གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Naura Silvania Putri 2411011073

Nama : Naura Silvania Putri
NPM : 2411011073

Izin menjawab pertanyaan dari Martsha.
Kalau aku jadi tim marketing, aku bakal coba gabungin ethos, pathos, dan logos biar kampanye digitalnya tetap jujur tapi menarik buat anak muda.

Ethos (Etika & Kredibilitas) : Aku bakal pastiin konten yang dibuat transparan dan bisa dipercaya. Misalnya, nunjukin siapa di balik brand-nya, kasih testimoni nyata, dan hindarin overclaim seperti “paling bagus” atau “pasti berhasil.” Tujuannya supaya audiens ngerasa brand ini jujur dan punya integritas.

Pathos (Emosi) : Lalu aku bakal main di sisi emosinya, bukan yang berlebihan, tapi yang benar-benar relatable. Misalnya, bikin storytelling tentang pengalaman pengguna, perjuangan tim kreatif, atau hal-hal kecil yang dekat dengan kehidupan Gen Z. Emosi yang tulus biasanya lebih mudah menyentuh daripada promosi yang terlalu memaksa.

Logos (Logika) : Terakhir, aku tetap bakal kasih informasi logis dan data singkat biar audiens ngerasa keputusan mereka masuk akal. Contohnya, “90% pengguna merasa kulitnya lebih lembap dalam 7 hari,” bukan sekadar janji kosong.

Jadi intinya, kampanye yang jujur tetap bisa menarik asal tidak hanya fokus menjual produk, tapi juga membangun kepercayaan dan koneksi emosional dengan audiensnya.
Nama : Naura Silvania Putri
NPM : 2411011073

Izin menjawab pertanyaan dari Ligar.
Menurut aku, justru di era media sosial yang serba pencitraan kayak sekarang, kejujuran malah jadi nilai jual yang langka tapi kuat banget.
Memang konten yang penuh ilusi dan estetik kelihatannya menarik di awal, tapi efeknya cuma sementara. Orang sekarang, terutama Gen Z, udah makin sadar mana yang asli dan mana yang “setting-an.”

Transparansi dan kejujuran justru bisa bikin audiens ngerasa relate dan percaya, apalagi kalau dikemas dengan cara yang tetap kreatif dan estetik. Misalnya banyak brand atau influencer yang sekarang mulai nunjukin behind the scene, proses gagal, atau real story, dan itu justru dapet respon positif karena terasa lebih manusiawi.

Jadi kalau dibilang jujur itu “kurang menarik”, menurutku nggak juga. Yang penting bukan ngilangin estetikanya, tapi nyatuin kejujuran dengan gaya penyampaian yang real dan relevan. Karena di dunia yang serba palsu, justru yang asli itu paling menonjol.
Nama : Naura Silvania Putri
NPM : 2411011073

Izin menjawab pertanyaan dari Salsa.
Kalau komunikator terlalu ngandelin logika aja tanpa ngelibatin emosi dan etika, biasanya pesannya jadi terlalu kaku dan dingin.
Audiens mungkin ngerti isinya secara rasional, tapi nggak merasa terhubung sama pesan itu. Akibatnya, pesan yang disampaikan jadi susah nyentuh hati dan nggak bikin orang mau bertindak.

Selain itu, kalau etika diabaikan, bisa muncul kesan kalau komunikator cuma mau “menang argumen” atau terlihat pintar, bukan benar-benar peduli sama audiensnya.
Padahal, dalam komunikasi bisnis, kepercayaan dan empati itu penting banget.

Jadi, dampaknya, pesan mungkin terdengar masuk akal, tapi nggak berpengaruh dan nggak dipercaya.
Makanya perlu keseimbangan antara logos (logika), pathos (emosi), dan ethos (etika) biar pesan terasa lebih hidup, meyakinkan, dan manusiawi.
Nama : Naura Silvania Putri
NPM : 2411011073

Izin menjawab pertanyaan dari Kayla.
Kalau target audiensnya generasi milenial atau yang lebih tua, apalagi yang udah pernah kecewa sama produk sebelumnya, menurut aku hal pertama yang harus dilakukan itu balikin dulu rasa percayanya.
Soalnya orang yang udah punya trust issue nggak akan langsung percaya walaupun kita promosi besar-besaran.

Cara yang bisa dipakai tuh lebih ke pendekatan jujur dan realistis. Misalnya, kasih bukti nyata kayak testimoni pengguna, tunjukin proses perbaikan produk, atau bahkan akui kesalahan perusahaan sebelumnya tapi tunjukin udah ada perubahan.
Selain itu, cara ngomongnya juga jangan terlalu “digital banget” — pake bahasa yang ringan dan relatable biar mereka ngerasa lebih dekat.

Intinya, untuk audiens kayak gini, persuasi bukan soal menjual cepat, tapi soal bangun kepercayaan pelan-pelan lewat transparansi dan bukti nyata.
Nama : Naura Silvania Putri
NPM : 2411011073

Pertanyaan :
Podcast sekarang jadi salah satu media komunikasi bisnis yang populer. Menurut kelompok 1, kenapa format audio bisa lebih efektif untuk membangun hubungan dengan pelanggan dibanding tulisan?