Nama : Inaya Syafa Shabilla
NPM : 2413053120
Kelas : 3 D
1. Masalah Sosial
Rendahnya motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran.
2. Solusi
Untuk mengatasi rendahnya semangat belajar, guru dan orang tua perlu bekerja sama. Guru memiliki peran besar dalam membuat suasana belajar menjadi menyenangkan dan tidak monoton. Guru dapat menggunakan cara mengajar yang bervariasi, melibatkan siswa secara aktif, dan mengaitkan pelajaran dengan kehidupan nyata agar siswa merasa pelajaran itu penting. Guru juga dapat memberikan pujian dan dorongan agar siswa merasa dihargai dan termotivasi. Selain itu, orang tua juga memiliki peran penting. Orang tua dapat memberikan perhatian lebih, membatasi penggunaan gadget, menanamkan nilai agama, dan memberikan semangat agar anak tetap fokus belajar. Adanya kerja sama antara guru dan orang tua sangat penting. Mereka dapat saling berkomunikasi tentang perkembangan anak, mencari solusi bersama kalau anak mulai malas belajar, dan mengajak anak untuk ikut menyelesaikan masalahnya sendiri supaya anak merasa dilibatkan.
3. Landasan Teori
Menurut Usman (2008), motivasi belajar dibagi menjadi dua, yaitu motivasi dari dalam diri (intrinsik) dan motivasi dari luar (ekstrinsik). Motivasi intrinsik muncul karena keinginan sendiri, misalnya ingin tahu atau ingin sukses, sedangkan motivasi ekstrinsik datang dari luar seperti pujian, hadiah, atau dorongan dari guru dan orang tua. Lalu menurut Prayitno (2009), guru perlu memiliki dua hal penting, yaitu kewibawaan (high touch) dan kewiyataan (high tech). Kewibawaan berarti guru harus sabar, tegas, dan jadi teladan bagi siswa, sedangkan kewiyataan berarti guru harus menguasai materi dan metode mengajar dengan baik. Selain itu, Wlodkowski & Jaynes (2004) menjelaskan bahwa motivasi belajar juga dipengaruhi oleh budaya, keluarga, sekolah, dan diri siswa sendiri. Artinya, motivasi tidak hanya muncul dari dalam diri, tapi juga dari lingkungan di sekitarnya.
4. Kesimpulan
Rendahnya motivasi belajar siswa bukan karena mereka malas, tapi karena banyak faktor yang memengaruhinya, seperti cara mengajar guru, dukungan keluarga, dan lingkungan belajar. Untuk mengatasinya, guru dan orang tua perlu bekerja sama agar siswa merasa diperhatikan dan didukung. Berdasarkan teori Usman, Prayitno, dan Wlodkowski & Jaynes, semangat belajar dapat tumbuh jika siswa merasa dihargai, nyaman, dan mendapatkan teladan yang baik. Dengan kerja sama yang baik antara guru, orang tua, dan siswa, suasana belajar akan lebih positif dan semangat belajar siswa dapat meningkat.