Nama: Gusti Ngurah Soma Adnyane
NPM: 2413031063
Kelas: B
Video tersebut memaparkan perbedaan pencatatan aset antara metode biaya historis dan nilai wajar. Contohnya, sebuah perusahaan yang membeli properti 20 tahun lalu seharga 5 juta dolar, kini nilai pasar properti itu telah meningkat menjadi 35 juta dolar. Perusahaan dapat memilih untuk mencatat aset berdasarkan biaya historis atau nilai wajar, tetapi keputusan tersebut harus diterapkan secara konsisten pada seluruh aset yang sejenis.
Penilaian nilai wajar memerlukan keahlian khusus dan umumnya dilakukan oleh ahli penilai aset. Metode nilai wajar dipakai khususnya untuk kategori aset tertentu seperti properti, merek dagang, serta kewajiban seperti pensiun.
Menurut pandangan saya, video ini memberikan pemahaman yang jelas mengenai pentingnya konsistensi dalam pemilihan metode pencatatan serta bagaimana nilai wajar memberikan gambaran yang lebih akurat terhadap kondisi keuangan terkini dibanding biaya historis. Namun perlu diingat, penerapan metode nilai wajar membutuhkan standar dan keahlian tinggi untuk menghindari penyimpangan atau manipulasi pelaporan keuangan. Oleh karena itu, akuntan dan auditor harus memahami kedua metode ini untuk menjaga integritas dan akuntabilitas laporan keuangan.