Nama : Anindia Maharani
Npm : 2413031042
Artikel yang berjudul "Earnings Management: A Literature Review," yang terdapat dalam Jurnal Akuntansi dan Tata Kelola Indonesia, membahas praktik manajemen laba dengan menelaah dua sudut pandang utama yang mendasari perilaku tersebut. Pertama, dari sudut pandang oportunistik, manajemen laba dipahami sebagai tindakan manajer untuk meningkatkan keuntungan pribadi. Hal ini terjadi dengan memanfaatkan ketidakselarasan informasi antara pihak internal perusahaan (manajer) dan pihak eksternal (investor, kreditor, regulator). Dari sudut pandang ini, manajer dianggap beroperasi untuk kepentingan pribadi, mungkin dengan melakukan manipulasi laporan keuangan agar terlihat lebih baik, yang pada akhirnya dapat meningkatkan bonus mereka atau membantu perusahaan mencapai target keuangan tertentu.
Kedua, dalam perspektif sinyal, manajemen laba dipandang sebagai sarana komunikasi. Pada pandangan ini, manajer menggunakan praktik manajemen laba untuk menyampaikan sinyal kepada investor dan pemangku kepentingan lainnya mengenai prospek masa depan perusahaan. Misalnya, manajer bisa berusaha untuk meratakan laba sepanjang waktu untuk menunjukkan kestabilan dan mengurangi risiko yang dirasakan oleh investor.
Artikel ini sendiri merupakan ulasan literatur yang menyeluruh, menganalisis 50 artikel ilmiah yang telah diterbitkan dalam jurnal internasional. Analisis tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian mengenai manajemen laba menggunakan pendekatan kuantitatif, yang fokus pada pengujian hipotesis dan pengukuran dampak manajemen laba terhadap berbagai variabel keuangan. Selain itu, ulasan tersebut menyoroti bahwa sebagian besar penelitian mengadopsi perspektif oportunistik, mencerminkan kekhawatiran akan kemungkinan mencakup praktik manajemen laba.
Selanjutnya, artikel ini membahas dua pendekatan utama yang digunakan dalam manajemen laba: berbasis akrual dan riil. Manajemen laba berbasis akrual melibatkan penerapan estimasi akuntansi dan
penilaian subyektif untuk mempengaruhi laba yang dilaporkan. Contoh dari pendekatan ini termasuk mengubah metode depresiasi, membuat estimasi tagihan tak tertagih secara agresif, atau mengatur waktu pengakuan pendapatan. Sebaliknya, manajemen laba sebenarnya melibatkan tindakan operasional konkret yang berdampak pada arus kas perusahaan. Contohnya termasuk menunda pengeluaran penelitian dan pengembangan, memberikan diskon besar untuk meningkatkan penjualan, atau mengurangi tingkat produksi untuk mengurangi biaya.
Artikel ini menyimpulkan bahwa meskipun penelitian tentang manajemen laba telah mengalami kemajuan yang signifikan, masih banyak yang dapat dipelajari. Khususnya, penelitian kedepan perlu memusatkan perhatian pada pemahaman motivasi yang mendasari praktik manajemen laba dan menyelidiki konsekuensi jangka panjang dari praktik tersebut bagi perusahaan serta pemangku kepentingannya.
Video dari Edspira memberikan penjelasan yang lebih ringkas dan mudah dipahami mengenai konsep manajemen laba. Video ini menjelaskan manajemen laba sebagai praktik pemanfaatan dalam standar akuntansi untuk memanipulasi laporan keuangan. Video tersebut menjelaskan alasan mengapa perusahaan mungkin terlibat dalam manajemen laba, seperti untuk memenuhi ekspektasi analis, meningkatkan harga saham, atau menghindari perhatian dari regulator. Selain itu, video ini memberikan contoh nyata tentang teknik manajemen laba, seperti mengakui pendapatan lebih awal, menunda pengeluaran, atau menggunakan cadangan akuntansi untuk meratakan keuntungan. Video ini ditujukan untuk audiens yang lebih luas dan bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai konsep manajemen laba tanpa memerlukan latar belakang akuntansi yang mendalam.
Opini saya : Kedua sumber ini menawarkan pemandangan yang berharga mengenai sisi rumit dari pengelolaan laba. Artikel tersebut memberikan ulasan mendalam yang berdasarkan pada penelitian ilmiah, menekankan berbagai sudut pandang dan metode untuk mendalami fenomena ini. Di sisi lain, video itu memberikan penjelasan yang lebih mudah dipahami dan praktis, sehingga cocok untuk audiens yang lebih luas. Keduanya bersama-sama menghadirkan pemahaman yang menyeluruh mengenai pengelolaan laba, penekanan pentingnya memahami praktik ini serta potensi pengaruhnya terhadap kualitas informasi keuangan. Yang patut diperhatikan adalah, meskipun pengelolaan laba tidak selalu melanggar hukum, praktik ini dapat membawa para investor dan merusak kepercayaan terhadap pasar keuangan jika tidak dilakukan dengan hati-hati dan transparansi.