Posts made by Dini Hanifa

AKM B2025 -> Diskusi

by Dini Hanifa -
Nama: Dini Hanifa
NPM: 2413031055
Kelas: 24B

Menurut saya, perbedaan antara FIFO dan LIFO terutama terlihat saat terjadi perubahan harga barang. Ketika harga barang meningkat (inflasi), metode LIFO biasanya menghasilkan laba bersih yang lebih rendah karena yang dicatat sebagai harga pokok adalah persediaan terbaru yang harganya lebih mahal. Sedangkan FIFO menggunakan persediaan lama yang harganya lebih murah, sehingga laba tampak lebih tinggi.

Sebaliknya, saat harga barang menurun (deflasi), metode LIFO justru bisa menghasilkan laba yang lebih tinggi dibanding FIFO, sebab barang yang dianggap dijual memiliki harga pokok yang lebih rendah. Sementara FIFO memakai harga lama yang lebih tinggi, sehingga labanya lebih kecil. Jadi, pengaruhnya sangat tergantung pada arah perubahan harga barang di pasar.

TA B 2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Dini Hanifa -
Assalamualaikum Wr.Wb
NAMA: DINI HANIFA
NPM: 2413031055
Resume e-Journal
Historical Costs versus Fair Value Measurement in Financial Accounting

Biaya historis adalah metode pencatatan aset dan kewajiban berdasarkan harga pembelian asli saat aset atau kewajiban tersebut diperoleh. Nilai ini hanya akan berubah jika ada penurunan nilai aset, sesuai dengan standar akuntansi internasional. Metode ini memberikan kestabilan karena nilai yang dicatat tetap sama meskipun kondisi pasar berubah.

Nilai wajar adalah metode pencatatan aset dan kewajiban berdasarkan harga pasar saat ini, yaitu harga yang bisa diperoleh dalam transaksi antara pihak yang mengetahui informasi dan bersedia bertransaksi tanpa tekanan. Penilaian nilai wajar biasanya dilakukan secara berkala dan mencerminkan kondisi ekonomi terbaru pada tanggal neraca. Metode ini lebih relevan untuk aset yang nilainya sering berubah seperti properti investasi dan instrumen keuangan.

Standar pelaporan keuangan internasional semakin mendorong penggunaan nilai wajar, terutama pada instrumen keuangan dan aset biologis, karena memberikan informasi yang lebih akurat dan relevan bagi pengguna laporan keuangan. Namun, nilai wajar juga membawa risiko karena mengandung unsur estimasi dan volatilitas harga pasar. Oleh karena itu, pengukuran yang tepat dan konsisten sangat penting dalam akuntansi untuk menjaga transparansi dan kualitas informasi keuangan.