Posts made by Bella Dwi Arditha

Learning Social Science -> Tugas Mandiri

by Bella Dwi Arditha -
Nama: Bella Dwi Arditha
NPM: 2413053075
Kelas: 3C

1. Metode yang Digunakan
Kelebihan:
- Metodenya bervariasi: menonton video, diskusi, presentasi, tanya jawab.
- Metode diskusi kelompok dan presentasi mendorong kerja sama dan kemampuan berbicara siswa.
- Ice breaking ditempatkan di awal dan tengah pembelajaran sehingga menjaga antusiasme siswa.
- Metode learning by watching (video) cocok untuk materi visual seperti “kenampakan alam”.

Kekurangan:
- Kegiatan awal terlalu banyak sehingga memakan waktu.
- Terlalu banyak aktivitas membuat fokus pembelajaran sedikit terpecah.

2. Media yang Digunakan
Kelebihan:
- Guru memakai media video, PPT, dan gambar sangat cocok untuk materi geografi yang membutuhkan visual.
- LKPD juga membantu siswa belajar mandiri dan bekerjasama.
- Lagu-lagu tematik (misalnya "permukaan bumi") mendukung pembelajaran yang menyenangkan.

Kekurangan:
- Terlalu banyak jenis media membuat informasi agak padat.
- Video hanya ditonton satu kali; pada siswa kelas kecil mungkin perlu pengulangan.

3. Penguasaan Materi oleh Guru
Kelebihan:
- Guru mampu memberikan pertanyaan pemantik yang sesuai dengan topik kenampakan alam.
- Guru dapat mengajak siswa mengidentifikasi kenampakan alam melalui PPT dan gambar, menunjukkan guru memahami materi.
- Guru bisa memberikan bimbingan saat diskusi kelompok.

Kekurangan:
- Penjelasan materi belum terlihat mendalam atau sistematis.
- Guru lebih banyak mengandalkan video daripada memberi penjelasan langsung.

4. Pengelolaan Kelas

Kelebihan:
- Kelas tertib, guru memberi salam, doa, absensi, dan menjaga kebersihan.
- Ice breaking membuat kelas aktif dan menyenangkan.
- Guru membimbing setiap kelompok dan memberi apresiasi.

Kekurangan:
- Waktu kurang efisien karena kegiatan awal terlalu panjang.
- Ice breaking yang terlalu sering bisa mengurangi fokus belajar.

5. Skor Penilaian untuk Bu Beti
Skor keseluruhan: 86 / 100
Bu Beti sudah sangat baik dalam mengelola kelas dan menggunakan media, hanya perlu sedikit meningkatkan efisiensi waktu dan pendalaman materi.

Learning Social Science -> Tugas mandiri

by Bella Dwi Arditha -
Nama: Bella Dwi Arditha
NPM: 2413053075
Kelas 3 C

- Contoh Masalah Sosial: Penggunaan Media Sosial yang Berlebihan di Kalangan Remaja
Saat ini banyak remaja yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bermain media sosial seperti TikTok, Instagram, dan X (Twitter). Akibatnya, mereka sering mengalami penurunan prestasi belajar, kurang berinteraksi secara langsung dengan teman sebaya, dan mudah merasa cemas atau stres jika tidak aktif di media sosial.
Masalah ini tergolong masalah sosial karena berdampak luas pada perilaku dan hubungan sosial remaja di lingkungan sekolah dan masyarakat.

- Solusi:
1. Pendidikan Literasi Digital di Sekolah
Sekolah dapat memberikan edukasi tentang cara menggunakan media sosial secara bijak, misalnya dengan mengadakan pelatihan “Etika dan Keamanan di Dunia Digital”.
Guru Bimbingan dan Konseling juga dapat mengadakan sesi konseling kelompok untuk membantu siswa mengatur waktu penggunaan gadget.
2. Peran Orang Tua dalam Pengawasan dan Pendampingan
Orang tua perlu menetapkan batas waktu penggunaan media sosial di rumah dan menjadi contoh dalam penggunaan teknologi secara sehat.
3. Kegiatan Alternatif yang Positif
Remaja perlu diarahkan untuk mengikuti kegiatan positif seperti olahraga, seni, atau kegiatan sosial agar tidak bergantung pada media sosial sebagai satu-satunya sumber hiburan.

- Landasan Teori
Menggunakan Teori Belajar Sosial (Social Learning Theory) dari Albert Bandura, yang menyatakan bahwa perilaku seseorang terbentuk melalui proses observasi dan peniruan terhadap model di lingkungannya.
Dalam konteks ini, remaja belajar perilaku dari apa yang mereka lihat di media sosial maupun dari orang di sekitar mereka. Oleh karena itu, memberikan model perilaku positif dan lingkungan sosial yang mendukung dapat membantu mereka mengubah kebiasaan buruk menjadi perilaku yang lebih sehat.

- Kesimpulan
Masalah penggunaan media sosial berlebihan di kalangan remaja dapat diatasi melalui kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dengan memberikan pendidikan, pendampingan, serta teladan yang baik. Dengan dukungan teori Bandura, solusi ini menjadi lebih kuat karena didasari pada cara manusia belajar dan membentuk perilaku dari lingkungannya.