Kiriman dibuat oleh Ranggita Zahwa Kusuma Wardhani

NAMA : Ranggita Zahwa Kusuma Wardhani
KELAS : Reguler B
NPM : 2416031066
1. Bagaimana pendapat dan sikap Anda terhadap sejumlah masalah dan tantangan yang saat ini sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia? Apakah hal itu dapat menyebabkan disintegrasi bangsa Indonesia? Mengapa hal ini terjadi?
Indonesia menghadapi tantangan besar akibat globalisasi, seperti pergeseran nilai-nilai budaya, lemahnya pemahaman terhadap Pancasila, serta kesenjangan sosial dan ekonomi. Pengaruh budaya asing yang tidak selalu sesuai dengan nilai lokal dapat mengancam persatuan bangsa, bahkan berpotensi menyebabkan disintegrasi. Tanpa penguatan identitas nasional, masyarakat bisa semakin terpecah. Namun, dengan memperkuat pemahaman terhadap Pancasila dan menumbuhkan rasa cinta tanah air, kita bisa mengatasi tantangan ini dan mencegah disintegrasi bangsa.

2. Apa yang perlu dilakukan agar kebudayaan Indonesia sebagai pemersatu dibalik keberagaman dan pluralnya bangsa Indonesia?
Menumbuhkan Cinta Budaya Lokal: Pendidikan sejak dini mengenai kebudayaan Indonesia penting untuk membangkitkan rasa bangga terhadap warisan budaya.
1.Memanfaatkan Teknologi: Teknologi dan media sosial dapat digunakan untuk menyebarkan kebudayaan Indonesia dan memperkenalkan ke dunia.
2.Pendidikan Multikultural: Pendidikan yang mengajarkan keberagaman dan nilai Pancasila akan memperkuat rasa persatuan di tengah perbedaan.
3.Kolaborasi Komunitas Budaya: Acara budaya yang melibatkan berbagai suku dan agama dapat memperkuat rasa kebersamaan.
4.Mengintegrasikan Kebudayaan dalam Kehidupan Sehari-hari: Menanamkan nilai-nilai kebudayaan dalam praktik hidup sehari-hari untuk mempererat persatuan bangsa.
NAMA : Ranggita Zahwa Kusuma Wardhani
NPM : 2416031066
KELAS : Reguler B

Jurnal tersebut membahas tentang pentingnya,intergrasi nasional dalam menangkal perseteruan di suatu bangsa, dengan menjelaskan tentang etnosentrisme yang menilai budaya kelompok lain berdasarkan standar budayanya sendiri, hal ini bisa menyebabkan ketegangan di bebrapa budaya dan menjadi terpecahnya integrasi nasional, hal ini menjadi ancaman besar untuk Indonesia yang kaya akan budaya, ras, suku, bahasa, dan agama, maka dengan itu jika tidak ingin hal seperti ini terjadi integrasi nasional harus dijada juga di perkuat supaya tidak membedakan satu sama lainnya.

Jurnal ini juga menyebutkan bagaimana masyarakat bisa lebih saling menghargai satu sama lain tanpa membeda bedakan satu sama lain dan tidak merendahkan. pendidikan dan pemahaman adalah kunci agar pola pikir seperti itu bisa hilang demi kebaikan bangsa dan negara Indonesia sendiri, keberagaman di Indonesia yang sangat beragam sangat perlu kita jaga, jangan hanya kurangnya toleransi dan rasa menghargai suatu kesatuan bisa terpecah belah.

Kesimpulannya jurnal ini mengajarkan bagaimana pentingnya integrasi nasional di kehidupan bernegara yang kaya akan budaya dan suku seperti Indonesia ini, juga untuk mencegah etnosentrisme berkembang di dalam masyarakat.
NAMA : Ranggita Zahwa Kusuma Wardhani
NPM : 2416031066
KELAS : Reguler B

Analisis video di astas menurut saya adalah

Identitas nasional adalah kumpulan dari berbagai macam budaya yang berkembang di dalam bermacam macam aspek kehidupan di dalam satu kesatuan, sama halnya dengan pancasila yang menjadi hakikat kita dalam berbangsa dan bernegara. karena itu pula identitas nasional di bagi menjadi tiga jenis, yaitu fundamental, instrumental, dan alamiah, yaitu pancasila, UUD 1945 dan kepulauan.

Integrasi nasional adalah penyesuaian unsur yang berbeda karena kita terdiri dari banyak variabel, atau dapat di simpulkan integrasi nasional adalah penyesuaian dari berbagai macam unsur yang terdapat pada identitas nasional yang memiliki keserasian fungsi, di dalam intergrasi nasional juga ada faktor pendorong dan penghambat, contoh dari faktor pendorongnya adalah sejarah, cinta tanah air, rela berkorban, konsensus nasional, dan keinginan bersatu, dan contoh dari faktor penghambatnya adalah heterogen, ketimpungan, etnosentisme, dan gangguan luar, dalam integrasi nasional juga di bagi ke dalam dua jenis yaitu asimilasi atau kebudayaan asli lalu ada akulturasi atau kebudayaan yang nemerima unsur unsur asing yang masuk ke dalam integrasi nasional.