Kiriman dibuat oleh intan verolla

Learning Social Science -> Tugas Mandiri

oleh intan verolla -
Nama : Intan Verolla
Kelas : 3D
NPM : 2413053121
Dari hasil pengamatan video praktik mengajar Bu Beti saya memperoleh beberapa kelebihan dan kekurangan yang ada dalam video pembelajaran tersebut, antara lain:
A. Kelebihan
1. Metode yang digunakan
Guru menggunakan diskusi, tanya jawab, presentasi kelompok, dan ice breaking sehingga pembelajaran menjadi aktif dan tidak monoton.
2. Media pembelajaran
Guru memanfaatkan video pembelajaran, proyektor, PPT, serta LKPD. Media yang digunakan sangat mendukung pemahaman siswa tentang penampakan alam.
3. Penguasaan materi oleh guru
Guru menjelaskan materi dengan lancar tanpa keraguan, tidak ada pengucapan “ee” atau jeda berpikir panjang. Hal ini menunjukkan guru sangat menguasai konsep.
4. Pengelolaan kelas
Siswa terlihat aktif, antusias, dan responsif. Guru mampu menjaga suasana kelas tetap kondusif melalui bimbingan kelompok dan ice breaking. Guru memotivasi siswa dengan pujian dan respon yang baik saat siswa menjawab.
5. Skor untuk Bu Beti
Saya memberikan nilai sebesar 90/100 kepada guru tersebut karena selama pembelajaran ia mampu menggunakan metode yang variatif, memanfaatkan media dengan sangat baik, menguasai materi tanpa keraguan, serta mengelola kelas dengan efektif sehingga siswa terlihat aktif dan antusias.

B. Kekurangan
1. Ketergantungan pada media proyeksi
Pembelajaran sangat bergantung pada video dan PPT. Jika terjadi kendala teknis, pembelajaran dapat terganggu.
2. Waktu presentasi kelompok berpotensi memakan waktu banyak
Jika tidak dikelola dengan baik, presentasi semua kelompok bisa memakan waktu dan membuat siswa yang lain menunggu pasif.
3. Siswa yang kurang aktif perlu diperhatikan
Meskipun sebagian besar siswa aktif, beberapa siswa mungkin memerlukan pendampingan lebih agar ikut terlibat.

Learning Social Science -> Tugas mandiri

oleh intan verolla -
Nama: Intan Verolla
Kelas: 3D
Npm: 2413053121

• Masalah Sosial
Di banyak kota besar di Indonesia, seperti Bandar Lampung, Jakarta, dan Surabaya, masih banyak keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan. Mereka tinggal di permukiman padat penduduk dengan kondisi lingkungan tidak layak, sulit mengakses pendidikan, pekerjaan, dan layanan kesehatan.
Kemiskinan ini sering menimbulkan masalah turunan lain seperti pengangguran, anak putus sekolah, dan meningkatnya angka kriminalitas.

• Solusi yang dilandasi dengan teori yang relevan
1. Peningkatan Akses Pendidikan dan Pelatihan Kerja Berdasarkan Teori Fungsionalisme Struktural (Talcot Parsons)
Teori ini menjelaskan bahwa masyarakat merupakan suatu sistem yang terdiri atas bagian-bagian yang saling berkaitan dan memiliki fungsi masing-masing. Apabila salah satu fungsi tidak berjalan dengan baik, maka akan timbul ketidakseimbangan sosial. Dalam konteks kemiskinan, ketidakseimbangan tersebut terjadi ketika lembaga pendidikan tidak mampu berfungsi secara optimal dalam memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, dengan meningkatkan akses pendidikan dan pelatihan kerja, masyarakat miskin dapat memperoleh keterampilan dan kesempatan kerja yang lebih baik. Langkah ini membantu memulihkan keseimbangan sosial, memperkuat fungsi ekonomi masyarakat, serta menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan.

2. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berdasarkan Teori Ketergantungan (Andre Gunder Frank)
Pengembangan UMKM dan koperasi. Solusi ini dilandasi oleh teori ketergantungan (dependency theory) yang dikemukakan oleh Andre Gunder Frank. Teori ini menjelaskan bahwa kemiskinan muncul karena ketimpangan kekuasaan ekonomi antara kelompok kaya dan kelompok miskin, di mana kelompok miskin cenderung bergantung pada kelompok kaya. Melalui pemberdayaan ekonomi, masyarakat miskin dapat memiliki akses terhadap modal, pelatihan kewirausahaan, dan jaringan pemasaran yang mandiri. Dengan demikian, mereka dapat mengurangi ketergantungan ekonomi pada pihak luar dan menciptakan kemandirian finansial. Upaya ini membantu memperbaiki struktur ekonomi masyarakat serta mengurangi kesenjangan sosial yang menjadi akar dari kemiskinan.

3. Program Perlindungan Sosial Berdasarkan Teori Konflik (Karl Marx)
Penerapan program perlindungan sosial dan subsidi pemerintah bagi masyarakat miskin. Solusi ini berlandaskan pada teori konflik yang dikemukakan oleh Karl Marx. Teori ini berpendapat bahwa kemiskinan terjadi akibat ketimpangan antara kelas atas dan kelas bawah, di mana sumber daya ekonomi dikuasai oleh kelompok yang memiliki kekuasaan. Melalui kebijakan perlindungan sosial seperti bantuan langsung tunai, jaminan kesehatan, dan pendidikan gratis, negara dapat berperan sebagai penyeimbang antara kelompok kaya dan miskin. Kebijakan tersebut tidak hanya membantu masyarakat miskin memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menciptakan keadilan struktural dan memperkecil kesenjangan sosial yang ada dalam masyarakat.