Posts made by Farrel Akbar Deazeva

MKU Pancasila TI A -> Forum Tanggapan Video 1

by Farrel Akbar Deazeva -
Nama: Farrel Akbar Deazeva
Kelas: PSTI-B
NPM: 2415061019
Terkait dengan masalah yang muncul pada video permasalahaan 1 dalam kasus yang melibatkan Jaksa Tapsel Jovi Andrea, dimana tindakan jaksa tersebut membuat DPR geram, hal ini menggambarkan adanya ketidakpuasan terhadap kinerja atau tindakan jaksa yang dianggap tidak sesuai dengan harapan atau aturan yang berlaku. Dalam situasi seperti ini, bisa saja ada masalah dalam proses hukum yang sedang berlangsung, misalnya, penuntutan yang dianggap tidak tegas atau adanya ketidakberesan dalam penanganan kasus yang seharusnya dapat mempengaruhi keadilan. Tuntutan yang diberikan bisa berfokus pada penyelesaian permasalahan internal yang terjadi di dalam lembaga penegak hukum. Evaluasi kinerja jaksa sangat diperlukan untuk memastikan bahwa mereka menjalankan tugasnya dengan profesional dan transparan. Selain itu, jika ada kesalahan prosedural atau penyalahgunaan wewenang, penyelidikan lebih lanjut oleh otoritas yang lebih tinggi seperti Komisi Kejaksaan akan sangat penting untuk menjaga integritas sistem hukum.

Adapun tuntutan terhadap terdakwa atau korban dalam kasus ini akan sangat bergantung pada konteks kasus itu sendiri. Jika ada tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa, jaksa akan mengajukan tuntutan sesuai dengan bukti yang ada. Sebaliknya, jika ada keluhan dari korban atau masyarakat terkait dengan penanganan kasus, mereka bisa meminta agar ada penyelidikan ulang atau tindakan hukum lanjutan untuk memastikan keadilan ditegakkan. Dalam kasus ini, tuntutan tidak hanya akan berkaitan dengan terdakwa, tetapi juga dengan transparansi sistem peradilan secara keseluruhan.

MKU Pancasila TI A -> Tanggapan Video Pembelajaran

by Farrel Akbar Deazeva -
Nama: Farrel Akbar Deazeva
NPM: 2415061019
Kelas: PSTI-B

Setelah menonton video tentang Pancasila sebagai Sistem Etika, saya merasa lebih memahami bagaimana Pancasila sebenarnya bukan hanya dasar negara atau sekadar pedoman dalam politik, tetapi juga sebuah sistem etika yang mengatur cara kita hidup bersama sebagai bangsa. Dalam video tersebut, dijelaskan bahwa Pancasila memuat nilai-nilai moral yang seharusnya menjadi pedoman dalam bertindak, baik di level pribadi maupun dalam interaksi sosial kita.

Namun, ada masalah yang cukup signifikan, yaitu seringkali kita hanya mengenal Pancasila secara normatif, tanpa benar-benar mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, nilai gotong royong atau keadilan sosial sering kali terabaikan, terutama dalam situasi politik atau sosial yang penuh dengan konflik kepentingan. Terkadang, kita melihat tindakan yang jauh dari nilai-nilai Pancasila, terutama dalam pengambilan kebijakan atau perilaku sosial yang lebih mengutamakan kepentingan individu atau kelompok tertentu.

Penyelesaian yang diajukan dalam video ini adalah dengan memperkuat pendidikan Pancasila yang lebih aplikatif dan kontekstual. Pendidikan Pancasila tidak cukup hanya diajarkan dalam bentuk teori, tetapi harus diinternalisasi dalam sikap dan tindakan nyata. Selain itu, penting untuk menumbuhkan kesadaran di masyarakat, terutama di kalangan generasi muda, tentang pentingnya hidup berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Dengan demikian, Pancasila bisa benar-benar diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bagian dari budaya politik dan sosial yang lebih baik.

Menurut saya, jika kita semua, baik sebagai individu maupun kelompok, mulai menghidupkan dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap tindakan dan keputusan kita, Pancasila bisa menjadi sistem etika yang membawa bangsa ini menuju masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan bersatu. Tentu saja, ini membutuhkan komitmen bersama, tapi saya percaya bahwa jika kita serius menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup, perubahan positif itu bisa tercapai.

MKU Pancasila TI A -> Tanggapan Artikel 1

by Farrel Akbar Deazeva -
Nama: Farrel Akbar Deazeva
NPM: 2415061019
Kelas: PSTI-B

Menuru Saya,Artikel "Pancasila sebagai Etika Politik di Era Pasca-Kebenaran" karya Darto Wahidin dan Abd. Chaidir Marasabessy menggali relevansi Pancasila sebagai pedoman etika politik di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, terutama di era pasca-kebenaran. Di era ini, kebenaran sering kali menjadi hal yang kabur, di mana informasi bisa diputarbalikkan dan setiap pihak merasa memiliki kebenarannya sendiri. Dalam konteks ini, Pancasila dihadirkan sebagai sebuah prinsip moral yang dapat menjadi pijakan dalam berpolitik, bukan sekadar sebagai dasar hukum negara atau ideologi.

Di tengah derasnya arus informasi yang kadang sulit dibedakan antara fakta dan opini, Pancasila dapat berfungsi sebagai kompas moral yang menjaga agar politik Indonesia tetap berlandaskan pada nilai-nilai luhur seperti keadilan, persatuan, dan kemanusiaan. Nilai-nilai inilah yang menjadi penyeimbang di dunia politik yang kini seringkali terpecah-pecah dan dipenuhi oleh narasi yang berlawanan. Hoaks, disinformasi, dan polarisasi yang kian tajam memang menjadi tantangan besar, namun Pancasila, dengan nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya, bisa menawarkan solusi dengan mengajak masyarakat untuk berpijak pada nilai-nilai yang mengutamakan kebaikan bersama, bukan kemenangan kelompok atau individu semata.

Pentingnya pendidikan Pancasila juga ditekankan dalam artikel ini, karena hanya melalui pendidikan yang mendalam dan kontekstual nilai-nilai Pancasila dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila harus lebih dari sekadar mata pelajaran atau teori, tetapi harus menjadi bagian dari perilaku politik yang konkret. Dalam hal ini, pendidikan menjadi salah satu jalan untuk memastikan bahwa generasi mendatang tetap bisa menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menghadapi tantangan zaman.

Artikel ini mengingatkan kita bahwa meskipun dunia politik sering kali penuh dengan ketegangan dan ketidakpastian, Pancasila tetap relevan sebagai landasan moral dan etika. Agar nilai-nilai tersebut tetap hidup, diperlukan kesadaran kolektif dan komitmen dari seluruh elemen bangsa untuk terus menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam politik, yang tidak hanya dilihat sebagai kewajiban formal, tetapi juga sebagai panduan hidup yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok atau individu.

MKU Pancasila TI A -> Forum Diskusi 2

by Farrel Akbar Deazeva -
Nama: Farrel Akbar Deazeva
NPM: 2415061019
Kelas: PSTI-B

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memang menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal pemahaman dan pengaplikasiannya di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Di tengah pesatnya globalisasi dan kemajuan teknologi, nilai-nilai Pancasila sering terpinggirkan atau terasa kurang relevan. Meskipun sebagian besar orang mengenal Pancasila, tak jarang nilai-nilai seperti toleransi, gotong royong, dan keadilan belum sepenuhnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk mengatasi hal ini, pendidikan Pancasila perlu dikemas lebih menarik dan relevan dengan kenyataan sosial saat ini. Pengajaran tentang Pancasila sebaiknya tidak hanya teoritis, tetapi juga menghubungkannya dengan isu-isu yang dihadapi masyarakat, seperti keberagaman, keadilan sosial, dan hak asasi manusia. Selain itu, media sosial bisa menjadi sarana yang efektif untuk menyebarkan pesan Pancasila kepada generasi muda, dengan cara yang lebih mudah dipahami dan diterima.

Yang tak kalah penting adalah peran pemimpin dan tokoh masyarakat yang bisa menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila. Ketika pemimpin menunjukkan sikap adil, bijaksana, dan peduli terhadap masyarakat, hal ini akan menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Dengan langkah-langkah ini, Pancasila bisa terus hidup dalam praktik sehari-hari dan menjadi bagian penting dari jati diri bangsa Indonesia.