Nama : Nadjwa Tipa Nadinta
Kelas : 2456031027
NPM : Mandiri A
“Kearifan Budaya Lokal sebagai Perekat Identitas Bangsa"
Pentingnya nilai-nilai budaya lokal dalam memperkuat identitas nasional di tengah arus globalisasi. Digambarkan bagaimana kearifan lokal berfungsi sebagai elemen dalam membangun dan menguatkan identitas bangsa di era modern. Perubahan sosial yang terjadi membawa sejumlah tantangan yang bisa mengancam persatuan bangsa. Dalam hal ini, kearifan lokal dianggap sebagai warisan budaya yang patut dikaji dan direvitalisasi agar tetap relevan sebagai pengikat identitas nasional. Selain itu, jurnal ini juga mengkritisi tantangan yang ditimbulkan oleh globalisasi, yang cenderung mengarah pada penyatuan budaya, serta bagaimana multikulturalisme dapat berperan sebagai pendekatan yang efektif untuk melestarikan keragaman budaya tanpa mengorbankan jati diri nasional.
Lalu, jurnal ini menjelaskan bahwa Indonesia sebagai bangsa multikultural menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga integrasi nasional. Kearifan lokal lebih dari sekedar warisan budaya ia juga memiliki fungsi sosial yang mampu memperkuat solidaritas dalam masyarakat. Konsep-konsep seperti Bhinneka Tunggal Ika, gotong royong, dan nilai-nilai lokal dari berbagai daerah menjadi modal sosial yang sangat berharga dalam menghadapi dinamika globalisasi. Dengan demikian, revitalisasi nilai-nilai budaya lokal sangat penting, bukan hanya sebagai upaya untuk melestarikan, tetapi juga sebagai solusi dalam membangun identitas nasional yang kokoh dan harmonis di tengah perubahan zaman.
Kelas : 2456031027
NPM : Mandiri A
“Kearifan Budaya Lokal sebagai Perekat Identitas Bangsa"
Pentingnya nilai-nilai budaya lokal dalam memperkuat identitas nasional di tengah arus globalisasi. Digambarkan bagaimana kearifan lokal berfungsi sebagai elemen dalam membangun dan menguatkan identitas bangsa di era modern. Perubahan sosial yang terjadi membawa sejumlah tantangan yang bisa mengancam persatuan bangsa. Dalam hal ini, kearifan lokal dianggap sebagai warisan budaya yang patut dikaji dan direvitalisasi agar tetap relevan sebagai pengikat identitas nasional. Selain itu, jurnal ini juga mengkritisi tantangan yang ditimbulkan oleh globalisasi, yang cenderung mengarah pada penyatuan budaya, serta bagaimana multikulturalisme dapat berperan sebagai pendekatan yang efektif untuk melestarikan keragaman budaya tanpa mengorbankan jati diri nasional.
Lalu, jurnal ini menjelaskan bahwa Indonesia sebagai bangsa multikultural menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga integrasi nasional. Kearifan lokal lebih dari sekedar warisan budaya ia juga memiliki fungsi sosial yang mampu memperkuat solidaritas dalam masyarakat. Konsep-konsep seperti Bhinneka Tunggal Ika, gotong royong, dan nilai-nilai lokal dari berbagai daerah menjadi modal sosial yang sangat berharga dalam menghadapi dinamika globalisasi. Dengan demikian, revitalisasi nilai-nilai budaya lokal sangat penting, bukan hanya sebagai upaya untuk melestarikan, tetapi juga sebagai solusi dalam membangun identitas nasional yang kokoh dan harmonis di tengah perubahan zaman.