གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Aprilia Nuraini

Learning Social Science -> Tugas Mandiri

Aprilia Nuraini གིས-
Aprilia Nuraini
2413053109
3C

1. metode yang digunakan.
kelebihan :
guru menggunakan metode ceramah yang digabungkan dengan diskusi, presentasi siswa, serta tanya jawab sehingga siswa tidak hanya mendengarkan saja tetapi juga ikut untuk berpikir dan berpendapat. metode tanya jawab dapat meningkatkan keaktifan peserta didik. metode yang digunakan variatif dan sesuai dengan materi yang disampaikan.

kekurangan :
pertanyaan yang diberikan guru kurang meningkatkan tingkat berpikir tinggi siswa. guru lebih banyak ceramah sehingga siswa tidak diberikan banyak luang untuk berpendapat

2. media yang digunakan.
kelebihan :
guru menggunakan media pembelajaran sesuai dengan materi yang akan disampaikannya. lalu media vidio dapat menarik perhatian siswa dan membantu mereka untuk memahami materi tersebut.

kekurangan :
media yang digunakan kurang beragam. tidak terlihat digunakannya media pendukung seperti powert poin untuk presentasi guru agar lebih menyampaikan materi lebih dalam

3. penguasaan materi oleh guru
kelebihan :
guru dapat menunjukkan pemahaman dasar materi yang disampaikannya, guru mampu menjelaskan serta memberikan contoh kenampakan alam secara seserhana. guru cukup percaya diri saat menyampikan materi dan tujuan pembelajaran.

kekurangan :
penjelasan guru sering terpotong karena mengikuti isi vidio sehingga konsepnya tidak dikembangkan lebih dalam. tidak ada penguatan atau rangkuman setelah penjelasan serta guru juga belum memberikan contoh kontekstual dari lingkungan sekitar siswa

4. pengelolaan kelas.
kelebihan :
guru membukan pembelajaran dengan pembiasaan yang baik seperti salam, menyanyikan lagi nasional, serta berdoa sebelum dimulainya pembelajaran. guru melakukan kontrol awal dengan menanyakan kesiapan untuk belajar. dengan adanya tanya jawab interaksi siswa cukup baik tidak membandingkan siswa yang aktif maupun tidak aktif dan menganyomi semua murid yang ada di kelas.

kekurangan :
pengelolaan kelas belum optimal karena siswa terlihat pasif dan hanya menjawab singkat, tidak ada penguatan positif atau motivasi untuk mendorong siswa berpartisipasi lebih aktif.
guru tidak melakukan diferensiasi pembelajaran yang mana itu penyesuaian untuk siswa yang lebih lambat atau yang cepat memahami

5 . skor yang diberikan oleh bu beti adalah 85 yang menunjukkan kategori cukup. Guru telah melaksanakan pembelajaran dengan struktur dasar yang benar dan menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, serta media video sebagai pendukung. Namun, alur penyampaian materi masih kurang runtut, penguasaan istilah belum sepenuhnya tepat, dan media yang digunakan masih terbatas. Pengelolaan kelas juga perlu ditingkatkan agar siswa lebih aktif dan instruksi lebih jelas. Dengan beberapa perbaikan, pembelajaran dapat menjadi lebih efektif.

Learning Social Science -> Tugas mandiri

Aprilia Nuraini གིས-
Aprilia Nuraini
2413053109

contoh masalah sosial yang konteksual dan berikan solusinya yang dilandasi dengan teori yang relavan

* Masalah Sosial : Rendahnya Partisipasi Pendidikan Anak di Daerah 3T (Tertinggal, Terpencil, dan Terluar)

Rendahnya angka partisipasi pendidikan di wilayah 3T masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Banyak anak di daerah tersebut tidak bersekolah secara teratur, bahkan sebagian memilih untuk berhenti di tengah jalan. Faktor utamanya meliputi keterbatasan ekonomi keluarga, sulitnya akses menuju sekolah, serta kurangnya tenaga pendidik dan sarana belajar yang memadai.

Contohnya dapat dilihat di pedalaman Papua, di mana anak-anak harus menempuh perjalanan panjang dengan berjalan kaki hanya untuk sampai ke sekolah. Selain itu, sebagian orang tua lebih memilih anaknya membantu bekerja di kebun atau mencari penghasilan tambahan, karena pendidikan belum dianggap memberikan manfaat ekonomi yang nyata dalam waktu dekat. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pendidikan masih belum menjadi prioritas utama dalam kehidupan masyarakat di daerah 3T.


* Solusi Berdasarkan Kajian Teoretis

Upaya mengatasi rendahnya partisipasi pendidikan perlu dilakukan melalui pendekatan yang sesuai dengan konteks sosial masyarakat setempat. Salah satu langkah strategis adalah pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan kontekstual dan pengembangan sekolah komunitas. Pemerintah bersama lembaga sosial dapat membangun sekolah yang terjangkau secara geografis dan menerapkan kurikulum yang relevan dengan kehidupan lokal, seperti pembelajaran berbasis kearifan lokal, pertanian, atau kerajinan daerah. Pendekatan ini membantu masyarakat memahami bahwa pendidikan memiliki hubungan langsung dengan kebutuhan dan potensi mereka sendiri.

Solusi tersebut sejalan dengan teori fungsionalisme Emile Durkheim, yang menyatakan bahwa pendidikan berfungsi menjaga keseimbangan sosial dan mempersiapkan individu agar berperan dalam kehidupan masyarakat. Jika pendidikan tidak sesuai dengan nilai dan kebutuhan sosial, maka akan terjadi disfungsi yang menghambat keikutsertaan warga dalam proses pendidikan. Dengan demikian, kurikulum dan sistem pendidikan harus dirancang agar selaras dengan realitas sosial masyarakat lokal.

Selain itu, program beasiswa dan pelatihan bagi orang tua dapat menjadi langkah pendukung. Beasiswa membantu meringankan beban ekonomi keluarga, sedangkan pelatihan meningkatkan pemahaman orang tua tentang pentingnya pendidikan sebagai investasi masa depan anak.

Pendekatan ini juga diperkuat oleh teori perubahan sosial yang dikemukakan oleh Karl Marx dan Auguste Comte. Teori ini menjelaskan bahwa perubahan dalam struktur ekonomi dan kesadaran masyarakat dapat mendorong transformasi nilai sosial, termasuk cara pandang terhadap pendidikan. Dengan meningkatnya kesejahteraan dan pengetahuan masyarakat, akan muncul kesadaran baru mengenai pentingnya pendidikan sebagai jalan menuju perbaikan kualitas hidup.

* Kesimpulan

Permasalahan rendahnya partisipasi pendidikan di daerah 3T tidak dapat diselesaikan hanya dengan memperbanyak fasilitas sekolah. Diperlukan pendekatan yang kontekstual, partisipatif, dan berlandaskan teori sosial agar kebijakan pendidikan dapat benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Melalui pemberdayaan lokal, peningkatan ekonomi, serta perubahan kesadaran sosial, partisipasi pendidikan di wilayah 3T dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.