Posts made by I GEDE DHARMA WIJAYA

MKU Pancasila TI A -> Forum Tanggapan Video 1

by I GEDE DHARMA WIJAYA -
Nama: I Gede Dharma Wijaya
NPM: 2455061004
Kelas: PSTI B

Berdasarkan video 1 dalam kasus ini, Jaksa Jovi Andrea Bachtiar menjadi korban tuduhan palsu yang didalangi oleh mantan kepala jaksa. Tuduhan tersebut bermula dari kritik Jovi terhadap seorang pejabat, Nella Maresella, yang diduga menyalahgunakan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi. Ironisnya, upaya Jovi untuk menegakkan aturan malah berakhir pada hukuman terhadap dirinya sendiri, sementara dugaan tersebut tidak ditindaklanjuti. Kejadian ini menyoroti masalah-masalah serius dalam sistem hukum, seperti ketidakadilan, perlindungan kekuasaan, serta kebebasan berpendapat di Indonesia.

Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan penegakan hukum yang adil tanpa diskriminasi, di mana setiap pelanggaran harus dilakukan secara setara, tanpa memandang jabatan atau pengaruh seseorang. Selain itu, penting untuk melindungi hak kebebasan berpendapat agar orang yang memberikan kritik yang sah terhadap perlindungan kekuasaan tidak menjadi korban pembungkaman atau fitnah. Pengawasan terhadap penggunaan fasilitas negara juga harus diperketat untuk memastikan penggunaannya sesuai aturan dan mencegah protokol di masa depan. Langkah-langkah ini sangat penting untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap integritas sistem hukum di Indonesia.

Jika Nella Maresella terbukti menyalahgunakan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi, sanksi yang sesuai adalah pencabutan hak penggunaan fasilitas negara atau tindakan administratif lain yang tegas. Di sisi lain, Jaksa Jovi Andrea Bachtiar, yang hanya memuatnya dengan memberikan kritik yang sah, seharusnya dibebaskan dari segala tuntutan, dan proses hukumnya perlu ditinjau ulang untuk memulihkan nama baik serta keadilan yang seharusnya.

MKU Pancasila TI A -> Tanggapan Video Pembelajaran

by I GEDE DHARMA WIJAYA -
Nama: I Gede Dharma Wijaya
NPM: 2455061004
Kelas: PSTI B

Menurut saya, video "Pancasila Sebagai Sistem Etika" Memberikan pandangan atau wawasan tentang Pancasila yang bukan sekedar simbol negara atau teks yang dihafalkan untuk keperluan formalitas, melainkan pedoman moral yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai fundamental seperti kemanusiaan, keadilan, dan persatuan yang terkandung di dalamnya dapat menjadi landasan untuk membangun perilaku individu maupun masyarakat. Sebagai sistem etika, Pancasila menawarkan panduan yang mencakup penghormatan terhadap sesama, pengutamaan musyawarah, dan penegakan keadilan di berbagai aspek kehidupan.

Namun, penerapan nilai-nilai Pancasila menghadapi tantangan besar di era modern. Perubahan sosial dan budaya yang pesat sering kali memengaruhi generasi muda, sementara menurunnya kepercayaan terhadap pemerintah memperburuk kondisi ini. Dampak dari sistem ekonomi liberal dan kapitalisme semakin memperlebar kesenjangan sosial dan meningkatkan risiko kejahatan. Selain itu, kemajuan teknologi sering disalahgunakan untuk tindakan negatif seperti penipuan, peretasan, dan perundungan, yang semakin memperumit situasi. Semua ini menegaskan perlunya menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup yang lebih relevan dan nyata.

Materi ini mengingatkan kita bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. Baik sebagai individu maupun masyarakat, kita memiliki tanggung jawab untuk menerapkan prinsip-prinsip Pancasila demi membangun kehidupan yang lebih harmonis, adil, dan sejahtera. Sebagai generasi penerus, memahami dan menghidupkan nilai-nilai ini tidak hanya akan memperkuat integritas pribadi tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa secara keseluruhan.

MKU Pancasila TI A -> Tanggapan Artikel 1

by I GEDE DHARMA WIJAYA -
Nama: I Gede Dharma Wijaya
NPM: 2455061004
Kelas : PSTI B

Artikel ini membahas pentingnya penerapan Pancasila sebagai etika politik di era pasca-kebenaran. Pancasila berperan sebagai pedoman moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dengan tujuan menciptakan tatanan demokrasi yang sehat dan berkeadilan. Namun, realitas menunjukkan bahwa etika politik sering terabaikan akibat pragmatisme politik dan dominasi kepentingan golongan tertentu. Di era pasca-kebenaran, tantangan semakin kompleks dengan maraknya berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, dan disinformasi yang menyebar melalui media sosial. Kondisi ini memunculkan polarisasi di masyarakat serta menurunkan kepercayaan terhadap institusi politik. Pancasila sebagai sistem etika politik menjadi penting untuk mengembalikan kesadaran kolektif tentang pentingnya kejujuran, transparansi, dan tanggung jawab dalam berpolitik. Selain itu, masyarakat, terutama generasi muda, diharapkan lebih aktif meningkatkan literasi media dan pola pikir kritis untuk menyaring informasi secara bijak. Upaya ini memerlukan sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan institusi pendidikan untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap relevan dalam menghadapi tantangan modern, sehingga kehidupan berbangsa dapat berjalan selaras dengan prinsip demokrasi yang bermartabat.

MKU Pancasila TI A -> Forum Diskusi 2

by I GEDE DHARMA WIJAYA -
Nama : I Gede Dharma Wijaya
NPM : 2455061004
Kelas : PSTI B

Tantangan utama Pancasila sebagai filosofi bangsa adalah memastikan nilai-nilainya tetap relevan dan diterapkan dalam keseharian, terutama di tengah pengaruh globalisasi dan ideologi asing. Banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memahami pentingnya Pancasila sebagai landasan moral dan etika dalam kehidupan sosial, yang mengakibatkan menurunnya rasa kebersamaan dan nasionalisme. Untuk mengatasi hal ini, pendidikan Pancasila perlu diterapkan sejak dini melalui kurikulum yang tidak hanya teoritis, tetapi juga mencakup kegiatan praktis yang menumbuhkan rasa peduli, gotong royong, toleransi, dan keadilan. Dukungan keluarga dan lingkungan dalam membudayakan Pancasila juga sangat penting agar nilai-nilainya menjadi bagian dari identitas bangsa yang kokoh.

MKU Pancasila TI A -> Forum Diskusi

by I GEDE DHARMA WIJAYA -
Nama : I Gede Dharma Wijaya
NPM : 2455061004
Kelas : PSTI B

Pancasila dihubungkan dengan filsafat karena berperan sebagai pedoman hidup yang mencakup nilai-nilai utama dalam kehidupan berbangsa bagi masyarakat Indonesia. Sebagai filosofi, Pancasila tak hanya dianggap sebagai sekumpulan sila, melainkan panduan dalam berpikir dan bertindak, baik untuk individu maupun negara. Melalui kerangka filsafat, Pancasila dipahami sebagai dasar dalam membentuk karakter bangsa, mengarahkan pendidikan, dan mengatur berbagai aspek kehidupan masyarakat sesuai dengan cita-cita keadilan, kemanusiaan, dan kebersamaan.