Posts made by Aulia Rahma Azzahra

DesainB2 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 6

by Aulia Rahma Azzahra -
Nama : Aulia Rahma Azzahra
NPM : 2413053048

izin menjawab pertanyaan dari alya hamidah, motivasi belajar dari dalam diri itu dapat tumbuh ketika siswa memiliki tujuan belajar yang jelas sehingga mereka memahami alasan pentingnya belajar. Di tengah gangguan seperti rasa malas, kebiasaan menunda, dan pengaruh lingkungan seperti media sosial atau teman, siswa perlu mengelola diri dan lingkungannya, misalnya dengan mengatur waktu, membatasi distraksi, dan memulai dari target belajar yang sederhana agar lebih konsisten. Agar motivasi dapat bertahan dalam jangka panjang tanpa bergantung pada dorongan dari luar, strategi yang paling efektif adalah membangun kebiasaan belajar dan disiplin diri, bukan hanya mengandalkan semangat sesaat. Dalam hal ini, tujuan hidup berperan sebagai arah, pola pikir berkembang membantu siswa tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, dan disiplin diri menjadi kunci untuk menjaga konsistensi belajar sehingga motivasi tetap kuat dan berkelanjutan.

DesainB2 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 6

by Aulia Rahma Azzahra -
Nama : Aulia Rahma Azzahra
NPM : 2413053048

izin menjawab, guru dapat menerapkan model ASSURE secara efektif di kelas dengan tingkat motivasi belajar yang berbeda dengan cara menyesuaikan pembelajaran berdasarkan karakteristik siswa. Pada tahap analisis peserta didik, guru itu perlu memahami perbedaan motivasi, kemampuan, dan minat siswa sehingga pembelajaran bisa dirancang lebih tepat. Kemudian, guru dapat memilih metode dan media yang bervariasi dan menarik agar siswa dengan motivasi rendah tetap tertarik, misalnya melalui penggunaan video, permainan edukatif, atau diskusi kelompok.

Dalam pelaksanaannya, guru juga perlu melibatkan siswa secara aktif, seperti kerja kelompok atau tanya jawab, sehingga semua siswa memiliki kesempatan berpartisipasi aktif didalam kelas. Selain itu, guru juga dapat memberikan bimbingan dan perhatian lebih kepada siswa yang kurang termotivasi agar mereka tetap merasa didukung. Terakhir, melalui evaluasi dan refleksi, guru dapat melihat efektivitas pembelajaran dan melakukan perbaikan agar semua siswa dapat terlibat aktif secara optimal.

DesainB2 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 6

by Aulia Rahma Azzahra -
Nama : Aulia Rahma Azzahra
NPM : 2413053048

izin menjawab, guru dapat mengevaluasi keberhasilan pembelajaran dengan model ASSURE melalui tahap evaluasi dan revisi. Pada tahap ini, guru menilai apakah tujuan pembelajaran sudah tercapai dengan melihat hasil belajar siswa, baik dari penilaian proses (keaktifan, partisipasi) maupun hasil (tes, tugas, atau proyek). Selain itu, guru juga dapat mengamati keterlibatan siswa selama pembelajaran untuk mengetahui apakah media dan metode yang digunakan sudah efektif.

Guru juga bisa meminta umpan balik dari siswa terkait pembelajaran yang telah dilakukan, misalnya apakah mereka memahami materi dan merasa tertarik. Dari hasil evaluasi tersebut, guru kemudian melakukan refleksi untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan pembelajaran, lalu melakukan perbaikan (revisi) agar pembelajaran berikutnya menjadi lebih efektif dan mampu melibatkan semua siswa.

P.pknsd26b -> Tugas 2

by Aulia Rahma Azzahra -
Nama : Aulia Rahma Azzahra
NPM : 2413053048

Izin menjawab , menurut saya pendidikan kewarganegaraan (PKN) di SD harus di sesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa. Untuk kelas rendah (1 - 3), siswa itu masih berfikir secara konkret, sehingga materi yang disampaikan sebaiknya sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari anak. Materinya lebih menekankan pada pembentukan sikap dan karakter siswa. Contohnya membuang sampah pada tempatnya, membantu teman yang kesulitan,mengembalikan barang yang bukan milik sendiri, menyanyikan lagu Indonesia Raya. Untuk penyampaian materinya dapat dilakukan melalui cerita, permainan, atau kejadian nyata agar siswa lebih mudah dalam memahami dan menerapkan materi.

Sedangkan untuk kelas tinggi (4-6), siswa mulai bisa berfikir abstrak dan mulai memahami konsep lebih luas. Materinya yang diajarkan tidak hanya mengenai sikap, melainkan juga berupa konsep hak dan kewajiban warga negara, nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, keberagaman budaya, dan struktur pemerintahan. Contohnya, hak mendapat pendidikan, musyawarah dalam mengambil keputusan, menghargai teman dari suku atau agama berbeda, mengenal jabatan presiden dan gubernur. Penyampaian materinya bisa berupa diskusi sederhana, studi kasus, atau simulasi, agar siswa tidak hanya memahami teori melainkan juga bisa mempraktikkan nilai-nilai PKN dalam kehidupan sehari-hari.