གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Vega Safitri

Nama : Vega Safitri
Npm : 2414241030
Kelas : NTP B
Tugas : Bahasa Indonesia


1. Huruf terakhir kata "abad" adalah "d".

2. Imbuhan ber- pada kata "berjasa" bermakna 'memiliki'.

3. Kalimat dengan menggunakan ungkapan "lepas tangan"!

4. Kita perlu memperhitungkan rencana kegiatan dengan baik agar tidak meleset. (kata "malapeh awo" diganti dengan kata yang lebih umum dipahami)

5. Nama ilmiah buah manggis ialah Garcinia mangostana.

6. Weltanschauung bermakna 'pandangan dunia'.

7. Ungkapan "tut wuri handayani" merupakan semboyan pendidikan.

8. Istilah mens sana in corpore sano sering digunakan dalam bidang olahraga.

9. Sesuai SK, NIP. Pak Adi adalah 19680320 200112 2 002 (dipisahkan untuk memperjelas)

10. Beliau dilantik menjadi pejabat di Kota Metro.

11. Setahun yang lalu, Depkes RI melakukan penelitian terhadap makanan kecil yang dijual di pasar.

12. Dia bukan mahasiswa, melainkan karyawan di bank swasta.

13. Pertama, peserta akan diuji satu per satu, kemudian diuji per kelompok.

14. Rapat ini dapat berlangsung jika dua pertiga anggota telah hadir.

15. Pemberangkatan jemaah haji dilepas oleh Menteri Agama Republik Indonesia.

16. Setelah ia dilantik menjadi jenderal, semua temannya memberinya ucapan selamat.

17. Asam jawa adalah sejenis asam yang tidak hanya tumbuh di Pulau Jawa.

18. Surat Bapak belum kami terima.

19. Puisi "Aku" karya Chairil Anwar dalam buku Deru Campur Debu termasuk puisi yang baik.

20. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.00 hingga 16.00. (s/d diganti dengan kata hingga untuk lebih formal)

NTP B '24 (PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA) -> RESPONSI PERTEMUAN 12

Vega Safitri གིས-
Judul: Pengaruh Pemberian Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) dalam Ransum terhadap Performans Produksi dan Kualitas Telur Ayam Petelur pada Fase Produksi

Abstrak:
Produksi telur yang optimal dan berkualitas tinggi merupakan target utama dalam usaha peternakan ayam petelur. Salah satu strategi yang berkembang saat ini adalah penggunaan bahan pakan alami yang memiliki kandungan nutrisi tinggi serta senyawa bioaktif yang berpotensi meningkatkan performans ayam, seperti daun kelor (Moringa oleifera). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan tepung daun kelor dalam ransum terhadap performans produksi, efisiensi konversi pakan, serta kualitas fisik dan kimia telur ayam petelur fase produksi. Penelitian ini dilaksanakan di Unit Usaha Peternakan Ayam Petelur Fakultas Peternakan Universitas Y selama 8 minggu, menggunakan 120 ekor ayam petelur strain Lohmann Brown umur 30 minggu yang dibagi secara acak ke dalam 4 perlakuan dengan 5 ulangan (6 ekor/ulangan). Perlakuan terdiri dari P0 (ransum kontrol tanpa daun kelor), P1 (ransum + 2% tepung daun kelor), P2 (4%), dan P3 (6%). Parameter yang diamati meliputi konsumsi pakan, produksi telur (% hen day), konversi pakan, berat telur, warna kuning telur, dan kadar kolesterol telur. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun kelor berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap peningkatan produksi telur dan warna kuning telur, serta penurunan kadar kolesterol telur. Perlakuan terbaik ditunjukkan oleh P2 (4%), dengan rata-rata produksi telur 91%, konversi pakan 2,18, dan kadar kolesterol telur sebesar 168 mg/100g, dibandingkan kontrol sebesar 215 mg/100g. Kesimpulannya, penambahan 4% tepung daun kelor dalam ransum ayam petelur mampu meningkatkan performans produksi dan kualitas telur, serta menurunkan kadar kolesterol tanpa mengganggu konsumsi pakan.

Penjelasan rinci abstrak

• Judul: Pengaruh Tepung Daun Kelor terhadap Produksi dan Kualitas Telur Ayam Petelur
• Pendahuluan singkat: Kebutuhan masyarakat akan telur yang bernilai gizi tinggi dan aman untuk lkonsumsi semakin meningkat.
• Tujuan penelitian: Mengevaluasi pengaruh penambahan tepung daun kelor dalam ransum terhadap konsumsi pakan, produksi telur, konversi pakan, dan kualitas fisik-kimia telur ayam petelur pada fase produksi.
• Hasil penelitian: 
Hasil menunjukkan bahwa penambahan tepung daun kelor berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap beberapa parameter. Perlakuan P2 (4% daun kelor) menghasilkan performans terbaik, dengan rata-rata produksi telur 91%, konversi pakan 2,18, dan peningkatan warna kuning telur hingga skor 9. Kadar kolesterol telur menurun signifikan dari 215 mg/100g pada kontrol menjadi 168 mg/100g pada P2. Tidak ada perbedaan signifikan pada konsumsi pakan antar perlakuan.
• Kesimpulan:
Penambahan tepung daun kelor sebanyak 4% dalam ransum ayam petelur dapat meningkatkan produksi telur, memperbaiki kualitas warna kuning telur, serta menurunkan kadar kolesterol tanpa mempengaruhi konsumsi pakan. Dengan demikian, daun kelor dapat dijadikan sebagai bahan pakan fungsional yang mendukung produksi telur sehat dan berkualitas tinggi.

NTP B '24 (PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA) -> RESPONSI PERTEMUAN 11

Vega Safitri གིས-
Paragraf 1

"Pertanian merupakan sektor vital dalam kehidupan manusia karena menyediakan bahan pangan utama serta bahan baku industri." Kegiatan pertanian meliputi proses bercocok tanam, pemeliharaan tanaman, hingga panen hasil produksi. Di Indonesia, pertanian memiliki peran penting dalam perekonomian nasional karena sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Berbagai komoditas unggulan seperti padi, jagung, kedelai, kopi, dan kelapa sawit menjadi andalan dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor.

Kalimat utama nya: Pertanian merupakan sektor vital dalam kehidupan manusia karena menyediakan bahan pangan utama serta bahan baku industri.
• Jenis paragraf: Paragraf deduktif
• Pola pengembangan: Umum-khusus

Paragraf 2

"Namun, pertanian juga menghadapi berbagai tantangan seperti perubahan iklim, keterbatasan lahan, dan rendahnya penggunaan teknologi modern." Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan inovasi dan dukungan dari pemerintah serta peningkatan pengetahuan petani tentang teknik pertanian berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang tepat, sektor pertanian tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi penopang utama dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi jangka panjang.

•Kalimat utamanya: Namun, pertanian juga menghadapi berbagai tantangan seperti perubahan iklim, keterbatasan lahan, dan rendahnya penggunaan teknologi modern."
• Jenis paragraf: Paragraf deduktif
•Pola pengembangan: Sebab-akibat dan pemecahan masalah