Nama : Intan Salshabila
NPM : 24130531131.
Kelas : 3D
Metode yang Digunakan
Kelebihan
Dalam pembukaan pembelajaran, Bu Bety terlihat menggunakan metode ceramah singkat yang dibawakan dengan runtut. Cara dia menyapa siswa, memperkenalkan diri, dan memberikan penjelasan awal menunjukkan bahwa alur pembukaannya sudah disusun dengan jelas. Metode ceramah yang digunakan pada bagian awal ini memang cukup efektif untuk mengalihkan perhatian siswa sebelum masuk ke kegiatan utama.
Selain ceramah, tampak ada struktur pembelajaran kooperatif karena siswa duduk dalam kelompok. Penataan kelompok ini menunjukkan bahwa Bu Bety sepertinya merencanakan aktivitas belajar yang bersifat kolaboratif. Hal seperti ini sejalan dengan pembelajaran Kurikulum Merdeka yang mendorong siswa aktif belajar melalui pengalaman dan interaksi sesama.
Bahasa yang digunakan Bu Bety dalam menjelaskan juga terdengar komunikatif. Tidak terlalu rumit, cukup santai, dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Pilihan bahasa yang tepat seperti ini membantu siswa tidak merasa tegang di awal pembelajaran.
Kurangnya
Meskipun pembukaan sudah terjalin dengan baik, interaksi dua arah belum banyak terlihat. Pada bagian video, Bu Bety lebih dominan berbicara, sedangkan siswa belum diberi kesempatan untuk merespons, bertanya, atau menyampaikan pengetahuan awal. Padahal, dalam pembelajaran aktif, interaksi semacam itu cukup penting untuk memancing perhatian dan memeriksa kesiapan siswa.
Selain itu, metode pembelajaran yang tampak masih fokus pada ceramah di bagian pembuka. Belum terlihat adanya variasi metode seperti pembekuan, pemecahan masalah, permainan edukatif, ataupun apersepsi berbasis pengalaman siswa. Jika pada awal pembelajaran guru materi dengan pengalaman siswa, hasil belajar dapat lebih maksimal.
Metode yang digunakan sebenarnya sudah berjalan, tetapi agar lebih kuat sebaiknya Bu Bety melakukan eksplorasi kecil terhadap pengetahuan awal siswa, misalnya melalui pertanyaan sederhana atau memancing diskusi singkat.
2. Media yang Digunakan
Kelebihan
Dari tampilan video, ruang kelas dan fasilitasnya tampak cukup mendukung kegiatan pembelajaran. Whiteboard terlihat sudah tertata rapi dan terdapat beberapa elemen warna atau catatan yang sepertinya sudah disiapkan sebelumnya. Penataan tempat duduk secara berkelompok pun dapat dianggap sebagai media fisik yang secara tidak langsung mendukung pembelajaran kolaboratif.
Selain itu, suasana kelas cukup terang sehingga interaksi visual antara guru dan siswa dapat berlangsung dengan baik.
Kekurangan
Pada bagian video yang terlihat, media pembelajaran belum benar-benar digunakan secara aktif. Alat bantu pembelajaran seperti gambar, kartu aktivitas, video pendek, objek langsung, atau media sederhana lainnya belum tampak digunakan. Padahal untuk siswa sekolah dasar, media visual atau benda beton sering kali dapat meningkatkan pemahaman konsep dan membantu mereka fokus.
Penggunaan whiteboard pun belum terlihat dimaksimalkan karena video baru menampilkan sesi perkenalan. Jika inti pembelajaran menggunakan alat bantu tambahan, seharusnya media itu muncul di bagian awal untuk menarik perhatian siswa.
Dengan demikian, kekurangan utama ada pada belum terlihatnya media yang variatif dan kontekstual. Namun, penilaian ini sifatnya terbatas pada potongan video yang tersedia.
3. Penguasaan Materi oleh Guru
Kelebihan
Dari cara Bu Bety berbicara dan menyampaikan pembukaan, tampak bahwa dia sudah memahami apa yang akan diajarkan hari itu. Sikap percaya diri dan ketenangan dalam berbicara menunjukkan bahwa guru memiliki pemahaman yang baik tentang struktur pembelajaran.
Bahasa tubuhnya cukup mantap, kontak mata cukup baik, dan suara yang digunakan jelas. Hal-hal semacam ini menjadi indikator tidak langsung bahwa guru memahami materi secara keseluruhan dan sudah siap mengajar.
Selain itu, cara Bu Bety mengatur alur pembukaan pelajaran menunjukkan adanya pemahaman terhadap tahapan kegiatan belajar.
Kekurangan
Namun, karena dalam rekaman video belum masuk ke bagian inti materi, kemampuan Bu Bety dalam menjelaskan konsep secara mendalam belum dapat terlihat. Belum terlihat bagaimana beliau memberikan contoh konkret, memberikan klarifikasi, atau mengatasi miskonsepsi siswa.
Teknik pedagogi seperti scaffolding, penekanan konsep inti, atau penggunaan analogi belum muncul dalam pengamatan video awal tersebut. Oleh karena itu, penilaian penguasaan materi hanya dapat diberikan setengah dari proses yang seharusnya.
4. Pengelolaan Kelas
Kelebihan
Kondisi kelas terlihat cukup kondusif. Siswa duduk rapi dalam kelompok dan tidak tampak gaduh atau tidak fokus. Suasana yang mengerikan ini menunjukkan bahwa Bu Bety sudah cukup berhasil mengelola kelas pada awal pembelajaran.
Posisi berdiri Bu Bety berada di area yang mudah dilihat seluruh siswa, sehingga kontrol perhatian berjalan dengan baik. Sikap tegas, nada suara yang stabil, dan gestur tubuh yang meyakinkan juga memberi kesan bahwa guru memiliki wibawa dan mampu mengatur ritme aktivitas kelas.
Penataan kelompok siswa juga mendukung pengelolaan kelas. Ruang gerak cukup luas dan tampak sudah diatur sebelum pembelajaran dimulai.
Kekurangan
Meskipun demikian, Bu Bety belum terlihat bergerak ke area siswa untuk melakukan pengendalian jarak dekat. Guru yang bergerak perlahan mendekati kelompok sering kali mampu menjaga fokus siswa dan membaca kondisi kelas dengan lebih cepat.
Selain itu, proses pembelajaran belum tampak jelas karena pembelajaran inti belum dimulai. Aturan permainan, pembagian tugas kelompok, maupun pembagian peran siswa belum terlihat.
Pada bagian video ini, interaksi personal antara Bu Bety dan siswa juga belum muncul. Jika ada siswa yang tampak kurang fokus atau justru sangat antusias, belum terlihat bagaimana guru merespons kondisi seperti itu.
5. Penilaian Skor Guru Bu Bety (Rentang 1–100)
Berdasarkan observasi terhadap bagian awal pembelajaran, skor untuk Bu Bety adalah:
84 dari 100