Kiriman dibuat oleh GRESCIE ODELIA SITUKKIR 2413031088

TA C2025 -> CASE STUDY 1

oleh GRESCIE ODELIA SITUKKIR 2413031088 -
Nama : Grescie Odelia Situkkir
​​‎NPM : 2413031088 

‎‎1.Analisislah bagaimana penggunaan teknologi blockchain dapat mempengaruhi teori akuntansi yang terkait dengan reliabilitas dan transparansi informasi akuntansi dalam konteks pelaporan keberlanjutan. Jawab : ‎Penggunaan teknologi blockchain dapat mempengaruhi teori akuntansi secara menyeluruh, terutama dalam konteks reliabilitas dan transparansi informasi akuntansi dalam pengajuan permohonan. Blockchain, dengan strukturnya yang terdesentralisasi dan sifatnya yang transparan, memungkinkan setiap transaksi dan pencatatan data untuk kinerja dan dilacak secara permanen. Hal ini mengurangi kemungkinan manipulasi data, sehingga meningkatkan reliabilitas informasi yang disajikan.Dengan blockchain, setiap pemangku kepentingan, termasuk investor dan pelanggan, dapat mengakses Informasi dengan cara yang lebih mudah dan akurat. Misalnya, informasi terkait jejak karbon dan sumber bahan baku dapat diakses secara real-time, Ini memberikan gambaran yang lebih jernih tentang kinerja keberhentian perusahaan, yang selanjutnya dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat. 

2 . Evaluasilah tantangan yang mungkin dihadapi PT Hijau Lestari jika menerapkan teknologi ini dalam konteks regulasi Indonesia dan global. Jawab: ‎Meskipun banyak manfaatnya, penerapan blockchain di PT Hijau Lestari menghadapi sejumlah tantangan, baik dari sisi regulasi di Indonesia maupun di tingkat global. Di Indonesia, regulasi terkait blockchain masih dalam tahap perkembangan. Banyak aturan yang belum siap untuk mengakomodir teknologi baru ini, dan hal ini dapat menyebabkan kebingungan dan kelancaran dalam pelaksanaan siklus berikutnya. Di tingkat global, meskipun blockchain banyak dipuji sebagai teknologi inovatif, penerimaan dan pemahaman terhadapnya bisa sangat bervariasi antar negara. Hal ini bisa menimbulkan keluhan dan kesulitan dalam memenuhi standar akuntansi dan pelaporan internasional. Selain itu, ada juga tantangan teknologi, seperti kebutuhan infrastruktur IT yang memadal dan keterampilan sumber daya manusia yang diperlukan untuk mengelola dan memelihara sistem blockchain. Tanpa dukungan yang cukup, implementasi bisa terhambat, bahkan bisa menjadi beban bagi perusahaan, 

‎ ‎3 . Memberikan rekomendasi strategi berbasis teori akuntansi dan perkembangan teknologi yang dapat mendukung keberhasilan implementasi ini. Jawab: ‎Untuk mengatasi tantangan yang ada, PT Hijau Lestari dapat mempertimbangkan beberapa rekomendasi strategi. Pertama, penting untuk meningkatkan pemahaman tentang blockchain di kalangan manajemen dan pemangku kepentingan melalui pelatihan atau lokakarya. Dengan pemahaman yang lebih baik, dukungan untuk inisiatif ini diharapkan akan meningkat.
Kedua, perusahaan sebaiknya menjalin kerjasama dengan regulator dan lembaga terkait untuk membantu menyusun pedoman dan regulasi yang sesuai dengan penggunaan blockchain dalam pelaporan izin. Hal ini akan menciptakan lingkungan yang lebih ramah lingkungan dan mengurangi risiko hukum.
Selanjutnya, keterlibatan pihak ketiga independen untuk melakukan audit dan verifikasi data yang tercatat di blockchain dapat memperkuat kepercayaan terhadap informasi yang disajikan. Langkah-langkah ini akan membantu PT Hijau Lestari tidak hanya dalam meningkatkan integritas dan transparansi laporan yang diinginkan, tetapi juga memperkuat posisi perusahaan di pasar yang semakin menuntut. ‎ ‎

AKM C2025 -> CASE STUDY

oleh GRESCIE ODELIA SITUKKIR 2413031088 -

Nama : Grescie Odelia Situkkir

NPM : 2413031088

‎Kelas : 2024C

‎1. Analisis Instrumen Investasi

‎Bandingkan instrumen ketiga dari sisi return , risiko , likuiditas , dan kesesuaian dengan tujuan dana pensiun . Apa kelebihan dan kelemahan masing-masing?

Jawab :

‎Kalau kita membandingkan pilihan ketiga tersebut dari sisi imbal hasil, risiko, kemudahan yang dicairkan, dan cocok tidaknya untuk dana pensiun dosen, hasilnya kurang lebih seperti :Dividen saham (sektor konsumen + perbankan) memang paling menggiurkan karena rata-rata bisa kasih return 11% setahun, bahkan bisa lebih kalau ada capital gain. Tapi akan, naik-turunnya luar biasa. Kalau pasar lagi jelek atau ekonomi lagi lesu, menyebabkan nilai portofolio amblas dalam waktu singkat, apalagi dividennya juga bisa dipotong perusahaan kalau labanya lagi tipis. Namun likuiditasnya , dapat dijual kapan saja bisa langsung cair. Tapi buat dana pensiun yang butuh kepastian bayar tiap bulan, ini agak berisiko kalau porsinya terlalu besar. Kewajiban pemerintah (ORI/SBN) jauh lebih tenang. Kuponnya tetap 6,5% setahun, dijamin negara, hampir nol risiko gagal bayar. Cocok untuk membuat dana pensiun karena arus kasnya dapat diprediksi bertahun-tahun ke depan. Kekurangannya cuma dua: return-nya kalah jauh sama saham, dan kalau tiba-tiba suku bunga BI naik tinggi, harga obligasi di pasar bisa turun (tapi kalau kita tahan sampai jatuh tempo tidak akan rugi). Likuiditasnya sedang, bisa dijual kalau mendesak, tapi kadang harganya tidak berkurang. Deposito berjangka paling aman. Bunga bersih cuma 4,25% setahun, pasti dibayar, tapi kalau inflasi lagi tinggi, nilai riilnya bisa habis dimakan inflasi. Likuiditasnya paling jelek karena kalau dicairkan sebelum jatuh tempo kena penalti lumayan. Tapi kelebihannya, dana kita aman.

‎2.Penentuan Alokasi Portofolio

‎ Usulan Alokasi Portofolio Rp10 miliar .Berdasarkan profil risiko dana pensiun (konservatif-moderat), susunlah alokasi investasi dari Rp10 miliar ke dalam instrumen ketiga tersebut. jelaskan alasan alokasinya!

‎Jawab :

‎Menurut saya, dengan profil risiko yang konservatif-moderat (tidak mau rugi besar, tapi tetap ingin dana berkembang), alokasi yang paling masuk akal adalah:

‎- 30% ke saham dividen (Rp3 miliar)

‎- 50% ke ORI/SBN (Rp5 miliar)

‎- 20% ke deposito berjangka (Rp2 miliar)

‎Karena 70% dana kita taruh di instrumen yang hampir tidak mungkin rugi (kewajiban negara + deposito), jadi pembayaran pensiun 20 tahun ke depan tetap aman. Sisanya 30% kita masukkan ke saham biar dananya bisa tumbuh lebih kencang dan bisa mengimbangi inflasi jangka panjang. Kalau 100% aman semua, 10-15 tahun lagi nilai riil dananya bisa tergerus parah sama dengan inflasi. Return rata-rata portofolio ini kira-kira sekitar 7,8% – 8% per tahun (cukup untuk mengalakan inflasi rata-rata Indonesia yang sekitar 4-5%).

‎3.Simulasi Dampak Ekonomi

‎Dalam skenario krisis ekonomi (misalnya inflasi tinggi dan IHSG turun 20%):

A. Bagaimana dampak portofolionya terhadap Anda?

B. Apa langkah mitigasi risiko yang bisa dilakukan oleh manajer investasi?

Jawab:

‎A. Dampaknya:

‎- Saham langsung kena paling parah, Rp3 miliar bisa susut jadi Rp2,4 miliar dalam waktu singkat. Kewajiban negara kuponnya tetap dibayar, tapi kalau suku bunga naik tinggi buat menahan inflasi, harga pasarnya bisa turun (tapi kalau kita hold sampai jatuh tempo pasti balik lagi ke 100%). Deposito aman, cuma nilai riilnya makin kecil karena inflasi tinggi. Secara keseluruhan, nilai portofolio bisa turun sekitar 6-8% pada awal krisis, namun arus kas bulanan tetap jalan karena mayoritas dari obligasi dan bunga deposito.

B. Yang dapat dilakukan manajer investasi:

‎- Jangan panik jual saham di harga bawah, malah kalau ada dana idle bisa beli tambahan saham bagus yang lagi diskon.

‎- Pindahin sebagian deposito yang jatuh tempo ke obligasi negara yang baru terbit (biasanya kuponnya lebih tinggi saat inflasi naik).

‎- Rebalancing: kalau saham sudah turun jauh, dikurangi dulu jadi 20-25%, tambah ke obligasi.

‎- Pastikan selalu ada likuiditas 1-2 tahun ke depan di deposito/cash agar tidak terpaksa menjual saham atau obligasi di harga jelek.

‎ 4. Aspek Akuntansi dan Pelaporan

‎Menjelaskan bagaimana ketiga instrumen investasi tersebut dicatat dan dilaporkan dalam laporan keuangan Dana Pensiun berdasarkan prinsip akuntansi keuangan. (Gunakan pendekatan PSAK yang relevan.)

Jawab :

‎Di Indonesia, dana pensiun wajib pakai PSAK (Standar Akuntansi Keuangan). Khusus dana pensiun diatur di PSAK 18, sedangkan instrumen investasinya pakai PSAK 71 (Instrumen Keuangan).

‎Praktiknya yaitu:

‎- Dividen saham: dicatat di nilai wajar (nilai wajar). Setiap akhir tahun diukur ulang pakai harga pasar BEI. Jika naik/turun, selisihnya masuk ke laba rugi periode berjalan atau ke pendapatan komprehensif lainnya (tergantung kebijakan dana pensiun). Dividen yang diterima dicatat sebagai pendapatan investasi.

‎- ORI/SBN: biasanya diklasifikasikan sebagai diukur pada biaya perolehan diamortisasi (biaya diamortisasi) karena tujuan dipegang sampai jatuh tempo untuk mengambil kupon. Jadi tidak perlu tiap tahun naik-turun ikut harga pasar (kecuali kalau memang dijual sebelum musim gugur). Kupon dicatat sebagai pendapatan bunga.

‎- Deposito: juga biaya perolehan diamortisasi. Pokok + bunga yang masih harus diterima dicatat di neraca, bunga diakui setiap periode penggunaan metode bunga efektif.

‎Di posisi laporan keuangan (neraca) akan tampak pos:

‎- Investasi saham

‎- Investasi obligasi

‎- Deposito berjangka

‎Tiap tahun juga wajib ada laporan aktuaria yang membandingkan aset investasi dengan kewajiban pensiun (liabilitas) supaya jelas apakah dananya cukup atau kurang.