Posts made by Farrel Akbar Deazeva

MKU PSTI A dan B 2024 -> FORUM ANALISIS JURNAL

by Farrel Akbar Deazeva -
Nama: Farrel Akbar Deazeva
NPM: 2415061019
Kelas: PSTI-B

Dari jurnal yang telah saya baca. Saya mengetahui bahwa Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memiliki peran krusial dalam membentuk karakter bangsa, terutama dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi, Hak Asasi Manusia (HAM), dan kehidupan sosial yang harmonis. Pasca Orde Baru, Indonesia mengalami berbagai tantangan dalam sistem demokrasinya, seperti maraknya politik uang, konflik yang tidak terselesaikan secara demokratis, serta praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang masih mengakar. Selain itu, rendahnya kesadaran bernegara di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, semakin memperburuk kondisi tersebut. Oleh karena itu, PKn menjadi instrumen penting dalam membentuk pola pikir kritis dan kesadaran warga negara terhadap hak dan kewajibannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selain memperkuat nilai-nilai demokrasi, PKn juga berfungsi sebagai sarana edukasi terkait HAM. Meskipun Indonesia telah memiliki berbagai regulasi yang menjamin HAM, praktik diskriminasi, intoleransi, dan pelanggaran hak masih kerap terjadi. Kesadaran akan pentingnya HAM harus ditanamkan sejak dini agar masyarakat lebih menghargai keberagaman dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Selain itu, dalam konteks kehidupan sosial, PKn berperan dalam membangun sikap toleransi dan penyelesaian konflik secara damai. Keberagaman suku, agama, ras, dan golongan di Indonesia harus menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.

Rendahnya kesadaran bernegara menjadi tantangan serius bagi Indonesia, terutama di era globalisasi yang semakin menggeser identitas nasional. Generasi muda perlu memahami bahwa partisipasi dalam kehidupan politik dan sosial bukan sekadar hak, tetapi juga tanggung jawab. PKn dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan kepedulian terhadap kondisi bangsa. Dengan memperkuat pendidikan kewarganegaraan, diharapkan masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang peran mereka dalam membangun sistem demokrasi yang sehat, menjunjung tinggi HAM, dan menciptakan kehidupan sosial yang harmonis serta berkeadaban.

Nama: Farrel Akbar Deazeva 

NPM: 24150061019

Kelas: PSTI-B

Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di perguruan tinggi bukan sekadar mata kuliah wajib, tapi juga memiliki peran besar dalam membentuk karakter mahasiswa. Di tengah arus globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi, mahasiswa perlu memiliki rasa nasionalisme yang kuat, mampu berpikir kritis, dan memahami prinsip-prinsip demokrasi agar bisa berkontribusi positif bagi bangsa.

Melalui PKN, mahasiswa diajak untuk memahami sejarah dan nilai-nilai kebangsaan yang menjadi fondasi Indonesia. Bukan sekadar menghafal peristiwa, tetapi memahami bagaimana perjuangan para pendiri bangsa bisa menjadi inspirasi untuk menjaga persatuan dan keberagaman. Nasionalisme yang tumbuh dari kesadaran ini bukan hanya sebatas simbol atau slogan, melainkan sikap yang tercermin dalam kepedulian terhadap lingkungan sosial dan bangsa.

Selain itu, PKN juga melatih mahasiswa untuk berpikir kritis. Mereka belajar untuk tidak langsung menerima informasi begitu saja, tetapi mampu menganalisis, mempertanyakan, dan mencari solusi atas berbagai permasalahan sosial dan politik. Di era digital yang penuh dengan informasi hoaks dan propaganda, kemampuan ini menjadi sangat penting agar mahasiswa tidak mudah terprovokasi dan bisa mengambil sikap yang bijak.

Pemahaman tentang demokrasi juga menjadi salah satu aspek utama dalam PKN. Mahasiswa didorong untuk memahami hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara, menghargai perbedaan pendapat, serta menjunjung tinggi hukum dan keadilan. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjadi penonton dalam sistem demokrasi, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan perubahan yang lebih baik.

PKN bukan sekadar mata kuliah formal, tetapi bekal bagi mahasiswa untuk menjadi individu yang peduli, berwawasan luas, dan siap menghadapi tantangan global tanpa melupakan identitas kebangsaan mereka. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk menjadikan PKN sebagai ruang belajar yang relevan dan inspiratif, sehingga mahasiswa benar-benar memahami dan menerapkan nilai-nilai yang diajarkan dalam kehidupan sehari-hari.


MKU Pancasila TI A -> Forum Menanngapi video 2

by Farrel Akbar Deazeva -
Nama: Farrel Akbar Deaazeva
NPM: 2415061019
Kelas: PSTI-B

Setelah menyimak materi dalam video kedua tentang "Pentingnya Ideologi Pancasila di Era Digital", saya merasa bahwa ideologi Pancasila tetap sangat relevan dan krusial dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang, terutama dalam konteks digital. Di era digital, kita dihadapkan pada berbagai kemudahan dalam berkomunikasi dan mengakses informasi, namun juga terdapat risiko besar seperti penyebaran informasi palsu (hoaks), polarisasi sosial, dan ancaman terhadap privasi. Pancasila sebagai dasar negara yang mengedepankan nilai-nilai persatuan, keadilan sosial, dan kemanusiaan yang adil dan beradab, dapat menjadi benteng untuk menjaga keharmonisan dan kesatuan bangsa di dunia maya.

Penting untuk kita menyadari bahwa dunia digital tidak lepas dari tantangan moral dan etika. Pancasila bisa menjadi pedoman dalam berinteraksi di ruang digital dengan menjunjung tinggi nilai-nilai seperti saling menghormati, tanggung jawab, dan etika dalam berkomunikasi. Misalnya, sila kedua Pancasila tentang "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab" mengingatkan kita untuk senantiasa menjaga martabat dan hak asasi manusia, termasuk di dunia maya. Dengan semakin mudahnya penyebaran informasi, kita harus lebih cermat dalam menyaring berita atau pesan yang kita terima dan bagikan, agar tidak terjebak dalam penyebaran hoaks atau ujaran kebencian yang dapat merusak tatanan sosial.

Selain itu, pendidikan Pancasila yang kuat di era digital menjadi sangat penting. Banyak generasi muda yang mungkin lebih akrab dengan dunia digital daripada dengan nilai-nilai ideologi bangsa. Oleh karena itu, penerapan pendidikan Pancasila yang relevan dan kontekstual dalam dunia digital bisa dilakukan melalui berbagai platform edukasi online, media sosial, dan aplikasi digital yang banyak digunakan oleh anak muda. Ini bisa menjadi cara efektif untuk menanamkan pemahaman tentang pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan, baik di dunia nyata maupun maya.