Posts made by Nabil Raisya Jaya

MKU Pancasila Arsitek Ganjil 2024 -> Forum Analisis Soal-2

by Nabil Raisya Jaya -
Nama: Nabil Raisya Jaya
NPM: 2415012014
Kelas: B (Genap)

1. Pancasila sebagai Landasan Pengembangan Arsitektur dan IPTEK

Pancasila merupakan dasar etika dan pedoman dalam pengembangan arsitektur serta ilmu pengetahuan.
• Sila Ketuhanan Yang Maha Esa: mengajarkan keselarasan spiritual dalam desain dan inovasi.
• ⁠Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: mendorong pendekatan inklusif yang menghormati hak asasi.
• ⁠Sila Persatuan Indonesia: menuntut desain yang memperkuat identitas bangsa.
• ⁠Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam permusyawaratan perwakilan: menekankan musyawarah dalam pengambilan keputusan
• ⁠Sila Keadilan Sosial mengajak untuk menciptakan ruang yang adil bagi semua lapisan masyarakat.

Dalam pengembangan IPTEK, nilai-nilai ini memastikan kemajuan yang selaras dengan moralitas, kemanusiaan, dan keadilan. Dengan berpegang pada Pancasila, arsitektur dan IPTEK dapat berkembang tanpa mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan.

2. Harapan untuk Pemimpin, Warga, dan Ilmuwan Pancasilais

Saya berharap pemimpin Indonesia bersikap adil, bijaksana, dan amanah, menjadi panutan dalam membangun bangsa. Warga negara diharapkan saling menghormati dan bekerja sama demi kemajuan bersama, sementara ilmuwan diharapkan menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan penerapan nilai-nilai Pancasila, Indonesia akan berkembang secara moral dan intelektual dalam menghadapi tantangan global.

MKU Pancasila Arsitek Ganjil 2024 -> Forum Analisis Soal-1

by Nabil Raisya Jaya -
Nama: Nabil Raisya Jaya
NPM: 2415012014
Kelas: B (Genap)

A. Tanggapan mengenai Berita dan Antisipasi Dampak Negatif Penyebaran Hoaks
Jawaban: Hoaks yang menyebar cepat di media sosial berpotensi menimbulkan keretakan sosial, polarisasi politik, dan ketidakpercayaan publik. Untuk mengantisipasi dampaknya, penting untuk memperkuat literasi digital agar masyarakat mampu mengenali hoaks dan memverifikasi sumber informasi sebelum menyebarkannya. Selain itu, pemerintah perlu mengawasi dan mengatur penyebaran informasi dengan memberikan sanksi tegas pada penyebar hoaks.

B. Pengaruh Pengembangan IPTEK yang Tidak Sesuai dengan Nilai Pancasila di Media Sosial dan Solusi
Jawaban: Pengembangan IPTEK yang menyimpang dari nilai Pancasila, seperti penyebaran hoaks dan ujaran kebencian, bertentangan dengan sila ke-1, ke-2, dan ke-3, yang menekankan ketuhanan, kemanusiaan, dan persatuan. Solusinya adalah dengan menanamkan pendidikan karakter berbasis Pancasila dalam kurikulum dan meningkatkan pengawasan media sosial menggunakan algoritma yang mampu memfilter konten negatif dan melindungi integritas nilai-nilai Pancasila.

C. Konsumerisme terhadap Teknologi Asing dan Solusi Berdasarkan Program Studi Arsitektur
Jawaban: Konsumerisme terhadap teknologi asing menciptakan ketergantungan dan menghambat inovasi lokal. Sebagai mahasiswa arsitektur, saya melihat solusi melalui pemanfaatan material lokal dan teknologi bangunan tradisional dalam desain untuk mengurangi ketergantungan pada produk impor. Selain itu, pengembangan smart building berbasis teknologi lokal dan kolaborasi dengan industri dalam negeri dapat memperkuat inovasi arsitektur berkelanjutan serta mendorong kemandirian teknologi nasional.

MKU Pancasila Arsitek Ganjil 2024 -> Forum Analisis Video-2

by Nabil Raisya Jaya -
Nama: Nabil Raisya Jaya
NPM: 2415012014
Kelas: B (Genap)

Pada 7 Desember 1941, serangan Jepang terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Pearl Harbor memicu terbentuknya aliansi negara-negara Sekutu yang terdiri dari Amerika Serikat, Britania Raya, Belanda, Hindia Belanda, sejumlah negara jajahan Inggris, dan Amerika Latin untuk melawan Jepang. Di sisi lain, Jerman dan Italia bergabung dengan Jepang dalam Blok Poros. Puncak konflik ini terjadi ketika Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima pada 6 Agustus 1945, yang menewaskan setengah dari penduduk kota tersebut seketika. Tiga hari kemudian, bom atom kedua dijatuhkan di Nagasaki pada 9 Agustus 1945, yang akhirnya memaksa Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945. Penyerahan resmi ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Jepang di atas kapal perang Amerika Serikat, menandai berakhirnya Perang Dunia II di wilayah Pasifik.

Kekalahan Jepang ini menciptakan kekosongan kekuasaan (status quo) di wilayah yang sebelumnya mereka duduki, termasuk Indonesia. Memanfaatkan situasi tersebut, bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, hanya dua hari setelah Jepang menyerah. Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya memanfaatkan momentum dalam perjuangan sejarah.

Sebagai mahasiswa, kita dapat belajar bahwa ketegangan internasional yang terjadi selama Perang Dunia II memiliki dampak signifikan terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kekalahan Jepang memberikan peluang strategis bagi Indonesia untuk melepaskan diri dari penjajahan. Namun, proklamasi kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari proses panjang untuk membangun bangsa yang adil dan makmur. Peristiwa ini mengajarkan pentingnya kesadaran akan momen sejarah dan bagaimana perjuangan suatu bangsa tidak berhenti pada kemerdekaan, melainkan terus berlanjut dalam upaya menciptakan masa depan yang lebih baik.

MKU Pancasila Arsitek Ganjil 2024 -> Forum Analisis Video-1

by Nabil Raisya Jaya -
Nama: Nabil Raisya Jaya
NPM: 2415012014
Kelas : B(Genap)

Warga Desa Pegaden Tengah, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, melakukan aksi unjuk rasa dengan menutup saluran pembuangan limbah dari pabrik pakaian yang mencemari sungai. Mereka mengeluhkan bau busuk dan pencemaran air akibat pembuangan limbah tanpa pengolahan yang memadai. Aksi ini menyoroti pentingnya kesadaran lingkungan dan tanggung jawab industri dalam menjaga ekosistem. Warga menuntut agar pihak berwenang segera menutup pabrik yang tidak memiliki fasilitas pengolahan limbah, serta mengancam akan melanjutkan aksi jika tuntutan tidak dipenuhi.

Pabrik-pabrik tersebut tidak memiliki alat pengolahan limbah yang layak, dan pemilik pabrik mengaku tidak mengetahui proses pengolahan limbah yang tepat. Akibatnya, limbah berbahaya seperti logam berat dan bahan kimia beracun mencemari udara dan lingkungan sekitar. Sungai yang menjadi tempat pembuangan limbah mengalami kerusakan, terlihat dari perubahan warna air dan bau tak sedap yang mengancam kehidupan biota air serta kesehatan warga yang memanfaatkan sungai untuk keperluan sehari-hari.

Dampak pencemaran ini juga merambah ke sektor ekonomi lokal, terutama bagi petani dan nelayan yang kehilangan mata pencaharian akibat rusaknya kualitas lingkungan. Lemahnya penegakan hukum terkait pengelolaan limbah memperburuk situasi ini. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret, seperti penerapan teknologi pengolahan limbah yang tepat di pabrik-pabrik serta penegakan regulasi yang tegas dengan sanksi bagi pelanggar. Selain itu, edukasi kepada masyarakat dan pelaku industri tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sangat diperlukan untuk menciptakan perubahan berkelanjutan.

Sebagai mahasiswa, kita memiliki peran penting dalam mendukung perlindungan lingkungan melalui advokasi regulasi yang ketat dan edukasi bagi pelaku industri. Kesadaran dan tindakan tegas sangat diperlukan untuk mencegah kerusakan lingkungan lebih lanjut demi keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat.

MKU Pancasila Arsitek Ganjil 2024 -> Forum Analisis Jurnal

by Nabil Raisya Jaya -
Nama: Nabil Raisya Jaya
NPM: 2415012014
Kelas: B (Genap)

Berdasarkan jurnal dengan judul “Pancasila Sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasi Terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi” ini menjelaskan peran Pancasila sebagai filsafat ilmu dan implikasinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Pancasila dipandang sebagai landasan filosofis yang esensial dalam memandu perkembangan IPTEK agar tetap selaras dengan nilai-nilai moral, spiritual, dan budaya bangsa Indonesia. Penulis menyoroti bahwa tanpa landasan Pancasila, perkembangan IPTEK yang pesat dapat menimbulkan ancaman terhadap moralitas dan mentalitas masyarakat, terutama melalui derasnya arus informasi dan budaya global yang masuk tanpa filter.

Setiap sila Pancasila memiliki kontribusi spesifik dalam pengembangan IPTEK.
Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengajarkan keseimbangan antara rasionalitas dan spiritualitas, menanamkan kesadaran bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam memahami alam semesta, dan mendorong integrasi nilai-nilai religius dalam proses pendidikan.

Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, memberikan kerangka moral dalam pengembangan IPTEK sehingga ilmu pengetahuan digunakan untuk kepentingan kemanusiaan secara luas, bukan hanya untuk kepentingan kelompok tertentu.

Sila ketiga, Persatuan Indonesia, menekankan pentingnya IPTEK sebagai sarana untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, menjaga harmoni antar daerah, serta mempererat hubungan internasional.

Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, menegaskan bahwa pengembangan IPTEK harus dilakukan secara demokratis, dengan kebebasan ilmuwan untuk berinovasi sambil tetap menghormati pandangan dan hak orang lain.

Terakhir, sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, memastikan bahwa pengembangan IPTEK harus memperhatikan aspek keadilan sosial, keseimbangan hak dan kewajiban, serta kesejahteraan seluruh rakyat tanpa diskriminasi.

Dengan menjadikan Pancasila sebagai filsafat ilmu, Indonesia diharapkan mampu menghadapi tantangan globalisasi dan modernisasi tanpa kehilangan jati diri bangsa. Pengembangan IPTEK yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila diyakini akan membawa masyarakat Indonesia menuju kehidupan yang sejahtera, adil, dan bermartabat, baik secara material maupun spiritual.