Kiriman dibuat oleh Diva Septayani

Learning Social Science -> Tugas Mandiri

oleh Diva Septayani -
Nama : Diva Septayani
NPM : 2413053129
Kelas : 3D

1. Metode Pembelajaran
Metode yang digunakan oleh Ibu Bety adalah PjBL. Dan dalam video pun terdapat kegiatan menyanyikan lagu nasional sebelum memulai pembelajaran.

a) Kelebihan
Metode PjBL cocok untuk pelajaran geografi, karena mendorong siswa untuk menjelajahi lingkungan mereka. Ini membuat siswa lebih terlibat melalui diskusi kelompok dan presentasi.
b) Kekurangan
Pengelolaan waktu dalam proyek perlu diperbaiki agar semua kelompok bisa menyelesaikan tugasnya tepat waktu. Partisipasi dalam kelompok tidak merata, di mana beberapa siswa lebih aktif daripada yang lain.

2. Media Pembelajaran
Media yang digunakan adalah video youtube, visualisasi, dan PPT.
a) Kelebihan
Video dari YouTube membuat siswa lebih tertarik untuk belajar dan membantu mereka memahami konsep secara visual. PPT juga dipakai dengan baik untuk memperjelas penjelasan guru, sedangkan gambar yang ditampilkan relevan dan menambah pemahaman materi.
b) Kekurangan
Beberapa siswa menjadi kurang aktif dan kurang fokus saat menonton video. Kualitas gambar atau tampilan di PPT bisa ditingkatkan agar lebih menarik secara visual.

3. Penguasaan Materi (Oleh Ibu Bety)
a) Kelebihan
Materi yang dikuasai dengan baik, penjelasan disampaikan dengan jelas dan mudah dimengerti. Ibu Bety berhasil mengaitkan konsep dengan contoh nyata yang dekat dengan siswa. Ia juga cepat dan tepat dalam menjawab pertanyaan siswa.
b) Kekurangan
Ada kebutuhan untuk menambahkan pertanyaan reflektif yang bisa mendorong siswa berpikir lebih kritis. Meskipun penjelasannya jelas, beberapa bagian dapat disederhanakan untuk siswa yang memerlukan waktu lebih untuk memahami.

4. Pengelolaan Kelas
a) Kelebihan
Kelas dikelola dengan baik meskipun ada berbagai aktivitas seperti menonton, diskusi, dan presentasi. Guru bisa mengembalikan perhatian siswa yang mulai hilang. Ini juga memberi kesempatan kepada siswa untuk berbagi pendapat dan tampil.
b) Kekurangan
Beberapa siswa masih kurang memperhatikan saat diskusi kelompok. Peran dalam kelompok perlu didistribusikan lebih merata supaya semua siswa ikut terlibat. Diperlukan strategi tambahan untuk menjaga fokus siswa pada saat menonton video atau saat presentasi yang lama.

5. Skor Penilaian keseluruhan : 90/100

Learning Social Science -> Tugas mandiri

oleh Diva Septayani -
Nama : Diva Septayani
NPM : 2413053129
Kelas : 3D

1. Contoh Masalah Kontekstual
Kesenjangan Layanan Pendidikan Sekolah Dasar di Kota vs Daerah 3T

Masalah ini masih banyak terjadi di Indonesia, terutama di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) terdapat beberapa kesenjangan layanan yang terjadi seperti kurangnya sarana dan prasarana yang memadai, kurangnya guru yang berkualitas, dan masih sulit mendapatkan akses teknologi. Masalah ini belum teratasi dengan baik karena kurangnya kesadaran pemerintah terhadap daerah 3T. Perbedaan yang spesifik biasanya terdapat pada infrastuktur bangunan, di daerah 3T banyak terdapat bangunan yang tidak layak pakai seperti atap bocor, bangunan hanya terbuat dari bambu, dan hanya beralaskan tanah.

2. Solusi
1. Penyebaran fasilitas dan pengajar.
Pemerintah harus mengutamakan penempatan tenaga pengajar dan pengiriman alat belajar ke wilayah terasing.
2. Kegiatan pelatihan dan insentif untuk pengajar di daerah 3T.
Untuk menarik minat dan mempertahankan pengajar di daerah sulit, penting untuk memberikan pelatihan dan penghargaan yang pantas.
3. Pemanfaatan fasilitas yang ada.
Meskipun fasilitas terbatas tapi jika guru mendapatkan pelatihan rutin, pasti bisa memanfaatkan fasiltas yang ada untuk menunjang pembelajaran supaya tetap berjalan.

3. Teori yang relevan
a. Teori Fungsional Struktural (Talcott Parsons):
Sistem sosial memiliki peran fundamental dalam menyediakan pendidikan yang mempersiapkan generasi muda untuk berkontribusi di masyarakat. Jika peran ini tidak dilaksanakan secara seimbang, maka akan muncul ketidakadilan sosial.
(Sumber: Parsons, T. (1951). The Social System. )
b. Teori Keadilan Sosial (John Rawls):
Semua anak berhak atas pendidikan yang berkualitas tanpa kecuali. Oleh karena itu, harus ada pembagian sumber daya pendidikan yang adil agar tidak hanya daerah perkotaan yang mendapat manfaat.
(Sumber: Rawls, J. (1971). A Theory of Justice. )