གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Gusti Ngurah Soma Adnyane

AKM B2025 -> Diskusi

Gusti Ngurah Soma Adnyane གིས-
Nama: Gusti Ngurah Soma Adnyane
NPM: 2413031063
Menurut pendapat saya sendiri, mempelajari akuntansi sewa, kebijakan akuntansi, dan isu-isu akuntansi lainnya sangat penting karena ketiganya berkaitan langsung dengan keandalan dan transparansi laporan keuangan perusahaan. Akuntansi sewa menjadi semakin krusial sejak diberlakukannya standar seperti PSAK 73, yang mengharuskan perusahaan mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa. Pemahaman yang baik mengenai akuntansi sewa membantu perusahaan menilai dampaknya terhadap aset, liabilitas, dan beban, sehingga laporan keuangan dapat menggambarkan komitmen jangka panjang secara lebih akurat. Sementara itu, mempelajari kebijakan akuntansi penting karena setiap metode yang dipilih perusahaan, seperti metode depresiasi atau pengakuan pendapatan, akan berpengaruh langsung pada angka laba, nilai aset, dan posisi keuangan perusahaan. Dengan memahami kebijakan akuntansi, pengguna laporan keuangan dapat menilai konsistensi, keterbandingan, serta potensi adanya manajemen laba.
Selain itu, isu-isu akuntansi lainnya seperti digitalisasi, sustainability reporting, fair value, dan perkembangan standar internasional juga sangat penting untuk dipahami karena dunia bisnis terus berubah dengan cepat. Jika praktisi akuntansi tidak mengikuti isu terbaru, maka perusahaan berisiko tertinggal dalam hal kepatuhan dan kualitas pelaporan. Mempelajari isu-isu tersebut memberikan manfaat berupa kemampuan adaptasi terhadap regulasi baru, pemahaman terhadap transaksi yang lebih kompleks, serta peningkatan kualitas analisis dalam penyusunan dan penilaian laporan keuangan. Secara keseluruhan, urgensi mempelajari ketiga aspek ini terletak pada kebutuhan untuk menghasilkan laporan keuangan yang relevan, andal, dan sesuai standar, sementara manfaatnya berupa peningkatan kompetensi profesional, kemampuan pengambilan keputusan yang lebih baik, serta kesiapan menghadapi perubahan dalam dunia akuntansi modern.

AKM B2025 -> Diskusi

Gusti Ngurah Soma Adnyane གིས-
Nama: Gusti Ngurah Soma Adnyane
NPM: 2413031063
Aset tak berwujud dicatat ketika aset tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi di masa depan dan biayanya dapat diukur dengan andal. Pada saat pertama kali diperoleh, aset tak berwujud diakui sebesar biaya perolehannya, yang dapat berupa harga beli atau nilai wajar jika didapat melalui kombinasi bisnis. Setelah itu, aset ini dinilai menggunakan model biaya, yaitu biaya perolehan dikurangi amortisasi dan penurunan nilai, atau menggunakan model revaluasi jika tersedia pasar aktif untuk menentukan nilai wajarnya. Dalam laporan keuangan, aset tak berwujud disajikan sebagai bagian dari aset tidak lancar, biasanya disertai informasi mengenai umur manfaat, metode amortisasi, dan penjelasan terkait penurunan nilai pada catatan atas laporan keuangan.