Kiriman dibuat oleh Salwa ulfazria

AKM B2025 -> Diskusi

oleh Salwa ulfazria -
Nama: Salwa Ulfazria
NPM: 2413031062

Aset tak berwujud dicatat ketika perusahaan memperoleh hak atau manfaat yang tidak berwujud, seperti paten, lisensi, atau software, dan nilai perolehannya jelas. Saat pertama dicatat, aset ini dinilai sebesar biaya perolehannya. Setelah itu, aset tak berwujud dinilai dengan mengurangi biaya perolehan dengan amortisasi (jika umur manfaat terbatas) atau diuji penurunan nilai secara berkala (jika umur manfaat tidak terbatas). Dalam laporan keuangan, aset tak berwujud disajikan di bagian aset tidak lancar, dan dijelaskan rinciannya dalam catatan laporan keuangan, termasuk umur manfaat, metode amortisasi, dan nilai tercatatnya.

AKM B2025 -> Diskusi

oleh Salwa ulfazria -
Nama: Salwa Ulfazria 
NPM: 2413031062

Aset tetap adalah aset berwujud seperti mesin, kendaraan, atau gedung yang digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan. Sementara itu, properti investasi adalah tanah atau bangunan yang dimiliki untuk disewakan atau dijual kembali demi mendapatkan keuntungan, bukan untuk dipakai dalam operasi. Jadi, aset tetap dipakai untuk bekerja, sedangkan properti investasi dipakai untuk menghasilkan pendapatan atau kenaikan nilai.
Jika harus memilih, saya akan memilih properti investasi karena bisa memberikan pendapatan sewa dan biasanya nilainya naik dari waktu ke waktu. Properti investasi juga lebih fleksibel karena dapat dilepas atau dialihkan tanpa mengganggu operasional perusahaan. Selain itu, menurut PSAK 13, properti investasi dapat diukur menggunakan model nilai wajar, sehingga kenaikan nilai properti dapat langsung meningkatkan laba komprehensif perusahaan.

AKM B2025 -> Diskusi

oleh Salwa ulfazria -
Nama: Salwa Ulfazria
NPM: 2413031062

Selama periode harga meningkat (inflasi), metode LIFO menghasilkan laba bersih yang lebih rendah dibandingkan FIFO karena LIFO membebankan biaya persediaan terbaru yang lebih mahal ke harga pokok penjualan, sehingga laba menurun. Sebaliknya, FIFO menggunakan biaya lama yang lebih murah, membuat laba terlihat lebih tinggi. Namun, saat harga menurun (deflasi), kondisi ini berbalik: LIFO menghasilkan laba lebih tinggi karena biaya persediaan terbaru yang dibebankan lebih rendah, sedangkan FIFO menghasilkan laba lebih rendah karena menggunakan biaya lama yang lebih tinggi.