Tisya Azzahra Ramadhani
2413053076
1. Contoh Masalah Sosial Kontekstual: Kenakalan Remaja Akibat Pengaruh Media Sosial. Banyak remaja saat ini mudah terpengaruh oleh konten negatif di media sosial, seperti gaya hidup konsumtif, pergaulan bebas, hingga tindakan bullying online. Akibatnya, nilai moral dan karakter mereka bisa menurun, misalnya menjadi kurang sopan, malas belajar, dan tidak menghargai orang lain.
2. Solusi:
Pendidikan karakter di sekolah dan keluarga harus diperkuat. Guru dan orang tua perlu menanamkan nilai tanggung jawab, sopan santun, serta kemampuan berpikir kritis agar remaja bisa memilah mana konten yang baik dan buruk. Peningkatan literasi digital. Remaja diajarkan cara menggunakan media sosial dengan bijak, seperti tidak menyebar hoaks, tidak membully, dan menghargai privasi orang lain. Menyediakan kegiatan positif seperti ekstrakurikuler, kegiatan sosial, atau komunitas hobi agar remaja memiliki wadah untuk mengekspresikan diri secara sehat.
3. Teori yang Relevan:
a. Teori Sosialisasi (George Herbert Mead) Menurut Mead, kepribadian seseorang dibentuk melalui interaksi sosial. Jadi, jika remaja sering berinteraksi dengan lingkungan atau media yang negatif, perilakunya akan ikut terbentuk negatif. Maka, perlu lingkungan sosial yang positif agar perilaku mereka juga positif.
b.Teori Belajar Sosial (Albert Bandura) Bandura menyatakan bahwa seseorang belajar melalui pengamatan dan meniru perilaku orang lain (modeling). Remaja yang sering melihat influencer atau tokoh publik berperilaku buruk di media sosial bisa menirunya. Oleh karena itu, penting memberi contoh teladan baik. Baik dari guru, orang tua, maupun figur publik.
4. Kesimpulan:
Jadi, masalah kenakalan remaja di era digital dapat diatasi dengan pendekatan pendidikan karakter dan literasi digital yang berlandaskan teori sosialisasi dan belajar sosial. Kunci utamanya adalah pembentukan lingkungan dan teladan positif bagi remaja.