Kiriman dibuat oleh Figo Maurist Raihan Noor

Nama : Figo Maurist Raihan Noor 

NPM : 2415012018 (Kelas B)

Analisis saya terhadap Jurnal berjudul "PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI 

TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI"

Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila merupakan dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia. Di zaman sekarang, teknologi berkembang sangat pesat. Dengan adanya perkembangan media informasi yang menyediakan layanan-layanan dan berbagai fasilitas canggih untuk berkomunikasi.

Implikasi sila-sila dalam Pengembangan IPTEK

1. Ketuhanan yang maha esa

Implikasi Sila I Ketuhanan Yang Maha Esa dalam

pengembangan ilmu pengetahuan Manusia pada hakikatnya adalah mahluk religi. Dalam pengembangan ilmu pengetahuan, manusia 

harus menciptakan perimbangan antara yang rasional dan irrasional, antara rasa dan akal. Manusia dalam alam ini sebagai bagiannya dan bukan sebagai pusatnya, Tuhanlah sebagai pusatnya bukanlah manusia. 


2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah kesadaran sikap dan perbuatan manusia yang didasarkan kepada potensi budi murni manusia dalam hubungan dengan norma-norma dan kebudayaan umum. Implikasi Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan. Iptek dikembalikan pada fungsinya semula, yaitu untuk kemanusiaan, tidak hanya untuk kelompok, atau barisan tertentu, tetapi harus berdasarkan kepada usaha-usaha mencapai kesejahteraan umat manusia, sehingga dapat diabadikan untuk peningkatan harkat dan martabat manusia.


3. Persatuan Indonesia

"Persatuan Indonesia", bertujuan memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa serta mewujudkan perdamaian yang abadi, dan merupakan perwujudan dari pada paham kebangsaan Indonesia yang dijiwai oleh Ketuhanan yang Maha Esa serta kemanusiaan yang adil dan beradab. Implikasinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah Sila persatuan Indonesia—memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud, terpelihara, dan terjalin karena tidak lepas dari factor kemajuan iptek. Iptek harus dapat dikembangkan untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa.


4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan

perwakilan

"Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyaratan perwakilan” berarti bahwa rakyat dalam menjalankan kekuasaannya melalui sistem perwakilan dari keputusan-keputusannya diambil dengan jalan musyawarah yang dipimpin oleh pikiran yang sehat serta penuh tanggung jawab, baik kepada Tuhan Yang Maha Esa maupun kepada rakyat yang diwakilinya. Implikasinya dalam pengembangan pengetahuan adalah Sila ke-4 yang mendasari pengembangan Iptek secara demokratis. Setiap ilmuwan haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan Iptek. Selain itu dalam pengembangan iptek setiap ilmuwan juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memilki sikap yang terbuka.


5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Setiap orang Indonesia mendapat perlakuan yang ada dalam bidang hukum, politik, ekonomi, dan kebudayaan. Implikasi sila ke 5 dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah mengimplementasikan pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya.

Kesimpulannya, pancasila merupakan dasar negara Republik Indonesia yang dalam kehidupan sehari-harinya menjadi pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dasar bagi manusia Indonesia untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan. Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Oleh karena itu, pengembangan ilmu pengetahuan yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila diharapkan dapat membawa perbaikan kualitas hidup manusia indonesia dan kehidupan masyarakat yang sejahtera.

Nama : Figo Maurist Raihan Noor
NPM : 2415012018
Kelas B (Genap)

(A)
Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiliki peran penting dalam membentuk paradigma ilmu, yang tidak hanya mengutamakan aspek teknis dan estetika, tetapi juga nilai-nilai moral, sosial, dan budaya sesuai dengan Pancasila
- Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa
Dalam disiplin ilmu harus mengutamakan Tuhan di atas segalanya, juga mengintegrasikan nilai religius, menjaga integritas dan moralitas.
-Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Ilmu pengetahuan harus memperhatikan keadilan sosial, aksesibilitas, dan kebutuhan berbagai lapisan masyarakat. Mengutamakan kesejahteraan masyarakat dalam setiap desain.
-Sila Ketiga: Persatuan Indonesia
Menghargai keragaman budaya Indonesia dan menciptakan identitas bersama yang dapat diterima oleh berbagai kalangan.
-Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Melibatkan masyarakat dalam proses perancangan dan pengambilan keputusan yang bijaksana.
-Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Mengutamakan kebebasan berpendapat dan sesuai dengan keputusan bersama.

Proses di Tengah Persaingan Global
Dalam menghadapi persaingan global, seorang arsitektur Indonesia tentunya harus mengembangkan desain yang berkelanjutan, dan terbarukan tanpa meninggalkan identitas lokal.
Dengan demikian, Pancasila sebagai paradigma ilmu arsitektur mengarahkan profesional arsitektur untuk menghasilkan desain yang tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga memperhatikan aspek etika, sosial, dan budaya yang lebih luas.

(B)
Harapan saya mengenai pemimpin, warga negara, dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia adalah pertama, pemimpin harus bijaksana, berintegritas, dan mengutamakan kepentingan rakyat. Kebijakan mereka harus berdasarkan keadilan sosial, keberagaman, dan kesejahteraan bersama. Tentunya warga negara ikut berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan politik dengan menghargai perbedaan dan menjaga persatuan dan tidak mengedepankan sifat liberalis. Sedangkan seorang ilmuwan harus menjaga etika dalam riset, memastikan bahwa penemuan mereka bermanfaat bagi masyarakat, dan tidak merusak lingkungan.
Dan untuk masa yang akan datang, saya sangat berharap Indonesia memiliki pemimpin, warga negara, dan ilmuwan yang memiliki sifat yg bagus banyak ilmu, dan tentunya mengamalkan nilai-nilai pada Pancasila dalam aspek kehidupan. Dengan begitu, Indonesia menjadi negara yang maju dan dapat setara dengan kemajuan global.

Nama : Figo Maurist Raihan Noor 

NPM : 2415012018 (Kelas B)

Analisis Soal 1


1. Hoaks merupakan hal yang buruk dan dampaknya tentu sangat luas. Pendidikan seseorang tidak menjamin tersaring nya hoaks. Masyarakat lebih menyukai berita yang mereka suka karena viral, bukan karena benar atau tidak nya berita tersebut. Menurut saya, untuk mengantisipasi hal tersebut, perlu kesadaran masyarakat untuk memperbanyak membaca, perlu penyaringan berita terhadap kabar hoaks, dan menjadikan media sosial sebagai perantara melawan hoaks

2. pengaruh perkembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila tentuny berdampak negatif di dunia maya. Penyebaran informasi atau berita hoaks, dan penyalahgunaan teknologi adalah contohnya. Menurut saya, solusi yang dapat diberikan adalah literasi digital dan penerapan iptek pada mata pelajaran terkait pancasila.

3. Sebagai mahasiswa Arsitektur enurut saya, solusi yang dapat diberikan adalah pemberian pengetahuan lebih dan inovasi tentang pengembangan produk lokal. Hal ini dapat berpengaruh pada kemajuan produk lokal. Hal lain yang dapat dilakukan adalah pengembangan desain berdasarkan budaya setempat.

Nama : Figo Maurist Raihan Noor 

NPM : 2415012018 (Kelas B)

Analisis saya terhadap video ke-2

Pada 9 Agustus 1945, bom atom menewaskan 70 ribu orang dan mencederai puluhan ribu warga Nagasaki, Jepang. Sebuah pukulan telak bagi Jepang, setelah pada 6 Agustus 1945, bom atom juga menewaskan puluhan ribu orang di Hiroshima. Peristiwa itu sekaligus mengakhiri Perang Dunia II. Jepang menyerah kepada sekutu pada 16 Agustus 1945. Inonesia menjadi negara pertama yang langsung memanfaatkan kekalahan Jepang dengan memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Peristiwa ini menunjukkan sisi lain negara Indonesia sebagai negara yang sedang memperjuangkan kemerdekaannya, atas jajahan Jepang. Momen ini dimanfaatkan Bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan.

Sebagai Kesimpulan, Jepang yang sedang dalam masa lemah, dimanfaatkan Bangsa Indonesia untuk kemerdekaan. Dengan dijajahnya Indonesia atas Jepang, menunjukkan kurangnya ilmu pengetahuan dan teknologi di Nusantara. Bom Atom nuklir yang dijatuhkan merupakan hasil pengembangan Iptek tersebut. Dari bukti tersebut dapat dikatakan perkembangan iptek sangat berpengaruh dalam hal apapun, termasuk peperangan. 

Nama : Figo Maurist Raihan Noor 
NPM : 2415012018 (Kelas B)

Analisis saya terhadap video Pertama
Berdasarkan video yang diberikan, terlihat bahwa ratusan warga dari desa Pegaden Tengah kabupaten pekalongan Jawa Tengah ini pergi menuju lokasi pabrik yang membuang limbah olahan pabrik ke sungai.
Warga tersebut ingin menutup saluran pembuangan yang berasal dari 6 pabrik pakaian yang membuang limbah ke sungai karena mencemarkan lingkungan dan menimbulkan bau busuk. Pabrik mengaku selama ini tidak mengetahui cara pengolahan limbah pabrik miliknya, dan pasrah terhadap penutupan.
Menurut saya, pabrik seharusnya memiliki alat yang lengkap dan persiapan yang matang terhadap limbah tersebut. Ilmu pengetahuan dan teknologi diperlukan dalam perkembangannya, tentunya tidak sulit memiliki fasilitas yang mumpuni untuk membangun pabrik. Pabrik juga perlu diberikan sanksi akibat perbuatan pemilik pabrik tersebut dalam mencemari sungai.