Nama : M. Paundra Napynka Ali
NPM : 2455061016
Kelas : PSTI - A
Menanggapi video ke2 pak mengenai "ideologi pancasila di Era digital"
Video kedua membahas pentingnya peran Pancasila dalam membentuk karakter masyarakat di era digital, khususnya dalam menghadapi tantangan modernisasi dan digitalisasi. Pemerintah, melalui Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), disarankan untuk merancang silabus yang sesuai dengan demografi masyarakat. Tujuannya agar nilai-nilai Pancasila lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh berbagai kalangan, termasuk generasi milenial dan masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah. Narasi yang terlalu filosofis dan kompleks perlu dihindari, dan materi disederhanakan agar dapat menjangkau lebih banyak orang. Selain itu, pendekatan dalam menanamkan ideologi Pancasila harus dilakukan melalui dua jalur utama, yakni struktural dan kultural. Secara struktural, BPIP memiliki peran penting dalam memastikan sosialisasi Pancasila berjalan efektif dengan kebijakan yang mendukung. Sedangkan secara kultural, pendidikan di kampus-kampus dan media lain yang berinteraksi langsung dengan masyarakat dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan Pancasila. Integrasi antara kedua jalur ini diyakini akan memastikan nilai-nilai Pancasila tersampaikan dengan baik kepada masyarakat dari berbagai lapisan. Keberhasilan inisiatif ini akan tercermin dari meningkatnya toleransi di masyarakat, khususnya dalam interaksi di media sosial. Namun, hal ini perlu didukung oleh kebijakan pemerintah yang memajukan keadilan sosial. Dengan pendekatan yang tepat, nilai-nilai Pancasila dapat menjadi dasar yang kokoh bagi masyarakat untuk berperilaku positif di tengah arus digitalisasi.
NPM : 2455061016
Kelas : PSTI - A
Menanggapi video ke2 pak mengenai "ideologi pancasila di Era digital"
Video kedua membahas pentingnya peran Pancasila dalam membentuk karakter masyarakat di era digital, khususnya dalam menghadapi tantangan modernisasi dan digitalisasi. Pemerintah, melalui Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), disarankan untuk merancang silabus yang sesuai dengan demografi masyarakat. Tujuannya agar nilai-nilai Pancasila lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh berbagai kalangan, termasuk generasi milenial dan masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah. Narasi yang terlalu filosofis dan kompleks perlu dihindari, dan materi disederhanakan agar dapat menjangkau lebih banyak orang. Selain itu, pendekatan dalam menanamkan ideologi Pancasila harus dilakukan melalui dua jalur utama, yakni struktural dan kultural. Secara struktural, BPIP memiliki peran penting dalam memastikan sosialisasi Pancasila berjalan efektif dengan kebijakan yang mendukung. Sedangkan secara kultural, pendidikan di kampus-kampus dan media lain yang berinteraksi langsung dengan masyarakat dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan Pancasila. Integrasi antara kedua jalur ini diyakini akan memastikan nilai-nilai Pancasila tersampaikan dengan baik kepada masyarakat dari berbagai lapisan. Keberhasilan inisiatif ini akan tercermin dari meningkatnya toleransi di masyarakat, khususnya dalam interaksi di media sosial. Namun, hal ini perlu didukung oleh kebijakan pemerintah yang memajukan keadilan sosial. Dengan pendekatan yang tepat, nilai-nilai Pancasila dapat menjadi dasar yang kokoh bagi masyarakat untuk berperilaku positif di tengah arus digitalisasi.