM : 2413046061

1. Menurut saya lebih sulit memutuskan apakah sesuatu atau naskah harus diperbaiki dari pada hanya sekedar menemukan kesalahan.
Karena menemukan kesalahan biasanya terdapat patokan yang cukup jelas. Misal terdapat salah ejaan,tanda baca, dan penggunaan kata yang tidak sesuai dengan kaidah atau KBBI.
Sedangkan memutuskan perlu diperbaiki atau tidak itu membutuhkan pertimbangan yang sesuai konteks. Suatu naskah bisa saja secara tata bahasa benar, tetapi terasa kurang efektif, kuirang jelas, atau sebenarnya sudah cukup baik sehingga tidak perlu diubah.

2. karena penyunting tidak hanya bertugas memperbaiki kesalahan bahasa, tetapi harus memastikan isi cerita juga harus sesuai dengan nilai, adat, dan budaya masyarakat Lampung. Jika seorang penyunting tidak paham tentang pengetahuan budaya Lampung bagaimana dia bisa memahami isi ceritanya.

3. Menurut saya yang saya dapatkan bahwasanya seorang penyunting bukan hanya sekedar mencari kesalahan, tetapi juga penilai, pengolah, dan penjaga kualitas naskah. Dan ia juga harus memiliki kemampuan bahasa, ketelitian, pertimbangan yqng baik, dan pemahaman konteks.

SB4A -> Tugas Diskusi -> Tugas Diskusi -> Re: Tugas Diskusi

by RIYAN INDRA JAYA -
Nama : Riyan Indra Jaya
kelas : 4A
NPM : 2413046061

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah pendekatan interart (sastra dengan seni lain) dalam kajian sastra bandingan.

Dalam kajian sastra bandingan, pendekatan interart atau perbandingan antar-seni digunakan untuk membandingkan karya sastra dengan bentuk seni lainnya, seperti seni lukis, musik, film, atau teater. Pendekatan ini bertujuan untuk melihat bagaimana suatu tema, gagasan, atau representasi tertentu diekspresikan melalui media seni yang berbeda.

Pada penelitian tersebut, peneliti membandingkan puisi karya Sapardi Djoko Damono dengan lukisan Vincent van Gogh yang sama-sama menggambarkan alam. Puisi Sapardi mengekspresikan alam melalui bahasa, diksi, dan imaji puitis, sedangkan lukisan Van Gogh menampilkan alam melalui warna, garis, dan komposisi visual. Dengan menggunakan pendekatan interart, peneliti dapat menganalisis persamaan dan perbedaan cara kedua seniman tersebut merepresentasikan alam.

Pendekatan ini relevan karena sastra bandingan tidak hanya membandingkan karya sastra dari negara atau bahasa yang berbeda, tetapi juga hubungan antara sastra dan disiplin seni lain. Melalui pendekatan ini, peneliti dapat memahami bagaimana pengalaman estetis tentang alam diterjemahkan dalam dua medium yang berbeda, yaitu bahasa dalam puisi dan visual dalam seni lukis, sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih luas mengenai ekspresi artistik dalam berbagai bentuk seni.

ANAWA4A -> Tugas Diskusi -> Tugas Diskusi -> Re: Tugas Diskusi

by RIYAN INDRA JAYA -
1. Pengertian dan Contoh Kohesi dalam Wacana

Kohesi merupakan keterkaitan antarunsur bahasa dalam suatu wacana yang ditunjukkan melalui penggunaan bentuk-bentuk kebahasaan tertentu sehingga kalimat-kalimat dalam teks menjadi saling terhubung. Kohesi biasanya terlihat dari penggunaan kata hubung, kata ganti, pengulangan kata, atau hubungan leksikal lainnya.

Contoh:
“Sinta membeli sepatu baru di pasar. Sepatu tersebut akan dipakai saat acara wisuda.”

Pada contoh tersebut terdapat kohesi berupa kata ganti “tersebut” yang merujuk pada kata “sepatu” pada kalimat sebelumnya sehingga kedua kalimat saling berkaitan.

2. Pengertian dan Contoh Koherensi dalam Wacana

Koherensi adalah hubungan keterpaduan makna antar kalimat dalam suatu wacana sehingga ide atau gagasan yang disampaikan tersusun secara logis dan mudah dipahami. Koherensi berkaitan dengan hubungan makna antar kalimat, bukan hanya bentuk bahasanya.

Contoh:
“Budi tidak masuk sekolah hari ini. Ia sedang sakit demam.”

Kedua kalimat tersebut memiliki hubungan sebab-akibat, yaitu Budi tidak masuk sekolah karena sedang sakit.

3. Identifikasi Piranti Kohesi dalam Paragraf

Paragraf:
“Pagi itu hujan turun sangat deras. Jalanan di kota menjadi tergenang air sehingga banyak kendaraan yang terjebak macet. Para pengendara berusaha mencari jalan alternatif. Namun, sebagian jalan lain juga mengalami banjir.”

Piranti kohesi yang terdapat dalam paragraf tersebut antara lain:

1.Kata hubung “sehingga”

Digunakan untuk menghubungkan hubungan sebab dan akibat antara jalan yang tergenang air dan terjadinya kemacetan.

2. Kata hubung “namun”

Menunjukkan hubungan pertentangan antara upaya pengendara mencari jalan lain dengan kenyataan bahwa jalan tersebut juga banjir.

3. Pengulangan unsur leksikal “jalan/jalanan”

Pengulangan kata tersebut menjaga kesinambungan topik yang sedang dibahas dalam paragraf.

4. Hubungan Koherensi Antar Kalimat

Hubungan koherensi dalam paragraf tersebut membentuk alur peristiwa yang saling berkaitan.

-Kalimat pertama menjelaskan situasi awal, yaitu hujan yang turun dengan sangat deras.

-Kalimat kedua menunjukkan akibat dari hujan tersebut, yaitu jalanan menjadi tergenang air dan menyebabkan kemacetan.

-Kalimat ketiga menggambarkan tindakan para pengendara, yaitu mencoba mencari jalan alternatif.

-Kalimat keempat menjelaskan kondisi lanjutan, yaitu jalan lain yang dipilih ternyata juga mengalami banjir.

Dengan demikian, setiap kalimat memiliki hubungan makna yang runtut sehingga paragraf tersebut membentuk wacana yang padu.

MCR 4A -> Tugas Individu -> Tugas Individu -> Re: Tugas Individu

by RIYAN INDRA JAYA -
Nama Riyan Indra jaya
Npm 2413046061

Menurut saya, yang saya pahami dari kedua materi tersebut adalah bahwa menulis memiliki peran yang sangat penting bagi mahasiswa, karena melalui menulis mahasiswa dapat melatih kemampuan berpikir kritis, logis, sistematis, serta menjadi sarana akademik yang mendukung perkembangan intelektual dan persiapan karier di masa depan. Selain itu, menulis bukan hanya sekadar menyampaikan informasi, ilmu pengetahuan, fakta, dan kebenaran, tetapi juga menjadi bentuk ekspresi diri yang positif yang mampu meningkatkan kreativitas, menjaga daya ingat, serta mengasah keterampilan berbahasa. Menulis juga memberikan manfaat bagi pembaca berupa wawasan, inspirasi, nilai kehidupan, dan pembelajaran kebahasaan. Namun, dalam praktiknya terdapat berbagai tantangan baik dari faktor internal seperti rasa malas, minder, atau kurangnya penguasaan materi, maupun faktor eksternal seperti lingkungan dan kebutuhan, sehingga diperlukan motivasi dan latihan agar kemampuan menulis dapat berkembang secara optimal.