Kiriman dibuat oleh Hilda Luthfia Munazah Hilda

Learning Social Science -> Tugas Mandiri

oleh Hilda Luthfia Munazah Hilda -
Nama : Hilda Luthfia MUNAZAH
NPM : 2413053086
Kelas : 3C

1. Metode yang Digunakan
-Kelebihan
Metode yang dipakai Bu Bety terlihat cukup interaktif karena ia tidak hanya menjelaskan, tetapi juga mengajak siswa berdiskusi dalam kelompok. Pendekatan seperti ini membantu siswa lebih aktif dan membuat proses belajar tidak monoton.

-Kekurangan:
Walau sudah ada diskusi kelompok, porsi ceramah masih cukup dominan. Akibatnya, beberapa siswa tampak pasif dan hanya mengikuti tanpa memberikan kontribusi. Metode yang lebih variatif sebenarnya dapat membuat pembelajaran lebih hidup.

2. Media yang Digunakan
-Kelebihan:
Bu Bety memanfaatkan media dasar seperti papan tulis dan tampilan visual di dinding kelas. Media ini cukup membantu siswa memahami materi karena tampilannya sederhana dan mudah dipahami.

-Kekurangan:
Penggunaan media pembelajaran masih kurang bervariasi. Belum terlihat adanya media konkret atau alat peraga yang dapat membuat siswa lebih terlibat secara langsung. Jika media yang dipakai lebih beragam, pembelajaran bisa menjadi lebih menarik.

3. Penguasaan Materi oleh Guru
-Kelebihan:
Dari cara penyampaiannya, Bu Bety tampak cukup paham dengan isi materi. Ia mampu menjelaskan secara runtut dan menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa SD.

-Kekurangan:
Meski penguasaannya baik, penekanan pada poin inti materi belum terlalu kuat. Selain itu, guru belum banyak melakukan pengecekan pemahaman melalui pertanyaan-pertanyaan sederhana kepada siswa.

4. Pengelolaan Kelas
-Kelebihan:
Pengaturan kelas sudah cukup baik. Siswa terlihat mengikuti instruksi dan suasana kelas relatif kondusif. Penempatan siswa dalam bentuk kelompok juga membantu menumbuhkan kerja sama.

-Kekurangan:
Masih ada beberapa siswa yang tidak terlalu aktif dalam kegiatan kelompok. Guru sebenarnya bisa lebih sering berkeliling untuk memastikan semua kelompok bekerja dan setiap siswa terlibat.

5. Skor untuk Bu Bety
Berdasarkan pengamatan dari video, penilaian yang realistis untuk Bu Bety adalah:
Skor: 85/100

Alasan:
Bu Bety sudah menunjukkan kemampuan mengajar yang baik, terutama dari segi komunikasi dan penguasaan materi. Namun, variasi media, penguatan metode, dan pemerataan pendampingan kepada siswa masih bisa ditingkatkan agar pembelajaran lebih maksimal.

Learning Social Science -> Tugas mandiri

oleh Hilda Luthfia Munazah Hilda -
Hilda Luthfia Munazah
2413053086

Masalah sosial: Rendahnya Sikap Toleransi Antar Siswa di Sekolah

Konteks Masalah:
Dalam kehidupan sekolah, masih sering ditemui perilaku siswa yang membeda-bedakan teman karena perbedaan suku, agama, latar belakang ekonomi, atau kemampuan akademik. Misalnya, beberapa siswa enggan bergaul dengan teman yang berbeda keyakinan atau sering mengejek teman yang kurang mampu. Sikap seperti ini dapat menimbulkan konflik sosial, perundungan, dan menurunnya rasa kebersamaan di lingkungan sekolah.

Solusi Berdasarkan Teori yang Relevan

1. Teori Belajar Sosial (Albert Bandura, 1977)
Bandura menyatakan bahwa manusia belajar melalui proses pengamatan dan peniruan terhadap perilaku orang lain (observational learning). Artinya, jika siswa sering melihat contoh perilaku toleran dari guru dan teman, mereka akan lebih mudah meniru dan menginternalisasikan nilai tersebut.

Solusi:
- Guru dan tenaga pendidik harus menjadi model atau teladan dalam menampilkan perilaku toleran.
- Sekolah dapat mengadakan program pembiasaan lintas budaya dan agama, seperti kegiatan “hari kebersamaan sekolah” yang melibatkan semua siswa tanpa memandang perbedaan.
- Menyisipkan cerita inspiratif dan film edukatif yang menonjolkan nilai toleransi dalam kegiatan pembelajaran.

2. Teori Interaksionisme Simbolik (George Herbert Mead)
Menurut Mead, makna sosial dibentuk melalui interaksi antarmanusia. Jika siswa diajak untuk berinteraksi dan berkolaborasi dalam suasana yang setara, maka mereka akan memaknai perbedaan sebagai hal yang wajar, bukan ancaman.

Solusi:
- Guru dapat merancang pembelajaran kolaboratif (misalnya kerja kelompok) dengan menggabungkan siswa dari latar belakang yang beragam.
- Sekolah membuat forum diskusi atau pentas budaya, agar siswa saling mengenal dan menghargai keberagaman.
- Menanamkan makna bahwa setiap individu berharga, sehingga tidak ada ruang bagi diskriminasi.

3. Teori Fungsionalisme Struktural (Émile Durkheim)
Durkheim menekankan pentingnya nilai dan norma sosial dalam menjaga keteraturan masyarakat. Sekolah berfungsi sebagai lembaga sosialisasi yang menanamkan nilai kebersamaan dan solidaritas sosial.

Solusi:
- Menyusun aturan sekolah yang menegaskan pentingnya sikap saling menghormati.
- Mengintegrasikan nilai toleransi ke dalam kegiatan kokurikuler seperti Pramuka atau OSIS.
- Mengadakan bimbingan konseling yang membantu siswa memahami perbedaan secara positif.