གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ I DEWA MADE RANGGA A.M

Learning Social Science -> Tugas Mandiri

I DEWA MADE RANGGA A.M གིས-
Nama: I Dewa Made Rangga A.M
NPM: 2413053125
Kelas: 3D

Izin Untuk Memberikan Jawaban Bapak

1. Metode yang digunakan

Kelebihan:

* Guru memakai metode yang beragam: ceramah ringan diikuti diskusi kelompok, tanya jawab, lalu presentasi kombinasi ini membuat suasana belajar dinamis dan interaktif.
* Pendekatan bersifat saintifik: siswa mulai dari mengamati (menonton video), kemudian menanya lewat pertanyaan pemantik, mencoba melalui kegiatan di LKPD, lalu mengomunikasikan hasil lewat presentasi ini sesuai prinsip pembelajaran aktif yang direkomendasikan.
* Variasi aktivitas menjaga agar siswa tetap tertarik dan tidak cepat bosan.
* Adanya sesi ice breaking di awal serta di tengah pembelajaran membantu menjaga semangat dan suasana kelas tetap segar.

Kekurangan:

* Karena menggunakan banyak metode dalam satu sesi, kalau durasi waktu terbatas maka setiap kegiatan bisa terasa terburu-buru.
* Bila instruksi atau transisi antar kegiatan kurang jelas, siswa bisa kebingungan ketika berpindah dari satu metode ke metode lain (misalnya dari diskusi ke presentasi).


2. Media yang digunakan

Kelebihan:

* Media pembelajaran beragam: video, presentasi (PPT), gambar, dan LKPD cocok untuk siswa SD yang umumnya menyukai pembelajaran visual dan bervariasi.
* Keanekaragaman media memungkinkan penyampaian konsep dari berbagai sudut (visual, tekstual, diskusi, praktik) membantu siswa dengan gaya belajar berbeda memahami materi. Hal ini sesuai dengan prinsip “multiple means of representation” dalam pembelajaran yang efektif.
* Pemakaian media digital (video & PPT) menggambarkan bahwa pembelajaran sudah agak modern dan relevan dengan perkembangan zaman.

Kekurangan:

* Jika kualitas video atau PPT kurang menarik (misalnya warna kurang mencolok, tulisan kecil, audio kurang jelas), bisa menyebabkan siswa cepat kehilangan konsentrasi.
* Jika terlalu banyak media dipakai tanpa jeda atau penjelasan ulang, siswa bisa merasa kewalahan dan kesulitan mencermati setiap media terutama bagi siswa yang butuh waktu lebih lama untuk menyerap informasi.


3. Penguasaan materi oleh guru

Kelebihan:

* Guru tampak memahami keseluruhan materi dengan baik alur pembelajaran dari awal sampai akhir tersusun secara rapi. Ini menunjukkan kemampuan perencanaan dan kesiapan guru. Hal ini masuk dalam indikator profesionalisme guru: menguasai bahan ajar dan mampu menyajikannya secara sistematis.
* Guru mampu mengaitkan materi dengan contoh kontekstual melalui video atau gambar membantu siswa memahami konsep dengan lebih konkret dan relevan.
* Saat diskusi kelompok, guru bisa membimbing tiap kelompok; ini menandakan bahwa guru tahu bagian mana yang perlu didampingi siswa, serta mampu meluruskan kesalahan atau pemahaman keliru.

Kekurangan:

* Jika guru terlalu terfokus pada pelaksanaan metode & alur kegiatan, ada kemungkinan bahwa penjelasan konseptual mendalam dari materi tertentu menjadi kurang diperhatikan sehingga siswa mungkin kurang memahami detail.
* Setelah siswa presentasi, materi atau hasil diskusi siswa membutuhkan penguatan akhir dari guru; jika penguatan ini kurang maksimal, kemungkinan pemahaman siswa bisa bervariasi tidak semua menyerap dengan baik.


4. Pengelolaan kelas

Kelebihan:

* Pembukaan pelajaran dilakukan dengan urutan terstruktur: salam, doa, cek kebersihan, ice breaking membantu menciptakan suasana kelas yang tertib dan kondusif. Hal ini penting untuk mempersiapkan mental siswa agar siap menerima pelajaran.
* Transisi kegiatan cukup jelas: dari menonton video, diskusi kelompok, bekerja pada LKPD, presentasi. struktur seperti ini memudahkan siswa memahami tahapan pembelajaran.
* Guru aktif mendampingi tiap kelompok artinya kelas tetap dalam pengawasan, kebisingan terkendali, dan siswa tidak “lepas” saat kerja kelompok.
* Ice breaking di dua titik (awal dan tengah) adalah strategi yang efektif untuk menjaga energi dan konsentrasi siswa terutama pada kelas SD dengan rentang perhatian relatif singkat.

Kekurangan:

* Saat aktivitas yang melibatkan banyak gerak atau interaksi (diskusi kelompok, presentasi), jika kontrol guru tidak konsisten maka kelas bisa menjadi gaduh terutama suara bisa sulit dikendalikan.
* Jika kelompok terlalu besar, atau waktu terbatas, bisa ada siswa yang pasif artinya tidak semua siswa berpartisipasi aktif; ini bisa mengurangi efektivitas pembelajaran bagi sebagian siswa.


5. Skor menurut saya untuk Ibu Bety (skala 1–100)

Jika saya nilai secara keseluruhan berdasarkan aspek-aspek di atas struktur pembelajaran, variasi metode & media, penguasaan materi, dan pengelolaan kelas saya rasa nilai yang pantas untuk Ibu Bety adalah:

89/100

Alasan:

* Secara umum, pembelajaran sudah terencana, beragam, dan “hidup” baik dari segi metode maupun media.
* Guru menunjukkan penguasaan materi dan kemampuan memfasilitasi siswa dengan baik, serta menjaga pengelolaan kelas relatif tertib.
* Kekurangan yang ada lebih bersifat teknis (waktu, transisi, intensitas bimbingan) bukan pada inti penguasaan materi atau kemampuan dasar mengajar.

Learning Social Science -> Tugas mandiri

I DEWA MADE RANGGA A.M གིས-
Nama: I Dewa Made Rangga A.M
NPM: 2413053125
Kelas: 3D

Masalah:
Salah satu contoh masalah sosial yang kontekstual di Indonesia adalah meningkatnya perilaku intoleransi di kalangan remaja, khususnya di lingkungan sekolah dan media sosial. Fenomena ini tampak dari kecenderungan sebagian siswa untuk menolak perbedaan pandangan, agama, atau latar belakang budaya teman sebayanya. Akibatnya, hubungan sosial di sekolah menjadi renggang, muncul kelompok-kelompok eksklusif, serta berkurangnya semangat kebersamaan dan empati antarindividu.

Solusi:
Solusi terhadap masalah ini perlu berangkat dari perubahan makna sosial yang terbentuk dalam interaksi sehari-hari. Sekolah sebagai lingkungan sosial yang strategis dapat menerapkan pendidikan karakter berbasis multikultural, yang menanamkan nilai toleransi, empati, dan saling menghargai perbedaan.

Dasar Teori:
- Teori Interaksionisme Simbolik (George Herbert Mead)
- Teori Pendidikan Humanistik (Carl Rogers)